Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Barang Dagangan Ludes Dilalap Api, Toko Sembako di Bantul Rugi Rp1,1 Miliar

Published Agustus 14, 2026 · Updated Agustus 14, 2026 · By Sarah Smith - nusantaranews1.com

Barang Dagangan Ludes Dilalap Api Toko: Kerugian Capai Rp1,1 Miliar di Bantul

Nusantaranews1.com – Sebuah toko sembako di kawasan Blawong II, Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul, mengalami kerugian besar akibat kebakaran yang terjadi pada Kamis dini hari, 13 Agustus 2026. Total kerugian yang ditanggung pemilik usaha mencapai Rp1,1 miliar, mencakup kerusakan bangunan dan hangusnya berbagai barang dagangan. Kabar baiknya, tidak ada korban jiwa dalam insiden yang diduga disebabkan oleh korsleting listrik ini.

Kebanyakan kerugian berasal dari stok barang yang tersimpan di dalam toko. Berbagai kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, sabun mandi, makanan ringan, hingga perlengkapan rumah tangga dan bayi ikut terbakar habis. Iptu Rita Hidayanto, Kasi Humas Polres Bantul, menjelaskan rincian kerugian tersebut secara detail kepada media.

Kerugian bangunan toko diperkirakan sekitar Rp100 juta. Kemudian barang dagangan berupa sembako, minyak, sabun, beras, gula, makanan ringan, sampo, perabot rumah tangga, kosmetik, perlengkapan anak dan bayi, susu dan lainnya ditaksir sekitar Rp1 miliar.

Proses Pemadaman Api yang Intens

Insiden ini terjadi saat toko yang berlokasi di Jalan Imogiri Timur Km 11 sudah tutup untuk malam itu. Para karyawan telah meninggalkan tempat usaha setelah jam operasional berakhir pada Rabu, 12 Agustus 2026, pukul 21.00 WIB. Beberapa jam kemudian, seorang saksi mata yang berada di sekitar area mendengar suara ledakan dari dalam bangunan.

Asap mulai terlihat keluar melalui jendela samping toko tak lama setelah ledakan terdengar. Warga sekitar segera berusaha memadamkan api dengan peralatan yang tersedia. Namun, kobaran api terus membesar sehingga bantuan pemadam kebakaran dipanggil. Petugas pemadam tiba di lokasi pada pukul 01.15 WIB dan langsung memulai operasi pemadaman.

Sebanyak empat unit mobil pemadam dari Kabupaten Bantul, dua unit dari BPBD setempat, serta satu unit PMI Bantul dikerahkan ke tempat kejadian. Setelah berjuang lebih dari dua jam, api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 03.30 WIB. Proses pemadaman ini membutuhkan koordinasi yang baik antara berbagai instansi terkait.

Investigasi dan Pencegahan di Masa Depan

Setelah api padam, polisi melakukan pemeriksaan di lokasi dan meminta keterangan dari pemilik toko serta saksi-saksi. Hasil investigasi awal menunjukkan bahwa sumber api kemungkinan besar berasal dari gangguan pada instalasi listrik. Untuk penyebab kebakaran sementara diduga karena korsleting listrik. Namun, petugas masih melakukan penanganan dan pendalaman terkait kejadian tersebut.

Toko tersebut telah beroperasi sebagai tempat usaha selama kurang lebih tiga tahun. Bangunan yang ditempati oleh pemilik usaha merupakan properti sewa dengan masa kontrak lima tahun. Polisi masih terus mendalami penyebab pasti kebakaran untuk memastikan sumber api. Masyarakat juga diimbau untuk memeriksa instalasi listrik dan peralatan elektronik secara rutin guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kebakaran Toko Sembako Bantul

Berapa total kerugian akibat kebakaran toko sembako di Bantul? Total kerugian mencapai Rp1,1 miliar, terdiri dari Rp100 juta untuk kerusakan bangunan dan Rp1 miliar untuk barang dagangan yang hangus.

Kapan kebakaran ini terjadi? Kebakaran terjadi pada Kamis dini hari, 13 Agustus 2026, setelah toko tutup pada Rabu malam pukul 21.00 WIB.

Apa penyebab utama kebakaran? Penyebab sementara diduga karena korsleting listrik pada instalasi toko.

Apakah ada korban jiwa dalam insiden ini? Tidak ada korban jiwa. Seluruh karyawan telah meninggalkan toko sebelum api muncul.

Bagaimana cara mencegah kebakaran serupa? Masyarakat disarankan untuk memeriksa instalasi listrik dan peralatan elektronik secara rutin, serta memastikan tidak ada kabel yang rusak atau overloading pada stop kontak.

Related Reading