Topics Covered: Rosan soal WNA Australia Luke Thomas Mahony Jadi Bos PT DSI: Banyak Pengalaman-Bisa Bahasa
Rosan Jelaskan Alasan Luke Thomas Mahony Jadi Bos DSI: Pengalaman dan Kemampuan Berbahasa
Topics Covered -
Intro
Topics Covered, Jakarta – Menteri Investasi dan Hilirisasi serta CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani memberikan penjelasan terkait penunjukan Luke Thomas Mahony, warga negara Australia, sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). Dalam wawancara dengan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Rosan menekankan bahwa keputusan ini didasari oleh pengalaman luas dan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Indonesia yang dimiliki Mahony.
Latar Belakang Pemilihan Luke Thomas Mahony
Rosan menyebut bahwa penunjukan Mahony sebagai bos DSI merupakan hasil evaluasi mendalam terhadap track record profesionalnya. Menurut Rosan, Mahony memiliki pengalaman signifikan dalam bidang bisnis multinasional dan sektor pertambangan, terutama selama menjabat di Vale Indonesia Tbk (INCO). "Kemampuannya dalam memahami dinamika pasar dan mengelola tim berpengalaman menjadi alasan utama," ujar Rosan.
“Ini bukan keputusan sembarangan. Kita sudah melihat banyak pertimbangan, termasuk pengalaman sebelumnya di perusahaan besar dan kemampuan berbahasa Indonesia yang sangat baik. Jadi, dengan memiliki wawasan global dan kekuatan lokal, Mahony diharapkan bisa meningkatkan kapasitas DSI,” tambahnya.
Pengalaman dan Jaringan Global
Rosan menyoroti bahwa Mahony tidak hanya memiliki pengalaman teknis, tetapi juga jaringan luas yang bisa mendukung ekspansi bisnis DSI. Menurutnya, penunjukan ini juga sejalan dengan kebutuhan perusahaan untuk menghadapi tantangan di pasar internasional. "Dengan latar belakang internasionalnya, Mahony bisa menjadi jembatan antara bisnis lokal dan global," jelas Rosan.
“Kami ingin tim DSI lebih kompetitif. Jaringan dan pengalaman Mahony selama ini, baik di Vale maupun di perusahaan multinasional lainnya, sudah terbukti. Dengan begitu, keputusan ini diharapkan memberi dampak positif untuk pertumbuhan perusahaan,” ucap Rosan.
Strategi Meningkatkan Kapasitas Manajemen
Rosan juga menegaskan bahwa penunjukan Mahony adalah bagian dari strategi untuk memperkuat kapasitas manajemen DSI. Menurutnya, perusahaan perlu membangun tim yang bisa menyesuaikan diri dengan dinamika pasar yang semakin kompleks. "Dengan adanya warga negara asing seperti Mahony, DSI bisa mendapatkan perspektif baru dalam pengambilan keputusan," tambah Rosan.
“Kami sedang membangun tim yang lebih solid. Ini adalah tahap awal untuk memperkuat struktur manajemen dan memastikan keberlanjutan bisnis. Penunjukan Mahony diharapkan menjadi salah satu pilar dalam proses tersebut,” jelas Rosan.
Peran Luke Thomas Mahony di DSI
Sebagai sosok asing yang diangkat menjadi Direktur Utama DSI, Mahony diharapkan bisa membawa pengalaman internasional ke dalam operasional perusahaan. Rosan menambahkan bahwa Mahony juga memiliki kemampuan dalam mengelola proyek-proyek strategis, terutama dalam bidang sumber daya alam. "Pengalamannya dalam proyek pengembangan bisnis sebelumnya bisa menjadi referensi untuk DSI," ujar Rosan.
“Kami percaya bahwa Mahony bisa memberikan kontribusi signifikan dalam menghadapi tantangan di sektor pertambangan. Dengan pengetahuan dan keterampilannya, DSI bisa lebih adaptif dalam menghadapi perubahan pasar. Ini adalah contoh nyata dari kebijakan yang menekankan keberagaman dan pengalaman global,” kata Rosan.
Penutup
Rosan menegaskan bahwa keputusan menunjuk Mahony adalah hasil dari proses seleksi yang transparan. Ia mengungkapkan bahwa DSI akan terus mengoptimalkan kekuatan timnya, termasuk menghadirkan tokoh-tokoh berpengalaman seperti Mahony. "Topics Covered ini adalah bagian dari upaya kami untuk menciptakan tim yang bisa menghadapi berbagai tantangan di masa depan," tutup Rosan.