Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

3 Begal Sadis di Pasuruan Ditangkap – 1 Ditembak

Published Juni 30, 2026 · Updated Juli 21, 2026 · By Sarah Hernandez - nusantaranews1.com

Foto : Sarah Hernandez - nusantaranews1.com

3 Begal Sadis di Pasuruan Ditangkap, 1 Ditembak

PASURUAN – Operasi penangkapan terhadap tiga pelaku begal yang terkenal sadis di Pasuruan, Jawa Timur, berhasil dilakukan oleh Tim Unit Reaksi Cepat Satreskrim Polres Pasuruan Kota pada akhir pekan lalu. Dalam aksinya, satu dari pelaku ditembak di bagian kaki karena berusaha melawan saat ditangkap.

Nusantaranews1.com – Penangkapan ini menggema di tengah meningkatnya kejahatan begal di kota ini. Dalam beberapa bulan terakhir, kasus pencurian sepeda motor dengan kekerasan di Pasuruan menjadi sorotan publik, terutama karena para pelaku sering menargetkan wanita yang berkendara sendirian. Operasi yang dilakukan polisi pada akhir pekan lalu berakhir dengan penangkapan tiga orang yang terlibat dalam serangkaian aksi kejahatan di wilayah Pasuruan Selatan hingga Kota Pasuruan. Penyidik menyatakan bahwa pelaku sadis ini berencana melakukan aksi lebih besar jika tidak berhasil ditangkap secepat ini.

Kasus Pencurian Sepeda Motor dengan Kekerasan

Dalam penyelidikan yang berlangsung selama beberapa minggu, polisi mengungkap bahwa para pelaku begal ini menggunakan strategi yang terencana untuk mengecoh korban. Mereka sering menunggu di lokasi strategis seperti jalan raya atau tempat yang sepi, lalu menghampiri korban dengan kecepatan tinggi. Modus operasi mereka mengandalkan kejutan dan kecepatan, dengan senjata tajam sebagai alat utama untuk membungkam korban. Kejadian terbaru terjadi saat salah satu pelaku mencoba melukai korban dengan celurit, meski korban sudah menyerahkan kendaraannya.

Kasus kejahatan begal di Pasuruan bukanlah hal baru. Pada tahun 2025, sejumlah korban telah melaporkan pengalaman serupa, termasuk beberapa wanita yang mengalami luka serius. Penyidik menyebutkan bahwa para pelaku sering mengincar motor Honda Vario dan Beat karena dianggap mudah dibawa kabur. Dalam satu operasi, mereka bisa merampok sepeda motor dalam waktu singkat, bahkan tanpa terjadi pertumpahan darah. Namun, dalam aksi yang terjadi pada hari penangkapan, kekerasan terjadi karena korban mencoba melawan.

Pelaku dan Modus Operasi

Tiga pelaku yang berhasil ditangkap ini memiliki identitas berbeda. Pelaku pertama, berinisial S, dikenal sebagai pelaku utama yang memimpin operasi. Pelaku kedua, SU, merupakan pasangan suami istri dengan S, sementara MI menjadi pelaku pendukung. Mereka beroperasi dalam kelompok kecil dengan strategi serang dan kabur. Polisi menyebutkan bahwa para pelaku memiliki rencana untuk menargetkan jalur lalu lintas yang sering digunakan pejalan kaki dan pengendara sepeda motor. Selain itu, mereka juga menggunakan bahan-bahan khusus untuk mengurangi suara mesin motor agar tidak terdeteksi.

Pelaku kejahatan begal ini tidak hanya menargetkan korban yang sendirian, tetapi juga memilih korban yang tampak lemah atau terburu-buru. Dalam satu kasus, korban adalah seorang wanita yang sedang pulang kerja, dan para pelaku berhasil merampas motor serta uangnya. Sementara itu, korban lain mengalami luka ringan akibat tusukan celurit, tetapi masih bisa selamat karena melaporkan kejadian tersebut segera. Penyidik menilai bahwa tindakan kekerasan ini dilakukan untuk menghindari perlawanan dari korban, terutama yang memiliki kemampuan fisik lebih baik.

Proses Penangkapan dan Kesaksian Korban

Operasi penangkapan berlangsung setelah polisi menerima laporan dari warga setempat tentang kejadian serupa. Tim Buser Polres Pasuruan Kota melakukan penyelidikan intensif, termasuk memantau jalur-jalur yang sering digunakan pelaku. Dalam proses penangkapan, satu pelaku mengambil langkah tegas untuk melawan penyidik, sehingga ditembak di bagian kaki. Saat ini, ketiga pelaku sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polres Pasuruan Kota.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat Pasuruan untuk tetap waspada. Polisi juga berharap bahwa penangkapan ini dapat memberikan efek jera kepada para pelaku begal lainnya. Berdasarkan informasi yang didapat, pelaku sadis ini sudah mengincar korban sejak beberapa bulan terakhir, bahkan melakukan aksi di beberapa kota sekitar. Dengan adanya operasi ini, polisi berupaya memutus rantai kejahatan yang terus berkembang di wilayah tersebut.