Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Prabowo: Tak Boleh Bergantung kepada Bangsa Lain, Tidak Ada yang Kasihan!

Published September 20, 2026 · Updated September 20, 2026 · By Michael Jones - nusantaranews1.com

Foto : Michael Jones - nusantaranews1.com

Prabowo Tekankan Kemandirian Nasional di Hadapan Keluarga Besar Gontor

Nusantaranews1.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kemampuan sebuah negara memenuhi kebutuhan rakyatnya sendiri merupakan dasar penting bagi kemerdekaan yang sesungguhnya. Pesan itu disampaikan ketika menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menempatkan ketahanan pangan dan energi sebagai bagian dari kekuatan nasional. Ia mengingatkan bahwa ketergantungan yang terlalu besar kepada negara lain dapat menjadi persoalan serius, terutama ketika dunia menghadapi situasi politik dan ekonomi yang tidak menentu.

Swasembada Pangan Jadi Capaian Penting

Prabowo menyampaikan rasa syukur atas kondisi Indonesia yang telah mencapai swasembada pangan. Kemampuan menyediakan makanan bagi masyarakat dinilainya bukan sekadar pencapaian di sektor pertanian, melainkan bukti bahwa bangsa mampu mengurus kepentingannya sendiri.

“Alhamdulillah, Indonesia sudah swasembada pangan. Indonesia sudah bisa menghasilkan makanan untuk rakyatnya sendiri,” kata Prabowo.

Bagi negara dengan jumlah penduduk besar seperti Indonesia, ketersediaan pangan memiliki arti yang sangat luas. Pangan menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat, dari kebutuhan rumah tangga hingga kestabilan ekonomi. Karena itu, keberhasilan memenuhi kebutuhan makanan dari kemampuan sendiri menjadi unsur yang penting dalam menjaga daya tahan bangsa.

Prabowo menekankan bahwa sebuah negara tidak dapat disebut berhasil dan merdeka sepenuhnya apabila belum sanggup menghasilkan sesuatu yang dibutuhkan oleh rakyatnya. Kemandirian, dalam pandangannya, bukan hanya soal kebanggaan nasional, tetapi juga tentang kesiapan menghadapi perubahan keadaan di luar negeri.

Gejolak Dunia Menjadi Pengingat

Presiden turut menyinggung situasi geopolitik global yang masih diwarnai peperangan di sejumlah negara. Kondisi tersebut memperlihatkan bagaimana krisis di satu wilayah dapat berdampak pada banyak negara lain, termasuk melalui gangguan perdagangan, pasokan kebutuhan dasar, serta perubahan harga komoditas.

Dalam suasana dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia perlu memiliki kemampuan yang kuat untuk memenuhi kebutuhan pangan dan energi. Ketahanan pada dua bidang itu dipandang sebagai bagian dari langkah menjaga masyarakat agar tidak mudah terdampak oleh tekanan dari luar.

“Kita tidak boleh bergantung kepada bangsa lain. Kita tidak boleh berharap dikasihani bangsa lain. Tidak ada bangsa yang kasihan kepada kita,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa kepentingan nasional harus ditopang oleh kemampuan internal. Kerja sama dengan negara lain tetap menjadi bagian dari hubungan antarbangsa, tetapi kemampuan mengelola kebutuhan pokok sendiri tetap perlu diperkuat agar Indonesia tidak berada dalam posisi yang rentan.

Prabowo juga mengingatkan pentingnya tanggung jawab bersama dalam menjaga kekuatan negara. Ia menilai tidak ada pihak lain yang akan secara penuh mengambil peran Indonesia untuk melindungi kepentingan rakyatnya.

“Kalau kita tidak mampu mengurus, menjaga, dan memperkuat diri, tidak ada orang lain yang akan membantu kita. Percaya sama saya,” tuturnya.

Kesiapan Menghadapi Cuaca Ekstrem

Selain membahas kondisi global, Prabowo menyampaikan kesiapan pemerintah menghadapi kemungkinan cuaca yang tidak menguntungkan. Ancaman seperti El Nino dan kekeringan menjadi perhatian karena dapat memengaruhi produksi pertanian serta ketersediaan air di berbagai daerah.

Ia menyatakan bahwa langkah-langkah antisipasi telah disiapkan, bersamaan dengan kondisi cadangan pangan yang disebut cukup. Kesiapan tersebut penting agar perubahan musim atau gangguan iklim tidak langsung mengganggu kebutuhan masyarakat.

“Alhamdulillah, swasembada pangan sudah. Cadangan pangan kita cukup. Langkah-langkah kita sudah mengantisipasi cuaca yang tidak baik, El Nino, kekeringan. Kita siap,” pungkasnya.

Pernyataan mengenai cadangan pangan dan antisipasi cuaca menunjukkan bahwa swasembada tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan bahan makanan. Ketahanan pangan juga berkaitan dengan kemampuan menyimpan persediaan, mengelola distribusi, serta menyiapkan langkah saat produksi menghadapi risiko.

Pesan Kemandirian untuk Masa Depan

Resepsi Kesyukuran 100 Tahun PMDG menjadi ruang bagi Prabowo untuk menyampaikan pandangan lebih luas mengenai arah pembangunan bangsa. Kemandirian tidak hanya diletakkan pada sektor pangan, tetapi juga pada kemampuan negara menjaga energi, kekuatan ekonomi, dan ketahanan rakyatnya.

Pesan itu relevan bagi masyarakat karena ketahanan nasional pada akhirnya berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Ketika pasokan pangan terjaga dan negara siap menghadapi gangguan cuaca maupun gejolak dunia, masyarakat memiliki perlindungan yang lebih besar terhadap ketidakpastian.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia perlu terus memperkuat kemampuan sendiri. Dengan produksi pangan yang mencukupi, cadangan yang tersedia, serta kesiapan menghadapi risiko iklim, negara diharapkan dapat menjaga kebutuhan rakyat dan berdiri lebih kokoh dalam menghadapi tantangan global.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Prabowo?

Prabowo is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Prabowo matter?

Prabowo matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.