300 Polisi Gerebek Permukiman di Bandung, 21 Orang Positif Sabu Belasan Alat Isap Disita
Operasi di Andir Temukan Pengguna Sabu dan Peralatan Narkoba
Nusantaranews1.com – Razia narkoba di kawasan permukiman padat di Kecamatan Andir, Kota Bandung, menghasilkan temuan 21 orang dengan tes urine positif sabu-sabu. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat sore, 9 Oktober 2026, juga mengamankan belasan alat isap narkoba dari area yang disisir petugas.
Sebanyak 300 personel gabungan diterjunkan dalam operasi tersebut. Mereka menyusuri gang-gang sempit dan memeriksa sejumlah warga di kawasan yang diduga kerap dipakai untuk penyalahgunaan maupun peredaran narkotika. Pemeriksaan urine dilakukan untuk menelusuri kemungkinan penggunaan zat terlarang di lingkungan itu.
Penggerebekan ini menjadi bagian dari upaya penindakan yang lebih luas di Kota Bandung. Polisi menyatakan telah memetakan beberapa lokasi lain yang dinilai rentan dijadikan titik transaksi serta penggunaan narkoba. Pemetaan tersebut akan dipakai untuk menentukan tindak lanjut pengawasan dan penindakan berikutnya.
Instruksi Pemberantasan Kawasan Rawan
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriadi menyampaikan bahwa operasi di Andir merupakan pelaksanaan instruksi Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto untuk menindak kawasan yang menjadi tempat penyalahgunaan narkoba. Selain personel dalam jumlah besar, petugas melakukan penggeledahan dan tes urine terhadap puluhan orang.
"Pada sore hari ini kami dengan kekuatan 300 personel melakukan penggeledahan di Andir dan hasilnya tadi ada bong, sabu kemudian puluhan orang juga kami tes urine dan hasilnya positif," Kombes Dedi.
Barang yang ditemukan mencakup bong atau alat isap dan sabu. Temuan tersebut kemudian menjadi bagian dari penanganan kepolisian untuk mengetahui apakah pihak-pihak yang diamankan hanya menggunakan narkoba atau memiliki keterkaitan lain, termasuk dengan jaringan peredaran.
Penindakan di Andir juga masuk dalam rangkaian Operasi Antik Lodaya yang digencarkan Polda Jawa Barat. Operasi ini menempatkan pemberantasan narkoba tidak hanya pada penangkapan di satu lokasi, melainkan juga pada upaya memutus ruang yang memungkinkan praktik tersebut tumbuh kembali di lingkungan permukiman.
Pemeriksaan Lanjutan bagi Warga Positif
Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Bandung Kompol Oliestha Ageng Wicaksana menjelaskan, warga yang terindikasi positif setelah menjalani tes urine dibawa ke Mako Polrestabes Bandung. Di sana, penyidik akan meminta keterangan lebih lanjut untuk membedakan posisi masing-masing orang dalam perkara yang ditangani.
"Untuk orang-orang yang telah kami amankan yang terindikasi positif, kami bawa ke Mako untuk kami mintai keterangan dan tentukan mana yang sebagai pengguna saja dan mana terkait jaringan," ucap Kompol Oliestha.
Hasil tes urine menjadi salah satu dasar awal dalam proses penanganan. Namun, pemeriksaan lanjutan tetap diperlukan agar peran setiap orang dapat ditentukan secara tepat. Langkah ini penting karena penanganan pengguna dan pihak yang diduga terkait jaringan peredaran memiliki kebutuhan pemeriksaan yang berbeda.
Bagi warga yang memperoleh hasil negatif, kepolisian menyiapkan pendekatan pencegahan melalui penyuluhan mengenai bahaya narkoba. Kegiatan tersebut akan melibatkan Satuan Pembinaan Masyarakat Polrestabes Bandung bersama jajaran polsek setempat.
Penyuluhan diproyeksikan untuk memperkuat pemahaman warga mengenai risiko penggunaan narkotika dan pentingnya keterlibatan lingkungan dalam pencegahan. Dalam kawasan permukiman yang rapat, komunikasi antarwarga, pendataan yang tertib, serta perhatian terhadap kondisi sekitar dapat membantu membangun kewaspadaan tanpa mengabaikan hak dan keamanan masyarakat.
Harapan Perbaikan Lingkungan
Ketua RW 09, Yudi, menyambut positif operasi serta rencana pencegahan yang dilakukan aparat. Ia berharap langkah tersebut dapat membantu memperbaiki kondisi lingkungan dan mencegah aktivitas narkoba kembali berkembang di wilayahnya.
Yudi mengakui bahwa wilayah tersebut memiliki riwayat persoalan narkoba dan kerap dilekatkan dengan sebutan zona merah. Meski demikian, pengurus RW menyatakan tetap menjalankan pendataan administrasi warga serta pemeriksaan kesehatan lingkungan setiap enam bulan.
"Zona red ini ya setiap daerah pasti ada, cuma ini sudah menjadi legenda, bukan rahasia lagi. Orang lain mah banyak berbicara bahwa ini sudah tutup tapi orang-orang tertentu," kata Yudi.
Operasi di Andir menunjukkan bahwa penanganan narkoba di tingkat lingkungan memerlukan dua jalur yang berjalan bersama: penegakan hukum terhadap dugaan pelanggaran dan langkah pencegahan bagi masyarakat. Penindakan dapat menelusuri dugaan penyalahgunaan serta jaringan yang terkait, sementara edukasi memberi warga ruang untuk memahami dampak narkoba terhadap kesehatan, keluarga, dan keamanan lingkungan.
Keberlanjutan pengawasan menjadi hal penting setelah razia dilakukan. Pemantauan kawasan rawan, koordinasi aparat dengan unsur masyarakat, serta kegiatan penyuluhan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga agar lingkungan tidak kembali menjadi ruang yang dimanfaatkan untuk penggunaan atau transaksi narkotika.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is 300 Polisi Gerebek Permukiman di Bandung 21?300 Polisi Gerebek Permukiman di Bandung 21 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does 300 Polisi Gerebek Permukiman di Bandung 21 matter?300 Polisi Gerebek Permukiman di Bandung 21 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.