Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Dubes Iran Tegaskan Sikap soal Gaza usai Kesepakatan Damai dengan AS

Published Juni 27, 2026 · Updated Juli 21, 2026 · By David Jackson - nusantaranews1.com

Foto : David Jackson - nusantaranews1.com

Dubes Iran Tegaskan Sikap terhadap Gaza Pasca Kesepakatan Damai dengan AS

Nusantaranews1.com – Jakarta, 26 Juni 2026 – Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, memberikan pernyataan resmi terkait sikap Iran terhadap gencatan senjata di Gaza. Dalam wawancara bersama media, ia menggarisbawahi bahwa Iran tetap menolak penarikan senjata di wilayah tersebut, karena dinilai tidak memberikan manfaat bagi rakyat Palestina. "Topics Covered" juga menjadi fokus utama pembahasan mengenai hubungan internasional Iran dan Amerika Serikat setelah kesepakatan damai yang tercapai.

Perbedaan Situasi Lebanon dan Gaza

Dalam wawancara, Boroujerdi menjelaskan bahwa kondisi Lebanon dan Gaza sangat berbeda secara geopolitik. Menurutnya, wilayah Lebanon belum sepenuhnya diduduki oleh pasukan Israel, sedangkan Gaza sudah lama menjadi daerah yang terjajah. "Topics Covered" mencakup penjelasan bahwa Iran menganggap perjanjian damai dengan AS sebagai langkah yang memicu kekhawatiran terhadap kepentingan Palestina.

"Ketika suatu wilayah dijajah, masyarakat tidak akan merasa puas dengan gencatan senjata. Mereka menuntut akhir dari pendudukan dan pemulihan tanah yang direbut," ujar Boroujerdi. Ia menggunakan analogi Jakarta sebagai contoh, di mana jika ibu kota dikuasai oleh pihak tertentu selama beberapa minggu, masyarakat akan menolak gencatan senjata hingga wilayah itu kembali dibebaskan.

Dubes Iran juga menekankan bahwa pendudukan Israel di Gaza merupakan akar masalah utama yang harus diakhiri. "Topics Covered" dalam pernyataannya menyebutkan bahwa Iran terus mendukung gerakan perlawanan Palestina, termasuk Hamas, sebagai bagian dari upaya merebut kemerdekaan. Ia menyatakan, "Bebaskan, Bebaskan Palestina," yang menjadi pesan utama dalam kebijakan luar negeri Iran saat ini.

Tantangan dalam Mencapai Kesepakatan Damai

Kesepakatan damai antara Iran dan AS dianggap sebagai titik balik dalam hubungan keduanya. Namun, "Topics Covered" juga menggambarkan bahwa ada beberapa hambatan dalam menerapkan gencatan senjata di Gaza. Boroujerdi menyebut bahwa pendudukan Israel berlangsung terus-menerus, sehingga perjanjian yang hanya memberikan jeda senjata dinilai tidak cukup untuk mengubah kondisi di lapangan.

"Kita menginginkan gencatan senjata di Lebanon, tetapi tidak di Gaza. Di Lebanon, pendudukan tidak sepenuhnya menutup kemungkinan negosiasi, sementara di Gaza, rakyat menuntut kemerdekaan," tambahnya. Ia menjelaskan bahwa perjanjian damai dengan AS memicu perdebatan di dalam negara mengenai apakah langkah ini benar-benar menguntungkan Palestina atau justru memperkuat dominasi Israel.

Dubes Iran menegaskan bahwa Iran tidak akan menyokong gencatan senjata tanpa jaminan wilayah Palestina kembali bebas dari pendudukan. "Topics Covered" dalam wawancara ini mengungkap bahwa keputusan Iran terkait Gaza menjadi penanda konsistensi negara dalam menjaga kepentingan rakyat Palestina, meskipun adanya kesepakatan damai dengan Amerika Serikat.

"Kesepakatan damai dengan AS tidak membatalkan komitmen Iran terhadap Palestina. Justru, ini menunjukkan bahwa Iran tetap berpijak pada prinsip perjuangan kemerdekaan," tegas Boroujerdi. Dalam konteks ini, "Topics Covered" mencakup analisis terhadap dampak kesepakatan tersebut terhadap dinamika politik dan militer di wilayah Gaza.

Pernyataan Boroujerdi memperkuat posisi Iran sebagai penentang pendudukan Israel di Gaza. "Topics Covered" juga menyoroti bahwa kesepakatan damai dengan AS dilihat sebagai langkah politik yang terpisah dari kebijakan Iran terhadap Palestina. Ia menegaskan bahwa Iran tetap menyerukan kemerdekaan Gaza sebagai tujuan utama, meskipun dalam beberapa aspek, hubungan dengan AS memberikan manfaat strategis bagi negara-negara lain di kawasan.