Terdeteksi Ditemukan di Indonesia – Pakar Sebut Hantavirus Bukan Hal Baru
Terdeteksi Ditemukan di Indonesia, Pakar Sebut Hantavirus Bukan Hal Baru
Terdeteksi Ditemukan di Indonesia – JAKARTA – Warga Indonesia kini cemas menghadapi penemuan kasus hantavirus. Informasi tersebut langsung memicu kekhawatiran masyarakat. Namun, menurut Ahli Epidemiologi dari Universitas Indonesia, Pandu Riono, virus ini bukan benda baru yang muncul di tanah air. Ia menjelaskan bahwa kasus hantavirus sudah ada sejak lama, bahkan terjadi secara berkala tiap tahun.
Kondisi yang Memungkinkan Penularan
Virus Hanta menyebar melalui tikus, hewan yang sering ditemukan di sekitar lingkungan manusia. Penularan bisa terjadi saat kotoran atau air kencing tikus menginfeksi area tempat tinggal manusia. Hal ini berpotensi menyebabkan penyebaran virus dari hewan ke warga. Risiko lebih tinggi mengenai kelompok rentan seperti lansia, penderita diabetes, atau orang dengan sistem imun yang lemah.
“Kalau orang itu nggak cukup bagus imunitasnya, kemungkinan dia akan mengalami gejala seperti flu, gitu. Tapi pada umumnya sih nggak berat, jadi bisa sembuh sendiri,”
Pandu menambahkan bahwa gejala yang muncul akibat infeksi virus ini umumnya tidak parah dan bisa diatasi dengan pengobatan biasa. Meski demikian, kondisi tertentu bisa menyebabkan gejala lebih serius, tergantung pada kekuatan daya tahan tubuh seseorang.
Update dari Kementerian Kesehatan
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat dua individu yang diduga terpapar virus Hanta. Kedua orang tersebut berada di Jakarta dan Yogyakarta. “Benar ada dua suspek,” kata Aji saat diwawancara oleh iNews Media Group melalui aplikasi chatting, Jumat (8/5/2026).
Belum diketahui secara pasti kapan dua kasus ini muncul dan seberapa lama gejalanya berlangsung. Namun, Aji menyatakan bahwa keduanya kini sudah dinyatakan negatif dan pulih. “Tapi hari ini saya dapat info keduanya sudah negatif dan sembuh,” ujarnya.