Karhutla Gunung Ciremai Meluas Tembus 60 Hektare, Angin Kencang Hambat Pemadaman
Karhutla Gunung Ciremai Meluas Tembus 60 Hektare, Pemadaman Terkendala Angin
Nusantaranews1.com – Karhutla Gunung Ciremai Meluas Tembus 60 hektare di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Hingga Kamis malam, 22 Oktober 2026, petugas masih melakukan penanganan di tengah angin kencang, cuaca panas, serta medan pegunungan yang sulit dijangkau.
Kebakaran hutan dan lahan tersebut melanda vegetasi di lereng Gunung Ciremai. Berdasarkan estimasi awal Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, luas area yang terdampak api mencapai sekitar 60 hektare. Kondisi angin membuat api lebih mudah merambat ke vegetasi lain dan memperbesar tantangan bagi tim pemadam di lapangan.
Angin Kencang Mempercepat Rambatan Api
Angin kencang menjadi salah satu faktor utama yang menghambat pengendalian kebakaran. Hembusan angin dapat membawa bara ke titik lain, terutama pada area yang dipenuhi rumput kering, semak, daun gugur, dan vegetasi mudah terbakar.
Selain mempercepat perambatan api, perubahan arah angin juga membuat petugas harus terus menyesuaikan strategi pemadaman. Pemantauan titik api dan batas area terbakar dilakukan secara berkelanjutan untuk mencegah kebakaran menjalar semakin luas.
Asap tebal masih terlihat membubung dari kawasan terdampak hingga Kamis malam. Situasi ini menunjukkan bahwa penanganan Karhutla Gunung Ciremai Meluas Tembus 60 hektare masih memerlukan pengawasan intensif dari petugas gabungan.
Medan Terjal dan Air Terbatas Hambat Pemadaman
Lokasi kebakaran berada di wilayah dengan kontur terjal, sehingga akses menuju titik api tidak mudah. Kondisi tersebut menyulitkan mobilisasi personel dan peralatan pemadaman, terutama untuk menjangkau area yang berada di lereng atau jalur hutan yang sulit dilalui.
Ketersediaan air di sekitar lokasi juga terbatas. Akibatnya, petugas tidak dapat sepenuhnya mengandalkan metode penyemprotan air untuk menekan api. Operasi di lapangan membutuhkan tenaga tambahan dan waktu lebih panjang karena banyak titik harus ditangani secara langsung.
“Akses ke titik lokasi sangat sulit dijangkau karena medan terjal. Ditambah lagi, ketersediaan air di titik kebakaran sangat terbatas sehingga proses pemadaman berlangsung ekstra keras,” ujar relawan pemadam karhutla Nandar Juniar pada Kamis malam, 22 Oktober 2026.
Petugas Gunakan Pemadaman Manual dan Sekat Bakar
Karena alat berat dan sumber air sulit mencapai area kebakaran, pemadaman dilakukan secara manual menggunakan peralatan seperti gepyok. Petugas berupaya mematikan nyala api pada titik yang dapat dijangkau sekaligus memastikan bara tidak kembali menyala.
Tim juga membuat sekat bakar atau firebreak di beberapa lokasi. Langkah ini dilakukan dengan memisahkan atau membersihkan jalur vegetasi yang berpotensi menjadi bahan bakar api, sehingga rambatan kebakaran dapat dibatasi.
Pembuatan sekat bakar penting dilakukan ketika pemadaman langsung belum dapat menjangkau seluruh area. Dengan membatasi jalur api, petugas berupaya mencegah kebakaran bergerak menuju kawasan yang lebih luas atau mendekati area berisiko.
Personel Gabungan Tetap Siaga
Penanganan kebakaran melibatkan Satgas TNGC, BPBD, TNI/Polri, dan relawan. Personel gabungan diperkuat pada batas-batas api untuk mengendalikan kebakaran serta mengawasi kemungkinan munculnya titik panas baru.
Selain memadamkan api, petugas memantau arah angin dan kondisi vegetasi di sekitar lokasi. Langkah ini diperlukan karena perubahan cuaca dapat memengaruhi arah rambatan api dalam waktu singkat, khususnya di kawasan hutan pegunungan.
Karhutla Gunung Ciremai Meluas Tembus 60 hektare menjadi perhatian serius karena kebakaran dapat berdampak pada tutupan vegetasi dan keselamatan petugas. Hingga Kamis malam, tim di pos pangkalan masih bersiaga untuk memastikan api dapat dilokalisasi.
FAQ Karhutla Gunung Ciremai
Berapa luas area yang terdampak kebakaran?
Estimasi awal Balai Taman Nasional Gunung Ciremai menyebut area hutan dan vegetasi yang terdampak mencapai sekitar 60 hektare.
Mengapa pemadaman di Gunung Ciremai sulit dilakukan?
Pemadaman terkendala medan yang terjal, akses menuju titik api yang sulit, angin kencang, serta keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kebakaran.
Bagaimana cara petugas mengendalikan api?
Petugas melakukan pemadaman manual dengan peralatan yang tersedia, memantau titik api, serta membuat sekat bakar untuk membatasi jalur rambatan api.
Siapa saja yang terlibat dalam penanganan kebakaran?
Penanganan dilakukan oleh Satgas TNGC bersama BPBD, TNI/Polri, dan relawan yang terus memantau kondisi kebakaran di lapangan.