Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Trade Expo Indonesia ke-41 Lampaui Target Transaksi, Kepala Bappisus: Sangat Membanggakan, Tingkatkan Lagi!

Published Oktober 20, 2026 · Updated Oktober 20, 2026 · By David Jackson - nusantaranews1.com

Foto : David Jackson - nusantaranews1.com

TEI 2026 Catat Potensi Transaksi US$22,94 Miliar, Lampaui Sasaran Awal

Nusantaranews1.com – Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, menghasilkan potensi transaksi senilai US$22,94 miliar. Nilai tersebut tercapai selama pameran yang digelar pada 14-18 Oktober 2026 dan melampaui sasaran awal sebesar US$17,5 miliar.

Realisasi potensi transaksi itu berada 31,1 persen di atas target. Hasil tersebut memperlihatkan besarnya minat pasar internasional terhadap beragam produk Indonesia, mulai dari komoditas pangan hingga produk bernilai tambah dari sektor usaha kecil dan menengah.

Keberhasilan penyelenggaraan TEI ke-41 didukung kerja bersama pemerintah, perwakilan perdagangan Indonesia di berbagai negara, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan lain. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperluas pertemuan antara eksportir nasional dan calon pembeli dari luar negeri.

Produk Indonesia Masih Memiliki Ruang Pengembangan

Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aries Marsudiyanto, menyambut positif capaian transaksi yang menembus target. Meski begitu, ia menilai peningkatan kualitas dan kapasitas produksi lokal tetap perlu menjadi perhatian agar peluang ekspor dapat berkembang lebih jauh.

“Trade Expo Indonesia tahun 2026 ini sangat membanggakan ya, karena melebihi target yang kemarin estimasi untuk transaksi 17,5 miliar US Dollar, sekarang 22,94 miliar US Dollar. Namun demikian, ini merupakan angka yang bisa kita tingkatkan lagi karena setelah kita evaluasi dari segi quality dan quantity produk-produk Indonesia ini masih bisa ditingkatkan,” kata Aries pada Minggu (18/10/2026).

Aries menilai Indonesia mempunyai posisi yang kuat untuk menjadi mitra perdagangan strategis bagi banyak negara. Keunggulan tersebut tidak hanya ditopang oleh produk UMKM, tetapi juga peluang yang tumbuh dari sektor digital. Perbaikan mutu, konsistensi pasokan, dan perluasan kapasitas produksi menjadi unsur penting agar pelaku usaha dapat memenuhi kebutuhan pasar internasional secara berkelanjutan.

Dengan wilayah yang luas dan kebutuhan domestik yang beragam, Indonesia juga dikenal sebagai pasar yang besar bagi produk impor. Namun, pada saat yang sama, industri nasional menghasilkan berbagai jenis barang yang berpotensi dipasarkan keluar negeri. Kondisi ini membuka ruang kerja sama perdagangan yang saling menguntungkan antara Indonesia dan negara mitra.

“Jadi sampai saat ini ekspor Indonesia juga meningkat terus, ya sehingga negara-negara yang akan bekerja sama dengan Indonesia. Ya ke depan ini potensial ya untuk sama-sama bisa mengembangkan dalam industri perdagangannya,” ujar Aries.

India hingga Jepang Masuk Pasar Potensial Terbesar

India menjadi negara dengan potensi nilai transaksi terbesar dalam TEI 2026. Posisi berikutnya ditempati Belanda, Bangladesh, Uni Emirat Arab, dan Jepang. Komposisi tersebut menunjukkan jangkauan pasar pameran tidak terbatas pada satu kawasan, melainkan mencakup Asia, Timur Tengah, dan Eropa.

Kelompok produk dengan peluang transaksi paling besar meliputi makanan dan minuman, perhiasan, produk kayu, produk pertanian, serta kertas. Ragam kategori ini mencerminkan luasnya basis produk ekspor Indonesia, dari hasil olahan pangan dan pertanian hingga manufaktur serta kerajinan.

Dari sisi peserta, TEI ke-41 menghadirkan 1.873 ekshibitor. Jumlah ini melampaui sasaran 1.500 perusahaan sebesar 24,9 persen. Kehadiran ribuan peserta memberi ruang yang lebih besar bagi eksportir untuk memperkenalkan produk, membangun komunikasi bisnis, dan menjajaki pasar baru.

Pameran tersebut juga mencatat 9.600 buyer terdaftar dari 151 negara. India, Malaysia, Tiongkok, Arab Saudi, dan Taiwan menjadi lima mitra dagang dengan jumlah buyer terbanyak. Tingginya kehadiran calon pembeli dari berbagai negara menjadi modal penting bagi perusahaan Indonesia untuk membuka jaringan dan menerjemahkan pertemuan dagang menjadi kerja sama yang lebih konkret.

Pengunjung Naik Lebih dari 31 Persen

Minat terhadap TEI ke-41 juga terlihat dari jumlah pengunjung yang menembus lebih dari 45.287 orang. Angka tersebut meningkat 31,08 persen dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya. Pertumbuhan pengunjung memperluas peluang promosi, baik bagi perusahaan besar maupun UMKM yang ingin memperkenalkan produk mereka ke pasar yang lebih luas.

Bagi pelaku usaha, pameran dagang bukan sekadar ruang untuk menampilkan produk. Forum seperti TEI dapat menjadi tempat untuk memahami kebutuhan buyer, menguji respons pasar, memperluas relasi bisnis, dan membicarakan persyaratan yang diperlukan sebelum kontrak perdagangan terbentuk.

Kemendag Kawal Kesepakatan hingga Pascapameran

Kementerian Perdagangan menyiapkan strategi terpadu agar momentum TEI tidak berhenti ketika pameran selesai. Pendekatan itu dibagi ke dalam tiga tahap, yakni penjajakan kerja sama bisnis sebelum pameran, pelaksanaan business matching saat acara berlangsung, serta pengawalan kesepakatan setelah pameran berakhir.

Pada tahap awal, perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri membantu mempertemukan pelaku usaha nasional dengan calon buyer. Pertemuan bisnis kemudian dilanjutkan selama TEI berlangsung. Setelah itu, kesepakatan yang telah terjalin akan dikawal agar dapat berkembang menjadi transaksi nyata dan kontrak dagang.

“Kami tidak berhenti pada penyelenggaraan pameran. Kementerian Perdagangan bersama perwakilan perdagangan di luar negeri akan terus memantau dan mengawal kesepakatan yang terjalin selama TEI. Harapannya, kesepakatan tersebut dapat berkembang menjadi kontrak dagang dan memberikan kontribusi nyata terhadap kinerja ekspor nasional,” ujar Menteri Perdagangan Budi Santoso.

Potensi transaksi US$22,94 miliar menjadi capaian penting bagi TEI ke-41. Namun, nilai akhirnya akan sangat ditentukan oleh tindak lanjut setelah pameran, termasuk kemampuan eksportir memenuhi standar mutu, menjaga ketersediaan barang, dan membangun hubungan bisnis jangka panjang dengan pembeli internasional.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Trade Expo Indonesia ke 41 Lampaui?

Trade Expo Indonesia ke 41 Lampaui is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Trade Expo Indonesia ke 41 Lampaui matter?

Trade Expo Indonesia ke 41 Lampaui matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.