Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Historic Moment: Unik! Drag Layang-Layang di Tulungagung, Adu Cepat Turunkan Layangan

Published Juli 21, 2026 · Updated Juli 21, 2026 · By Patricia Rodriguez - nusantaranews1.com

Foto : Patricia Rodriguez - nusantaranews1.com

Historic Moment: Drag Layang-Layang di Tulungagung, Adu Cepat Turunkan Layangan

Nusantaranews1.com – Sebuah Historic Moment kini terjadi di Tulungagung, Jawa Timur, dengan adanya inovasi lomba layang-layang yang bernama Drag Layang-Layang. Acara ini menawarkan format baru dalam kompetisi tradisional yang sebelumnya hanya fokus pada estetika dan kecepatan menaikkan layangan. Dalam lomba ini, peserta diharuskan menurunkan layangan secara cepat sambil memegang segitiga tanpa menyentuh tanah, menjadikannya tantangan unik yang menggabungkan kecepatan, koordinasi tim, dan keterampilan teknis.

Format Kompetitif yang Menginspirasi

Lomba Drag Layang-Layang diadakan di Desa Sumberingin Kulon, Kecamatan Ngunut, dan menarik partisipasi dari berbagai daerah seperti Tulungagung, Blitar, dan Kediri. Terdapat sekitar 150 tim yang mengikuti acara ini, masing-masing terdiri dari tiga orang dengan peran yang berbeda. Layangan yang digunakan harus memenuhi standar minimal lebar 120 sentimeter, memastikan keseragaman dalam pertandingan. Format ini mengubah cara orang memandang layang-layang dari hiburan biasa menjadi aktivitas kompetitif yang menantang.

Menurut Ketua Panitia, Yusuf Abdullah, sistem drag dirancang untuk menguji ketepatan waktu dan kemampuan koordinasi tim. "Kita memperkenalkan Historic Moment baru ini sebagai cara memperkuat nilai-nilai tradisi sambil memasukkan elemen modern. Peserta harus menurunkan layangan dalam waktu singkat, dan layangan tidak boleh menyentuh tanah sebelum berhasil ditangkap," jelas Yusuf. Pemenang ditentukan berdasarkan kecepatan dan kestabilan layangan selama proses penurunan.

Suasana Kompetisi yang Seru

Aktivitas ini dihadiri oleh ribuan penonton yang antusias, terutama di lokasi pertandingan di Desa Sumberingin Kulon. Suasana semakin meriah karena adanya animo tinggi dari peserta dan penonton. Tidak hanya itu, event ini juga menjadi ajang pertunjukan keahlian para pemain yang berlatih secara intensif untuk mempersiapkan diri. "Setiap tim harus memahami dinamika angin dan cara mengatur strategi secara real-time," kata Udin, salah satu peserta dari Blitar.

Ketika layangan terlepas dari segitiga, peserta langsung tereliminasi. Hal ini memaksa para peserta untuk memperhatikan detail kecil, seperti kualitas bahan layangan dan teknik menurunkannya. "Bahan yang lebih kaku memberikan stabilitas tambahan, sehingga tingkat keberhasilan meningkat," tambah Udin. Pertandingan berlangsung sengit, dengan beberapa tim terjatuh akibat kesalahan teknis atau gangguan cuaca.

Tradisi yang Menginspirasi Generasi Muda

Lomba Drag Layang-Layang ini telah digelar tiga kali oleh pemuda Desa Sumberingin Kulon, menunjukkan komitmen mereka untuk melestarikan permainan tradisional. "Kegiatan ini merupakan Historic Moment penting karena membuktikan bahwa tradisi lokal masih relevan dan bisa dikembangkan dengan inovasi," ujar Yusuf. Selain itu, lomba ini juga meningkatkan keakraban antar daerah sekaligus menjadi sarana edukasi tentang sejarah permainan layang-layang di Jawa Timur.

Banyak peserta mengakui bahwa lomba ini menantang mereka untuk berpikir kreatif dan memadukan teknik tradisional dengan pendekatan modern. "Sebelumnya, layang-layang hanya dianggap sebagai hobi, tetapi kini jadi ajang pertandingan yang seru dan bermakna," kata salah satu peserta. Dengan memperkenalkan elemen kompetitif, lomba ini mendorong minat generasi muda terhadap budaya lokal sekaligus menciptakan Historic Moment baru dalam sejarah olahraga tradisional Indonesia.