Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Topics Covered: Bandara Kertajati bakal Disulap Jadi Pusat Bengkel Pesawat Hercules

Published Mei 23, 2026 · Updated Mei 23, 2026 · By Mary Jones

Bandara Kertajati Disulap Jadi Pusat Bengkel Pesawat Hercules

Topics Covered - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengumumkan rencana strategis untuk mengubah Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati menjadi pusat perawatan pesawat militer C-130 Hercules, yang dikenal sebagai MRO (Maintenance, Repair, dan Overhaul). Konsep ini bukan hanya membuka peluang pengembangan bandara, tetapi juga menciptakan ekosistem industri penerbangan baru di wilayah Jawa Barat.

Menurut Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, ide ini sudah dirancang sejak beberapa tahun lalu. Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan lahan yang luas di Bandara Kertajati, ditambah infrastruktur yang memadai, menjadi dasar untuk menjadikannya pusat logistik dan kargo udara yang berkelanjutan. Selain itu, transformasi ini diharapkan meningkatkan efisiensi bandara sekaligus menambah daya tarik bagi investor.

Kerja Sama Pemerintah dan Industri Penerbangan

Menurut pernyataan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F Laisa, pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait. Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Pengembangan Bandara Kertajati yang dipimpin oleh Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan pada 30 April 2026 menegaskan pentingnya integrasi antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan industri penerbangan.

Topics Covered - Di dalam kesempatan tersebut, Lukman menyampaikan bahwa BIJB Kertajati memiliki potensi besar untuk menjadi pusat bengkel pesawat Hercules. Selain menjadi tempat pemanfaatan MRO, bandara ini juga diharapkan menjadi penghubung penting antar kota dan memberi kontribusi signifikan pada perekonomian Indonesia bagian barat.

Dalam konteks strategi nasional, Bandara Kertajati dinilai sebagai infrastruktur yang mampu memperkuat sistem transportasi udara Indonesia. Pemangkasan waktu perawatan pesawat Hercules di lokasi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada bandara lain, seperti Soekarno-Hatta di Jakarta. Konsep Multi Airport System menjadi landasan utama untuk mencapai tujuan tersebut, dengan memastikan distribusi beban operasional pesawat militer lebih merata.

Potensi Ekonomi dan Keberlanjutan Infrastruktur

Topics Covered - Transformasi BIJB Kertajati menjadi pusat bengkel pesawat Hercules bukan hanya menguntungkan sektor pertahanan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan nilai tambah ekonomi lokal. Lukman menegaskan bahwa ini merupakan bagian dari upaya membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru, yang akan mendukung daya saing nasional di bidang transportasi udara.

Pembaruan fasilitas di Bandara Kertajati akan mencakup pengadaan alat bantu perawatan, laboratorium pengujian, serta ruang penimpanan untuk komponen pesawat. Proyek ini diharapkan selesai dalam 3-5 tahun, dengan dana yang berasal dari pengembangan pemerintah pusat dan swasta. Dengan begitu, Bandara Kertajati akan menjadi contoh sukses dalam pemanfaatan sumber daya infrastruktur yang tidak hanya bermanfaat saat ini, tetapi juga menghadapi tantangan masa depan.

Menurut Lukman, perubahan fungsi bandara ini juga akan memperkuat sistem logistik nasional. Pesawat Hercules, yang sering digunakan untuk mengangkut barang dan bantuan darurat, akan mendapat layanan perawatan yang lebih cepat dan terjangkau. Hal ini memberikan dampak positif pada distribusi barang di daerah terpencil, serta mendukung operasional pemerintah dalam menjaga keamanan dan ketersediaan alat transportasi udara.

Topics Covered - Di samping manfaat operasional, proyek ini juga menciptakan peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Lukman menyebutkan bahwa keberhasilan BIJB Kertajati sebagai pusat bengkel pesawat Hercules akan menjadi langkah penting dalam mengoptimalkan investasi di sektor transportasi. Selain itu, berbagai pelaku industri, seperti pabrikan mesin dan perusahaan logistik, akan ditarik untuk berpartisipasi dalam proses ini.

Manfaat dari transformasi ini juga terlihat dalam peningkatan keberlanjutan infrastruktur. Bandara Kertajati, yang saat ini tergolong tidak optimal, akan menjadi pusat aktivitas yang lebih dinamis. Seluruh keterlibatan sektor pemerintah dan swasta diharapkan menjadikan bandara ini sebagai bagian dari perencanaan transportasi udara yang lebih modern dan adaptif terhadap kebutuhan masa depan.