Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Jalur Pantura Pasuruan Dibuka Usai 7 Jam Lumpuh, TNI AL Hentikan Latihan Tempur!

Published Juli 23, 2026 · Updated Juli 23, 2026 · By Sandra Thomas - nusantaranews1.com

Foto : Sandra Thomas - nusantaranews1.com

Jalur Pantura Pasuruan Dibuka Usai 7 Jam Aksi Warga

Nusantaranews1.com – Kemacetan panjang di Jalur Pantura Pasuruan Dibuka Usai 7 jam aksi warga akhirnya berakhir pada Kamis petang. Ribuan penduduk yang melakukan penutupan jalan di kawasan Pantura Pasuruan-Banyuwangi memutuskan untuk membubarkan diri setelah TNI Angkatan Laut memberikan janji untuk menghentikan sementara latihan tempur. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap tuntutan masyarakat yang merasa terganggu dengan kegiatan militer di wilayah mereka.

Aksi yang dimulai sejak Kamis siang tersebut sempat membuat arus lalu lintas lumpuh total selama kurang lebih tujuh jam. Warga Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, awalnya menutup jalan utama nasional di depan Makolatmar, Grati, Kabupaten Pasuruan sebagai bentuk protes mereka terhadap kegiatan latihan militer yang dianggap membahayakan.

Antrean Kendaraan Mengular Berkilometer

Pemblokadean jalan menyebabkan kemacetan parah dari kedua arah. Kendaraan, terutama truk ekspedisi dan angkutan barang, membentuk antrean panjang yang membentang hingga berkilometer-kilometer. Rute dari Pasuruan menuju Probolinggo maupun Banyuwangi sama-sama terdampak oleh aksi warga ini. Para pengemudi truk terpaksa menunda perjalanan mereka selama berjam-jam.

Mereka mengeluhkan kerugian finansial akibat keterlambatan pengiriman logistik serta meningkatnya biaya operasional kendaraan.

Mau memutar jalan sudah tidak bisa karena kondisi macet total di mana-mana, kata Tobing, seorang sopir truk yang terjebak di lokasi aksi.

Situasi ini semakin diperparah dengan cuaca panas yang membuat para pengemudi semakin tidak sabar menunggu jalanan kembali normal.

Akar Masalah: Dugaan Peluru Nyasar

Aksi nekat warga menutup jalan dilatarbelakangi oleh kemarahan mereka atas dugaan adanya insiden peluru nyasar. Area latihan tempur militer diduga menyebabkan kerusakan pada rumah-rumah penduduk dan membahayakan keselamatan warga Desa Alastlogo. Banyak warga yang merasa tidak aman dengan kegiatan latihan menembak berganda yang dilakukan di dekat pemukiman mereka.

Merespons ketegangan yang terjadi, perwakilan TNI AL bersama pejabat Pemkab Pasuruan langsung menemui massa di jalan raya. Dialog terbuka pun dilakukan untuk meredam situasi.

Kami di sini hanya melaksanakan perintah latihan menembak berganda. Aspirasi warga mengenai penghentian sementara latihan dan dugaan insiden ini segera kami laporkan ke pimpinan, jelas Letkol Bangkit Setiawan, Komandan Latihan Korps Bintara.

Pernyataan ini memberikan harapan bagi warga bahwa keluhan mereka akan didengar oleh pihak berwenang.

Jaminan Dialog dari Pemerintah Daerah

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, menyampaikan bahwa Bupati Rusdi Sutejo telah menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi pertemuan antara masyarakat Desa Alastlogo dengan pihak TNI AL. Dialog tersebut akan diselesaikan secara musyawarah untuk mencapai mufakat.

Pak Bupati bersedia memfasilitasi pertemuan antara perwakilan masyarakat Desa Alastlogo dengan pihak TNI AL. Pihak TNI AL juga sudah menyatakan kesiapannya untuk hadir. Waktu pelaksanaan dialog sedang kita koordinasikan, ungkap Yudha Triwidya Sasongko.

Setelah menerima jaminan penghentian sementara latihan tempur serta kepastian jadwal dialog dari Pemkab Pasuruan, ratusan warga akhirnya membuka barikade dan membubarkan diri dengan tertib. Hingga Kamis malam, arus lalu lintas di Jalur Pantura Pasuruan–Probolinggo–Banyuwangi berangsur-angsur kembali normal, meskipun kepadatan kendaraan masih terlihat akibat terurainya antrean panjang yang terbentuk selama tujuh jam. Kejadian ini menjadi contoh bagaimana dialog dan komunikasi dapat menyelesaikan konflik antara masyarakat dan institusi militer.