Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Saham SpaceX Anjlok – Kekayaan Elon Musk Menyusut Jadi Rp15 Kuadriliun

Published Juli 18, 2026 · Updated Juli 21, 2026 · By William Garcia - nusantaranews1.com

Foto : William Garcia - nusantaranews1.com

Nilai Saham SpaceX Turun, Kekayaan Elon Musk Berubah Jadi Rp15 Kuadriliun

Nusantaranews1.com – Pelemahan harga saham SpaceX telah menyebabkan kekayaan Elon Musk menurun secara signifikan, dengan nilai bersihnya kini mencapai Rp15 kuadriliun. Pada Kamis (16/7/2026), saham SPCX mencatatkan harga 131,11 dolar AS, menurun dari level IPO yang sebesar 135 dolar AS.

Melansir Forbes, perubahan ini mengakibatkan penurunan kekayaan Musk sebesar 22,6 miliar dolar AS atau setara Rp404 triliun (kurs Rp17.910 per dolar AS), meski ia masih mempertahankan posisi sebagai orang terkaya di dunia.

Penyebab Pelemahan Saham SpaceX

Perubahan drastis dalam nilai saham SpaceX terjadi setelah perusahaan mengalami fluktuasi yang signifikan sejak debutnya di bursa. Meski mengalami kenaikan tajam pada awal IPO, harga saham bergerak turun dalam 11 dari 17 sesi perdagangan. Faktor utama yang memengaruhi pelemahan ini antara lain ketidakpastian pasar terhadap keberlanjutan bisnis SpaceX, terutama setelah musim semi 2026, saat harga saham mencapai titik tertinggi sepanjang masa di atas 225 dolar AS per saham. Namun, penurunan tersebut mencapai lebih dari 38 persen sejak saat itu.

Musk sendiri memiliki kontrol dominan atas saham SpaceX, dengan kepemilikan sekitar 4,8 miliar lembar saham, ditambah 350 juta opsi saham tambahan. Selain itu, ia juga menguasai 700 juta lembar saham Tesla. Kekayaannya sempat mencapai puncak 1,45 triliun dolar AS pada 16 Juni 2026, tetapi kini berada di level 838,1 miliar dolar AS atau setara Rp15 kuadriliun. Perubahan ini terjadi karena harga saham SpaceX yang mengalami penurunan drastis.

Prospek Masa Depan dan Perbandingan dengan Pendiri Google

Meski mengalami penurunan, Musk tetap menjadi orang terkaya di dunia, mengungguli pendiri Google Larry Page dan Sergey Brin, yang masing-masing memiliki kekayaan sebesar 290,3 miliar dolar AS (Rp5,19 kuadriliun) dan 267,8 miliar dolar AS (Rp4,79 kuadriliun). Namun, kekayaannya turun dari 1,45 triliun dolar AS menjadi 838,1 miliar dolar AS dalam waktu singkat. Analis pasar mengatakan bahwa pelemahan saham SpaceX terjadi karena tekanan dari investor yang mempertanyakan kemampuan perusahaan untuk mempertahankan pertumbuhan jangka panjang.

Nilai saham SpaceX terus berfluktuasi, dengan perubahan yang memengaruhi kekayaan Musk secara langsung. Perusahaan ini menjadi bagian dari kelompok saham yang dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti perubahan kebijakan regulasi, persaingan industri, dan ketidakpastian ekonomi global. Pelemahan ini juga mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh perusahaan sektor teknologi, terutama setelah era kenaikan yang luar biasa sebelumnya.

Di sisi lain, industri aerospace dan teknologi masih menunjukkan potensi tumbuh, meski untuk saat ini, saham SpaceX mengalami penurunan. Perubahan ini juga memengaruhi reputasi Musk sebagai investor dan pendiri perusahaan yang sukses, tetapi ia tetap berada di puncak daftar orang terkaya. Analis Wall Street masih optimis, dengan beberapa pihak menyebutkan bahwa SpaceX memiliki fondasi yang kuat untuk pulih dalam jangka waktu beberapa bulan ke depan.

Pengaruh pada Bisnis Elon Musk

Pelemahan saham SpaceX memiliki dampak yang signifikan pada portofolio kekayaan Musk, yang terdiri dari beberapa perusahaan multinasional. Selain itu, kondisi ini juga mencerminkan ketidakstabilan pasar yang sedang berlangsung. Perusahaan seperti Tesla, yang juga dikendalikan Musk, terus menjadi sorotan, dengan sahamnya terpengaruh oleh perubahan dinamika pasar.

Perubahan ini mengingatkan bahwa kekayaan bersih seorang individu bisa berfluktuasi secara cepat tergantung pada kinerja perusahaan yang ia kelola.

Meskipun saham SpaceX mengalami penurunan, perusahaan ini tetap berada di jalur yang stabil, dengan pendapatan yang terus meningkat. Pemimpin industri ini juga berfokus pada inovasi seperti misi luar angkasa dan pengembangan teknologi kendaraan listrik, yang bisa menjadi faktor penyelamatan dalam jangka panjang. Saat ini, pasar masih menunggu kinerja lebih lanjut dari SpaceX, terutama dalam menghadapi persaingan dari perusahaan-perusahaan lain yang juga mengejar teknologi canggih.