Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Trump: Iran Serius Ingin Negosiasi Lagi, Tunda Serangan Besar-besaran

Published Juli 25, 2026 · Updated Juli 25, 2026 · By Jessica Moore - nusantaranews1.com

Foto : Jessica Moore - nusantaranews1.com

Trump Ungkap Iran Serius Mau Negosiasi, Serangan Dikendorkan

Nusantaranews1.com – Trump - WASHINGTON — Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mulai mereda setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Teheran menunjukkan keseriusan untuk melanjutkan jalur diplomasi. Langkah ini bertujuan mengembalikan kondisi ke gencatan senjata yang sempat retak. Konflik kedua negara kembali meletus sejak 7 Juli silam, dipicu oleh perbedaan pandangan dalam pengelolaan jalur perairan strategis Selat Hormuz.

Karena alasan tersebut, Trump memutuskan untuk menunda rencana serangan besar-besaran terhadap Iran. Dalam pernyataannya di Gedung Putih, ia menjelaskan bahwa pihak Iran kini tampak lebih komit dalam proses perundingan.

“Kami sedang berbicara dengan mereka saat ini. Saya kira mereka semakin serius seiring berjalannya waktu, mungkin karena alasan yang jelas,” kata Trump, Sabtu (25/7/2026), seperti dikutip dari Anadolu.

Lebih lanjut, Trump menilai tingkat keseriusan Iran saat ini jauh melampaui apa yang pernah mereka lihat sebelumnya. Namun, ia menekankan bahwa hal itu bukan berarti proses negosiasi akan berhenti begitu saja. Ia ingin melihat perkembangan lebih lanjut sebelum mengambil keputusan final.

“Saya kira mereka jauh lebih serius daripada yang pernah kita lihat. Tapi itu tidak berarti kita berhenti sampai di sana. Kita lihat saja apa yang terjadi," ujarnya, melanjutkan.

Menanggapi pertanyaan mengenai keputusan untuk melancarkan serangan besar-besaran, Trump menegaskan bahwa hal tersebut belum terjadi. Ia menyatakan bahwa AS memiliki kemampuan untuk meningkatkan eskalasi jika diperlukan, dan pasukan mereka dalam kondisi siaga penuh.

“Kita bisa membawa hal itu ke tingkat yang jauh lebih tinggi jika mau, kita siap untuk melakukannya. Kita siap siaga dan siap untuk bertindak,” tuturnya.

Trump menambahkan bahwa pemerintahannya memiliki dua pendekatan utama terhadap Iran, yaitu diplomasi dan militer. Meskipun opsi militer tetap terbuka, ia lebih memilih jalur diplomasi sebagai solusi. Isu senjata nuklir menjadi salah satu poin krusial dalam hubungan kedua negara.

"Ini masalah besar. Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir," kata Trump.

Dia juga menegaskan bahwa seluruh tim negosiasi AS, yang dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance, telah siap kapan pun untuk memulai kembali perundingan dengan Iran.