Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Gunung Ibu Erupsi – Muntahkan Kolom Abu Tebal Setinggi 800 Meter dari Puncak

Published Juni 17, 2026 · Updated Juni 17, 2026 · By Elizabeth Jones

Gunung Ibu Erupsi, Kolom Abu Capai 800 Meter

Gunung Ibu Erupsi - Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali meletus pada Rabu (17/6/2026) pukul 09.09 WIT. Letusan ini menghasilkan kolom abu tebal yang mencapai ketinggian sekitar 800 meter di atas puncak gunung. Tinggi kolom abu mencapai 2.125 meter di atas permukaan laut, menunjukkan intensitas erupsi yang cukup signifikan. Informasi dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) menyatakan bahwa abu yang muncul berwarna kelabu dan bergerak ke arah tenggara.

Aktivitas Erupsi dan Data Seismograf

Eruption of Gunung Ibu tercatat oleh seismograf dengan amplitudo maksimal 28 mm dan durasi 47 detik. Letusan ini menjadi salah satu dari serangkaian aktivitas vulkanik yang terjadi di wilayah Halmahera Barat, yang dikenal memiliki kegempaan cukup intens. PVMBG mengungkapkan bahwa tinggi kolom abu mencapai sekitar 800 meter di atas puncak gunung, yang memicu peringatan bagi masyarakat sekitar.

Erupsi Gunung Ibu pada hari Rabu, 17 Juni 2026, pukul 09:09 WIT. Tinggi kolom abu teramati ±800 meter di atas puncak, dengan intensitas abu moderat.

Kelabu abu yang dilepaskan mencerminkan adanya material vulkanik yang cukup banyak, termasuk abu dan partikel penyamakan. Berdasarkan data, erupsi berlangsung singkat tetapi memancarkan energi yang memadai untuk mengganggu aktivitas sehari-hari. PVMBG mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi risiko yang mungkin terjadi akibat letusan tersebut.

Rekomendasi dan Radius Keamanan

Rekomendasi PVMBG menyebutkan bahwa masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari titik letusan utama. Selain itu, area sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah bagian utara juga harus dihindari. Jika terjadi hujan abu, penduduk yang berada di luar rumah disarankan menggunakan alat pelindung seperti masker, kacamata, dan penutup hidung serta mulut untuk mencegah kontak langsung dengan partikel berbahaya.

Letusan Gunung Ibu ini tidak menyebabkan kerusakan langsung terhadap permukiman penduduk. Namun, PVMBG tetap memberikan peringatan agar masyarakat tidak terburu-buru percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya. Sejumlah area terpantau memiliki tingkat risiko yang berbeda, tergantung pada arah angin dan intensitas abu yang dihasilkan.

Petugas monitoring di lapangan juga melakukan pengamatan terhadap suara letusan, arah aliran abu, serta kondisi kawah. Dengan ketinggian kolom abu yang mencapai 800 meter, masyarakat di sekitar Gunung Ibu perlu memperhatikan perubahan iklim dan aktivitas vulkanik di wilayah tersebut. PVMBG menyarankan pengamatan berkelanjutan dan kesiapan darurat bagi warga yang tinggal di area rentan.