Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

2 Pelaku Pembunuhan dan Pemerkosaan Wanita Dalam Sumur di Probolinggo Ditangkap

Published Juli 5, 2026 · Updated Juli 21, 2026 · By Sarah Smith - nusantaranews1.com

Foto : Sarah Smith - nusantaranews1.com

Dua Pelaku Pembunuhan dan Pemerkosaan di Probolinggo Ditangkap Setelah Mayat Korban Dibuang ke Sumur

Penangkapan dan Konfirmasi

Nusantaranews1.com – Kapolres Probolinggo, AKBP M Wahyudin Latif, mengungkapkan bahwa dua pelaku pembunuhan dan pemerkosaan, yaitu Rofik (26) dan Humaidi (19), berhasil ditangkap setelah mayat korban ditemukan di dasar sumur di Desa Alas Kandang, Kabupaten Probolinggo. Kedua pelaku yang merupakan warga setempat, diamankan oleh tim gabungan setelah melakukan penyelidikan intensif yang berlangsung beberapa hari. Penangkapan ini menjadi penutup dari kasus serius yang mengejutkan warga setempat.

"Kedua pelaku melakukan aksi yang sangat sadis. Mereka memerkosa korban yang sudah meninggal sebelumnya, lalu membuang mayat ke dalam sumur untuk menghilangkan jejak," jelas Kapolres pada hari penangkapan, Sabtu (4/7/2026). Proses penyelidikan dimulai setelah warga melaporkan ditemukannya sumur berisi mayat korban. Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa saksi-saksi untuk memperkuat bukti.

Latar Belakang dan Modus

Kasus ini bermula saat korban, Siti Munawaroh (26), warga Desa Bantaran, Kabupaten Probolinggo, berkenalan dengan Rofik melalui media sosial. Janji Rofik untuk memperkenalkan korban kepada orang tuanya menjadi alasan untuk menggiringnya ke tempat yang sepi. Perjalanan bertemu itu berlangsung di Jalan Cokroaminoto, Kota Probolinggo, di mana Rofik dan Humaidi menunggu di samping jalan untuk mengejutkan korban.

Dalam aksinya, kedua pelaku mengikat korban dengan tali tampar dan menyeretnya ke lokasi kejadian. Setelah korban kehilangan kesadaran, mereka melakukan pembunuhan sadis dan kemudian memerkosanya secara bergiliran sebelum membuang mayat ke dalam sumur. Modus ini dipilih untuk menutupi jejak mereka, sekaligus menghindari kecurigaan warga setempat.

Detail Kasus dan Penyelidikan

Dilansir dari laporan polisi, korban ditemukan dalam kondisi terluka dan berdarah di sumur yang kedalaman sekitar 3 meter. Mayat korban dibungkus dalam kain dan dibiarkan berada di dasar sumur. Setelah menemukan bukti, petugas mengumpulkan keterangan dari warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut. Rofik dan Humaidi berupaya menghilangkan bukti dengan membakar pakaian korban dan mengambil sepeda motornya sebagai alat transportasi.

Proses penyelidikan juga menemukan bahwa pelaku menggunakan strategi untuk menyembunyikan identitas korban. Mereka menghubungi teman dekat korban untuk mengubah rencana pertemuan menjadi penggianan malam. Dengan dukungan teknologi investigasi, polisi berhasil memperoleh bukti yang mengarah ke dua pelaku. Saat ini, kasus ini sedang diselidiki lebih lanjut untuk menentukan motif pasti dari tindakan pembunuhan dan pemerkosaan tersebut.

Motif dan Dampak

Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi menemukan bahwa ekonomi menjadi faktor utama dalam kejadian ini. Rofik dan Humaidi memerkosa korban dan membunuhnya agar bisa menguasai sepeda motor milik korban. Motif ekonomi ini terungkap setelah polisi mengumpulkan bukti-bukti seperti kesaksian saksi dan barang bukti. Selain itu, keterlibatan kedua pelaku dalam aksi tersebut menunjukkan pola kejahatan yang terencana dan sadis.

Kasus ini menyisakan dampak psikologis pada masyarakat Desa Alas Kandang. Warga menggambarkan kejadian sebagai tragedi yang memicu kecemasan dan ketakutan terhadap kejahatan seksual. Dengan penangkapan dua pelaku, polisi berharap masyarakat bisa kembali tenang dan mencegah terjadinya tindakan serupa di masa depan. Proses hukum juga dimulai dengan pelaku dijerat Pasal 249 UU No. 23 Tahun 2023 tentang Pembunuhan.

Analisis dan Pemikiran Publik

Sejumlah warga mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap aksi kejahatan yang melibatkan dua pelaku. Mereka menyatakan bahwa kejadian ini menjadi contoh bagaimana tindakan kekerasan bisa terjadi di tengah kehidupan sehari-hari. "Kami terkejut karena kasus seperti ini bisa terjadi di daerah yang seolah aman," kata salah satu warga, Mardani, yang tinggal di dekat TKP.

Pembunuhan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh Rofik dan Humaidi menunjukkan kebutuhan mereka akan uang dan barang berharga. Polisi mengungkap bahwa pelaku memperkirakan korban akan memberikan jaminan keuangan sebelum membunuhnya. Dengan penangkapan ini, publik menunggu proses hukum yang transparan agar kasus ini menjadi pelajaran bagi masyarakat dan pengendalian kejahatan seksual bisa ditingkatkan.