Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Cerita Haru Bayi Alfaro Diselamatkan dari Tragedi Kebakaran KM Putri Yasmin di Lombok

Published Agustus 14, 2026 · Updated Agustus 14, 2026 · By Sandra Thomas - nusantaranews1.com

Cerita Haru Bayi Alfaro Diselamatkan dari Tragedi KM Putri Yasmin

Nusantaranews1.com – Cerita Haru Bayi Alfaro Diselamatkan - Tragedi kebakaran KM Putri Yasmin di perairan Lombok Barat telah meninggalkan cerita perjuangan yang mengharukan bagi banyak orang. Di antara para korban yang selamat, balita bernama Sintia berusia delapan tahun dan adiknya, bayi Alfaro, menjadi sorotan utama karena berhasil lolos dari api yang melahap kapal tersebut dengan selamat.

Agus, ayah dari kedua korban, bersama istrinya Sintiya, menceritakan momen-momen tegang saat mereka berusaha menyelamatkan diri dari kapal yang terbakar. Dalam kepanikan yang melanda, mereka sempat keliru mengambil jaket pelampung dewasa yang ukurannya tidak sesuai untuk anak-anak. Kondisi ini membuat mereka kesulitan menahan kedua buah hati di tengah ombak yang bergulung-gulung dengan kuat.

"Saat kejadian sangat panik. Pelampung sempat tertukar ukurannya jadi agak sulit memegang anak-anak, tapi alhamdulillah pelampung itu tetap bisa menahan tubuh bayi kami Alfaro sampai bantuan datang," tutur Agus di RSUD Patuh Patut Patju (Tripat) Gerung, Lombok Barat, NTB, Kamis (13/8/2026).

Perawatan Korban dan Evakuasi Medis

Hingga kini, Agus beserta kedua anaknya dan sang istri masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit bersama puluhan korban selamat lainnya. Beberapa pasien memerlukan penanganan khusus di ruang HCU karena kondisi kesehatan mereka yang belum stabil. Berdasarkan data medis terkini, sebanyak 24 orang sempat dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Saat ini, 16 pasien masih menjalani observasi ketat di ruang HCU, Kenanga, MNE, serta berbagai ruang pelayanan medis lainnya. Sisanya telah diperbolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan. Mayoritas korban mengalami dehidrasi berat, kram otot, nyeri di seluruh tubuh, serta trauma psikologis yang mendalam akibat kejadian tersebut.

Untuk menampung penanganan medis yang lebih luas, tiga rumah sakit rujukan telah disiagakan, yaitu RSUD Tripat Lombok Barat, RS H. Moh. Ruslan Mataram di Mataram, dan RSUD Provinsi NTB. Setiap rumah sakit memiliki peran strategis dalam menangani korban sesuai dengan kondisi masing-masing.

Peran ASDP dalam Penanganan Musibah

General Manager ASDP Cabang Lembar, Handoyo Priyanto, bersama jajaran manajemen menyempatkan diri menjenguk para korban di rumah sakit. Ia menyampaikan belasungkawa mendalam dan menyatakan bahwa ASDP akan memberikan bantuan untuk meringankan beban para korban yang terkena musibah ini.

Pihak ASDP juga terlibat aktif dalam evakuasi awal dengan mengerahkan Kapal Port Link II untuk membawa 35 korban selamat menuju Padangbai, Bali. Selain itu, seluruh armada kapal ASDP diinstruksikan melintasi rute tersebut guna melakukan pemantauan menyeluruh terhadap area sekitar.

"Kami menyampaikan duka cita mendalam dan menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi menyeluruh. ASDP menyiagakan seluruh kapal di lintasan untuk menyisir dan memantau jika masih ada korban yang belum ditemukan," ungkap GM ASDP Cabang Lembar, Handoyo Priyanto.

Hingga Kamis sore, total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 212 orang. Angka tersebut terdiri dari 200 penumpang dan 12 Anak ABK (Anak Buah Kapal). Sementara itu, diduga masih ada lima orang yang hilang dan sedang dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Tim SAR gabungan terus memperluas area penyisiran dari titik lokasi terbakarnya KMP Putri Yasmin hingga radius enam mil laut yang mengarah ke Perairan Australia dan Samudera Hindia. Operasi pencarian ini dilakukan secara intensif untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Tragedi KM Putri Yasmin

Kapan tragedi KM Putri Yasmin terjadi? Tragedi kebakaran KM Putri Yasmin terjadi pada hari Kamis, 13 Agustus 2026, di perairan Lombok Barat, NTB.

Berapa total korban yang berhasil diselamatkan? Hingga Kamis sore, total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 212 orang, terdiri dari 200 penumpang dan 12 Anak ABK.

Siapa saja rumah sakit yang menangani korban? Tiga rumah sakit rujukan yang menangani korban adalah RSUD Tripat Lombok Barat, RS H. Moh. Ruslan Mataram di Mataram, dan RSUD Provinsi NTB.

Bagaimana nasib bayi Alfaro setelah tragedi? Bayi Alfaro berhasil selamat dan saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit bersama ayahnya, Agus, serta kakaknya, Sintia.

Apakah masih ada korban yang hilang? Ya, diduga masih ada lima orang yang hilang dan sedang dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan di area sekitar lokasi kebakaran.

Related Reading