Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Volume Transaksi QRIS Tembus 15 Miliar hingga Juli 2026, Pengguna Capai 67 Juta

Published September 7, 2026 · Updated September 7, 2026 · By Patricia Rodriguez - nusantaranews1.com

Foto : Patricia Rodriguez - nusantaranews1.com

QRIS Melampaui 15 Miliar Transaksi Domestik, Ekspansi Lintas Negara Terus Diperluas

Nusantaranews1.com – Pembayaran nontunai berbasis kode respons cepat kini menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi digital di Indonesia. Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), yang dikembangkan dan diawasi oleh Bank Indonesia, telah menunjukkan percepatan adopsi yang signifikan sepanjang tahun berjalan. Data terkini memperlihatkan bahwa skala penggunaan sistem ini tidak lagi terbatas pada transaksi ritel kecil-kecilan, melainkan telah merambah ke ranah perdagangan internasional dan menjangkau puluhan juta pelaku ekonomi di dalam negeri.

Skala Transaksi Domestik Mencapai Titik Kritis

Dalam forum Lampung Financial Festival yang digelar di Bandar Lampung pada Minggu (6/9/2026), Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta memaparkan capaian kumulatif volume transaksi QRIS hingga Juli 2026. Angka yang diungkapkannya menunjukkan bahwa total transaksi telah melewati ambang 15 miliar kali sejak sistem ini beroperasi secara nasional.

"Kita lihat transaksi sampai dengan bulan Juli 2026 itu sudah (volume transaksi) mencapai 15 miliar."

Perlu dicatat bahwa lonjakan ini terjadi di tengah percepatan transformasi digital sektor keuangan nasional. Pemerintah dan otoritas moneter telah mendorong pengurangan ketergantungan masyarakat terhadap uang tunai sejak beberapa tahun terakhir, dan QRIS menjadi instrumen utama dalam strategi tersebut. Pertumbuhan volume transaksi yang konsisten dari kuartal ke kuartal mengindikasikan bahwa perilaku konsumen dan pelaku usaha telah beradaptasi secara struktural terhadap metode pembayaran digital.

Jaringan Merchant dan Basis Pengguna yang Masif

Di balik lonjakan volume transaksi terdapat dua pilar utama: ketersediaan titik penerimaan pembayaran dan jumlah individu yang aktif menggunakan layanan. Hingga periode laporan, jumlah unit usaha atau merchant yang telah mengaktifkan penerimaan QRIS menembus 45 juta entitas. Angka ini, sebagaimana disoroti oleh Filianingsih, bahkan melampaui populasi beberapa negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.

"Lalu merchant pedagangnya yang menerima QRIS itu sudah 45 juta ya. Ini lebih besar daripada penduduk tetangga ya."

Sementara itu, dari sisi permintaan, masyarakat yang secara aktif memanfaatkan QRIS untuk keperluan pembayaran harian telah mencapai 67 juta orang. Angka tersebut mencakup berbagai segmen, mulai dari pedagang kaki lima hingga korporasi besar, serta mencakup transaksi lintas generasi yang menunjukkan penetrasi teknologi ke seluruh lapisan demografis.

"Dan penggunanya juga sudah 67 juta ya termasuk tadi ya teman-teman juga ya 67 juta. Dan ini terus meningkat dan QRIS ini dilayani oleh 96 bank, 60 non-bank, dan 4 switching."

Infrastruktur Penyedia Jasa Pembayaran yang Terdiversifikasi

Kapasitas ekosistem QRIS ditopang oleh jaringan penyedia jasa pembayaran yang sangat luas. Sebanyak 96 bank umum, 60 entitas non-bank (termasuk penyelenggara jasa pembayaran berizin dan fintech), serta empat operator switching bersama-sama memastikan ketersediaan layanan di seluruh wilayah Indonesia. Diversifikasi ini mengurangi risiko ketergantungan pada satu penyedia tunggal dan menjamin kontinuitas layanan bahkan ketika terjadi gangguan teknis pada salah satu kanal.

Keberadaan infrastruktur switching yang terpusat juga memungkinkan interoperabilitas antar-aplikasi pembayaran. Seorang pengguna tidak perlu memiliki rekening pada bank yang sama dengan merchant untuk menyelesaikan transaksi; cukup satu kode QRIS yang dapat dipindai oleh aplikasi mana pun yang terdaftar dalam ekosistem.

Ekspansi Lintas Negara: Enam Mitra Regional dan Global

Dimensi internasional QRIS menjadi sorotan tersendiri dalam paparan tersebut. Fitur transaksi lintas negara (cross border) memungkinkan pemegang kartu atau aplikasi pembayaran Indonesia melakukan transaksi langsung di luar negeri tanpa konversi mata uang manual. Hingga Juli 2026, konektivitas QRIS cross border telah aktif di enam negara: Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.

"Dan kita bukan cuman jago kandang ini QRIS ya, QRIS ini sudah cross border."

Nilai transaksi inbound — yaitu wisatawan atau warga negara asing yang menggunakan QRIS di Indonesia — tercatat sebesar Rp5,9 triliun, setara dengan 326,3 juta dolar AS, dengan volume 19,76 juta transaksi. Di sisi sebaliknya, transaksi outbound — warga negara Indonesia yang berbelanja di luar negeri menggunakan QRIS — mencapai Rp1,73 triliun atau setara 95,6 juta dolar AS dengan volume 4,32 juta transaksi. Rasio inbound yang jauh lebih besar dari outbound mencerminkan posisi Indonesia sebagai destinasi wisata dan pusat perdagangan regional yang aktif.

"Jadi sudah lintas negara. Kita sudah memiliki koneksi dengan enam negara yaitu Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan Cina ya."

Implikasi Praktis bagi Pelancong dan Pelaku Ekonomi

Bagi masyarakat yang kerap bepergian ke negara-negara mitra, konektivitas QRIS cross border menghapus kebutuhan untuk menukar mata uang secara fisik di money changer. Selama saldo pada rekening atau aplikasi pembayaran masih mencukupi, transaksi dapat diselesaikan langsung melalui pemindaian kode QRIS di merchant tujuan. Hal ini tidak hanya menghemat waktu dan biaya konversi, tetapi juga mengurangi risiko kehilangan uang tunai selama perjalanan.

"Dan jadi artinya kalau nanti teman-teman pergi ke enam negara itu nggak perlu pergi ke money changer, tidak perlu tukar uang di sana, cukup pakai handphone-nya asal ada saldonya ya jangan sampai nggak ada saldonya ya."

Ke depan, otoritas moneter mengindikasikan bahwa cakupan negara mitra berpotensi diperluas seiring dengan kesiapan infrastruktur pembayaran di yurisdiksi lain. Bagi pelaku usaha Indonesia yang memiliki rantai pasok lintas batas, integrasi QRIS juga membuka peluang efisiensi dalam penyelesaian pembayaran perdagangan kecil dan menengah. Dengan demikian, QRIS tidak lagi sekadar alat pembayaran domestik, melainkan telah bertransformasi menjadi jembatan konektivitas keuangan digital yang menghubungkan ekonomi Indonesia dengan jaringan perdagangan dan pariwisata kawasan secara lebih langsung dan transparan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Volume Transaksi QRIS Tembus 15 Miliar?

Volume Transaksi QRIS Tembus 15 Miliar is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Volume Transaksi QRIS Tembus 15 Miliar matter?

Volume Transaksi QRIS Tembus 15 Miliar matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.