Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Viral Tukang Cat Duco Diduga Palak Pekerja Billboard di Senen – Endingnya Ditangkap

Published Juni 16, 2026 · Updated Juni 16, 2026 · By Michael Jones

Viral Tukang Cat Duco Diduga Palak Pekerja Billboard di Senen, Akhirnya Ditangkap

Viral Tukang Cat Duco Diduga Palak - Kasus pemalakan yang menyeret seorang tukang cat Duco di Senen, Jakarta Pusat, kini menjadi sorotan publik setelah diunggah ke media sosial. Pemalakan ini diduga dilakukan terhadap seorang pekerja proyek pemasangan billboard, dan akhirnya pelaku berhasil ditangkap oleh polisi. Kejadian yang terjadi di sekitar Jalan Raya Salemba menimbulkan kekisruhan karena melibatkan pekerjaan kritis di area strategis.

Peristiwa Pemalakan yang Memicu Viral

Insiden ini diawali oleh aduan dari seorang pekerja yang sedang menyelesaikan proyek pemasangan billboard. Menurut laporan, tukang cat Duco yang bernama YM (43) diduga menegur korban dengan mengancam untuk menggeser mobil bak terbuka yang sedang digunakan sebagai alat kerja. Kejadian tersebut terjadi pada Minggu (14/6/2026) pukul 22.29 WIB, saat korban sedang bekerja di Jalan Kramat Raya.

Video kejadian yang diunggah oleh akun Instagram @jakartapusat.info menyebar cepat dan memicu perdebatan di media sosial. Pesan yang ditulis dalam caption mengatakan, "Tukang cat Duco di Senen malak-malakin orang kerja. Tolong Pemprov DKI sudah ganggu lalu lintas, ini nih orangnya malak-malakin orang kerja." Komentar tersebut menyoroti ketidakpuasan masyarakat terhadap praktik pemalakan yang melibatkan pekerja luar.

Proses Penangkapan dan Persiapan Kapolsek

Kapolsek Senen, Kompol Widodo Saputro, mengungkapkan bahwa timnya telah menangkap pelaku setelah menerima laporan dari warga. "Betul pelaku masih diamankan, saat ini sedang dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Widodo saat dihubungi pada Selasa (16/6/2026). Menurut keterangan polisi, YM tinggal di Kwitang, Senen, dan merupakan buruh harian lepas yang sedang mengikuti proyek pemasangan banner.

Dalam penyelidikan, petugas mengungkap bahwa pemalakan ini terjadi setelah YM menganggap mobil korban menghalangi tempat bekerjanya. Ia mengaku hanya ingin menegur korban untuk memperjelas area kerja. Namun, pihak korban mengklaim bahwa teguran tersebut berbentuk ancaman dan berujung pada konflik. Keterangan YM masih dalam penyelidikan, dengan polisi mencari bukti-bukti tambahan untuk memastikan tindakannya memenuhi kriteria pemalakan.

Latar Belakang Tukang Cat Duco di Jakarta Pusat

Tukang cat Duco atau pekerja kontraktor yang biasa menggunakan alat pemasangan banner dan baliho merupakan bagian dari tenaga kerja di sektor pemasangan iklan. Di Jakarta Pusat, khususnya di Senen, pekerjaan ini seringkali dilakukan di jalur lalu lintas yang padat, sehingga memicu konflik dengan warga dan pekerja lain. Pemalakan bisa terjadi karena rasa tidak puas terhadap penggangguan pekerjaan atau tuntutan ekonomi yang dianggap tidak adil.

Menurut sumber di lingkungan Senen, banyak tukang cat Duco yang bekerja secara mandiri dan menghadapi tekanan dari berbagai pihak. Beberapa laporan sebelumnya menunjukkan bahwa konflik serupa pernah terjadi di area sekitar, terutama ketika pekerjaan mengganggu akses transportasi. Kasus ini menjadi contoh bagaimana tindakan pemalakan bisa terjadi di tengah proyek besar yang sedang berjalan.

Proses Penyelidikan dan Keterlibatan Pemprov DKI

Setelah pelaku ditangkap, polisi berencana untuk menyelidiki lebih lanjut apakah tindakan YM termasuk dalam kategori pemalakan yang diatur dalam hukum. "Kita akan melihat apakah ada unsur pemaksaan atau kekerasan yang dilakukan," kata Widodo. Selain itu, kasus ini juga menjadi bahan evaluasi bagi Pemprov DKI terkait pengawasan terhadap proyek pemasangan billboard yang berdampak pada lalu lintas.

Beberapa warga mengungkapkan kekewatiran bahwa perusahaan pemasangan billboard bisa mengabaikan keamanan pekerja. "Kami mendukung tindakan polisi, tetapi juga menuntut perusahaan agar memastikan pekerjaan tidak mengganggu warga," tulis akun @jakartaekonomi pada media sosial. Dengan ditangkapnya YM, masyarakat berharap ada penegakan hukum yang konsisten untuk menekan praktik serupa di masa depan.

Respons dari Masyarakat dan Warga Senen

Insiden ini menimbulkan perdebatan di antara warga Senen. Sebagian menganggap YM layak ditangkap karena mengganggu pekerjaan, sementara yang lain menilai korban juga bersalah karena tidak memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. "Kita harus saling menghormati, kalau tidak ada kerusakan, mungkin bisa diatur," komentar warga sekitar Jalan Salemba.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses penangkapan tidak dipersulit dan dilakukan secara profesional. "Kita sudah berkoordinasi dengan pemilik proyek dan warga sekitar untuk memastikan kejadian ini tidak berulang," tambah Widodo. Ia juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan kejadian serupa agar tindakan pemalakan dapat dicegah sejak dini.

Dengan penangkapan YM, kasus ini menjadi pembelajaran penting bagi pekerja luar dan pihak pengusaha. Selain itu, masyarakat berharap pemerintah memberikan pelatihan atau pengawasan yang lebih ketat terhadap pekerja di area strategis. Pemalakan di Senen menunjukkan bahwa konflik bisa terjadi di mana saja, terutama ketika tindakan tidak kooperatif berulang tanpa adanya penegakan hukum yang tepat.