Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Detik Turnamen Sepak Bola Bupati Pasuruan Cup Ricuh, Wasit Dikeroyok Suporter

Published September 15, 2026 · Updated September 15, 2026 · By Jessica Moore - nusantaranews1.com

Foto : Jessica Moore - nusantaranews1.com

Wasit Jadi Sasaran Amuk Suporter di Turnamen Bupati Pasuruan Cup

Nusantaranews1.com – Suasana pertandingan sepak bola antarkecamatan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, berubah tegang setelah laga Lekok FC melawan Rembang FC berakhir. Ratusan pendukung memasuki area lapangan dan melakukan pengeroyokan terhadap wasit sesaat sesudah pertandingan selesai.

Insiden tersebut berlangsung di Lapangan Desa Mojoparon, Kecamatan Rembang, saat babak penyisihan Bupati Pasuruan Cup. Pertandingan mempertemukan Lekok FC dari Kecamatan Lekok dengan Rembang FC yang bermain sebagai tim tuan rumah.

Kericuhan terjadi setelah peluit panjang dibunyikan. Sejumlah suporter Lekok FC awalnya melempar botol kemasan ke arah wasit yang masih berada di tengah lapangan. Situasi kemudian memburuk ketika massa bergerak masuk ke lapangan dan menyerang pengadil pertandingan hingga ke sisi lapangan.

Lekok FC Menang, tetapi Emosi Suporter Memuncak

Peristiwa itu menjadi ironi karena Lekok FC sebenarnya meraih kemenangan 1-0 atas Rembang FC. Hasil tersebut juga membawa tim Kecamatan Lekok melaju ke babak delapan besar turnamen.

Meski tim mereka menang, sebagian pendukung Lekok FC diduga tetap meluapkan kekecewaan terhadap keputusan-keputusan wasit sepanjang laga. Mereka menilai kepemimpinan pertandingan lebih menguntungkan pihak tuan rumah, sehingga ketegangan yang muncul di tribun dan sekitar lapangan tidak mereda setelah pertandingan usai.

Dalam sepak bola, ketidakpuasan terhadap keputusan pertandingan kerap menjadi sumber protes. Namun, keberatan atas kepemimpinan wasit seharusnya ditempuh melalui prosedur turnamen dan evaluasi resmi panitia, bukan dengan tindakan kekerasan. Keamanan seluruh pihak di lapangan, termasuk pemain, ofisial, perangkat pertandingan, dan penonton, menjadi unsur mendasar agar kompetisi dapat berjalan sesuai tujuan.

Aparat Sempat Kewalahan Mengendalikan Massa

Petugas dari Polsek Rembang dan Polres Pasuruan telah berada di lokasi untuk mengamankan pertandingan. Akan tetapi, jumlah massa yang bergerak ke lapangan membuat aparat sempat kesulitan menenangkan situasi dan memisahkan wasit dari kerumunan pendukung.

Wasit pertandingan mengalami luka memar pada beberapa bagian tubuh akibat pengeroyokan tersebut. Petugas kemudian mengevakuasinya dari lokasi kejadian agar dapat memperoleh penanganan medis.

Serangan terhadap perangkat pertandingan tidak hanya menimbulkan dampak fisik bagi korban. Kejadian seperti ini juga dapat mengganggu rasa aman para wasit yang bertugas di kompetisi lokal. Padahal, keberadaan mereka sangat dibutuhkan untuk memastikan pertandingan dipimpin secara tertib dan aturan permainan dapat diterapkan.

Desakan Sanksi Tegas untuk Pelaku Kekerasan

Mantan Sekjen Sakera Mania, Hendry Londo, menyampaikan keprihatinannya atas pengeroyokan yang terjadi dalam ajang pembinaan sepak bola daerah. Ia meminta Panitia Pelaksana memberikan tindakan tegas terhadap pihak yang terlibat.

“Aksi penganiayaan terhadap wasit seperti ini sangat tidak perlu terjadi di ajang pembinaan lokal. Kami prihatin dan meminta Panitia Pelaksana (Panpel) memberikan sanksi tegas,” kata Hendry Londo, Selasa (15/9/2026).

Kecaman juga datang dari mantan pemain Persekabpas Pasuruan, Khasan Sholeh. Ia menyayangkan kekerasan yang muncul dalam turnamen tahunan tersebut. Ajang ini dirancang sebagai wadah untuk melihat dan menjaring pemain muda yang berpotensi memperkuat Persekabpas pada masa mendatang.

Tujuan pembinaan akan sulit tercapai apabila kompetisi diwarnai intimidasi atau aksi anarkis. Pemain muda memerlukan lingkungan pertandingan yang memberi ruang untuk menunjukkan kemampuan, menerima hasil, serta belajar menjunjung sportivitas. Demikian pula suporter, yang memiliki peran penting dalam memberi dukungan tanpa menciptakan ancaman bagi jalannya pertandingan.

Turnamen Diikuti 24 Kecamatan

Bupati Pasuruan Cup tahun ini melibatkan 24 kecamatan di Kabupaten Pasuruan. Skala keikutsertaan tersebut menjadikan turnamen ini sebagai salah satu ruang kompetisi lokal yang penting bagi sepak bola daerah.

Panitia dan kepolisian setempat kini melakukan evaluasi ketat menyusul kericuhan di pertandingan Lekok FC kontra Rembang FC. Evaluasi diperlukan untuk menjaga sisa rangkaian turnamen tetap berlangsung aman, sekaligus memastikan setiap peserta, perangkat pertandingan, dan penonton memahami batas-batas perilaku selama kompetisi.

Insiden di Mojoparon menjadi pengingat bahwa kemenangan di lapangan tidak seharusnya dibayangi kekerasan. Dalam turnamen pembinaan, hasil pertandingan memang penting, tetapi keselamatan dan sportivitas harus tetap menjadi dasar utama bagi semua pihak yang terlibat.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Detik Turnamen Sepak Bola Bupati Pasuruan?

Detik Turnamen Sepak Bola Bupati Pasuruan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Detik Turnamen Sepak Bola Bupati Pasuruan matter?

Detik Turnamen Sepak Bola Bupati Pasuruan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.