Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Dea Anak Pejabat Gayo Lues yang Viral Flexing Minta Maaf, Akui Salah dan Hapus Unggahan

Published Juli 24, 2026 · Updated Juli 24, 2026 · By Sarah Smith - nusantaranews1.com

Foto : Sarah Smith - nusantaranews1.com

Dea Anak Pejabat Gayo Lues Minta Maaf Setelah Konten Flexing Viral

Nusantaranews1.com – Dea Anak Pejabat Gayo Lues menjadi sorotan publik setelah merilis surat terbuka yang berisi permintaan maaf. Dea Arranoya, putri dari dr H Nevirizal yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat atau Asisten I di Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, mengakui kesalahannya. Keputusan ini diambil setelah berbagai unggahan miliknya menjadi perbincangan hangat di media sosial dan memicu reaksi dari masyarakat.

Isu yang muncul berkaitan erat dengan gaya hidup mewah yang dipamerkan Dea melalui platform media sosial. Beberapa foto menunjukkan perjalanan ke luar negeri serta tumpukan jeriken yang diklaim berisi bahan bakar minyak (BBM). Melalui surat yang ditandatangani di Banda Aceh pada 22 Juli 2026, Dea menyatakan penyesalannya secara tulus atas tindakan yang telah dilakukan.

Surat Terbuka dan Pengakuan Tulus

"Melalui surat terbuka ini, saya Dea Arranoya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dan setulus-tulusnya atas tindakan serta konten yang pernah saya unggah di media sosial. Saya menyadari bahwa beberapa waktu lalu telah melakukan perbuatan flexing atau memamerkan gaya hidup yang tidak bijak," tulis Dea dalam suratnya.

Menurut Dea, momen unggahan tersebut bertepatan dengan kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit. Hal ini menimbulkan persepsi keliru dan kegaduhan yang tidak memberikan manfaat bagi publik. Salah satu konten paling banyak dibahas adalah foto jeriken berisi BBM yang diunggah pada 9 Desember 2025. Dea Anak Pejabat Gayo Lues ini juga menjelaskan bahwa unggahan-unggahan tersebut murni berasal dari kelalaian dan ketidakdewasaan.

"Saya mengaku salah dan sama sekali tidak mencari pembenaran atas tindakan yang telah saya lakukan. Unggahan-unggahan tersebut adalah murni kelalaian, ketidakdewasaan, dan kurang bijaksananya saya dalam memanfaatkan media sosial," jelas Dea.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral, Dea telah menghapus semua konten yang dianggap tidak pantas dari berbagai platform media sosialnya. Ia juga berkomitmen untuk melakukan introspeksi diri serta memperbaiki cara berinteraksi di ruang publik. Langkah ini menunjukkan keseriusannya dalam memperbaiki citra dan menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya.

"Dengan adanya kejadian ini, saya benar-benar terpukul dan sangat menyesal. Ke depannya, saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang sama dan akan berusaha menjadi pribadi yang lebih rendah hati, bijaksana, dan lebih peka terhadap lingkungan sekitar," pungkasnya.

Polemik ini juga membawa dampak signifikan bagi sang ayah, dr H Nevirizal. Ia resmi mengajukan pengunduran diri dari jabatannya, efektif terhitung sejak Kamis (23/7/2026). Surat pengunduran diri tersebut telah diserahkan kepada Wakil Bupati Gayo Lues, H Maliki, di Blangkejeren. Pengiriman dilakukan karena bupati sedang menjalankan tugas di luar daerah.

Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menyatakan bahwa surat pengunduran diri akan dipelajari dan diproses sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Nevirizal juga menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan, rekan kerja, serta masyarakat Kabupaten Gayo Lues atas kegaduhan yang muncul akibat unggahan anggota keluarganya. Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi publik tentang pentingnya kehati-hatian dalam berbagi konten di media sosial.