Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Polisi Tangkap 3 Pelaku Curanmor di Jaksel – Sita Pil Diduga Ekstasi

Published Juni 14, 2026 · Updated Juni 14, 2026 · By Patricia Rodriguez

Polisi Tangkap 3 Pelaku Curanmor di Jaksel, Sita Pil Diduga Ekstasi

Polisi Tangkap 3 Pelaku Curanmor di Jaksel - Dalam upaya memperkuat keamanan di kawasan Jakarta Selatan, polisi berhasil menangkap tiga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang beroperasi di area Pancoran. Operasi penyergapan dilakukan oleh Tim Patra Mako Satbrimob Polda Metro Jaya, yang bergerak cepat saat melakukan patroli rutin pada dini hari Sabtu (13/6/2026). Aksi penangkapan ini menjadi sorotan karena berhasil mengamankan tidak hanya barang bukti pencurian, tetapi juga barang-barang terkait narkoba, yaitu pil diduga ekstasi.

Deteksi dan Penangkapan Pelaku Curanmor

Kombes Henik Maryanto, Dansat Brimob Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa petugas mendapat informasi dari masyarakat tentang keberadaan tiga individu yang mencurigakan. Setelah melakukan analisis dan koordinasi, Tim Patra langsung melakukan pengejaran dan menangkap para tersangka. "Kami mendapatkan petunjuk dari keberadaan mereka selama patroli, lalu melakukan pemeriksaan secara mendadak," ujar Henik dalam konferensi pers, Sabtu (13/6/2026). Keberhasilan ini menunjukkan efektivitas operasi patroli yang rutin dilakukan untuk menangkal tindakan kriminal.

Dari hasil pemeriksaan, ketiga pelaku ditemukan membawa beberapa barang bukti, termasuk dua sepeda motor hasil pencurian, dua tas selempang, lima unit ponsel, serta tiga dompet. Selain itu, mereka juga ditemukan memiliki lima butir pil yang diduga mengandung bahan narkotika jenis ekstasi. Barang bukti ini diperoleh setelah petugas melakukan penggeledahan terhadap tempat kejadian dan personel menemukan alat isap narkoba di saku para tersangka.

Penangkapan ini terjadi setelah polisi memantau aktivitas curanmor di wilayah tersebut selama beberapa waktu. Tersangka yang ditangkap diduga aktif melakukan aksi pencurian di malam hari, dengan target utama kendaraan bermotor yang ditinggal dalam keadaan terbuka. Henik menambahkan bahwa operasi ini juga bertujuan mengungkap jaringan kejahatan yang tersembunyi di lingkungan kota. "Polisi terus meningkatkan kegiatan patroli untuk meminimalisir tindakan kriminal di sekitar warga," imbuhnya.

Barang Bukti dan Pengembangan Kasus

Polisi juga menyita barang-barang tambahan, seperti satu pod merek Foom, dua botol cairan Foom, satu cartridge kosong, dan satu cartridge berisi cairan etomidate. Etomidate adalah bahan kimia yang sering digunakan dalam narkotika, sehingga memperkuat dugaan bahwa para tersangka terlibat dalam aktivitas kejahatan ganda, yaitu curanmor dan penyalahgunaan narkoba. Dalam pemeriksaan lanjutan, barang bukti tersebut akan dikaji lebih dalam untuk memastikan jenis narkoba yang disita.

Pelaku curanmor yang berhasil ditangkap ini diduga memiliki modus operasi yang terencana. Mereka sering bekerja berkelompok, membagi peran dalam mengawasi target, dan mengambil kendaraan secara cepat. Polisi menemukan bukti bahwa para tersangka memanfaatkan waktu malam hari untuk melancarkan aksinya, karena minim pengawasan oleh warga. "Kami juga menemukan catatan transaksi kecil yang menunjukkan mereka terlibat dalam aktivitas jual beli kendaraan hasil curian," tambah Kombes Henik.

Kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana kegiatan patroli rutin dapat mengungkap tindakan kriminal yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Penyitaan pil ekstasi tidak hanya memperkuat keberadaan para pelaku dalam dunia narkoba, tetapi juga menunjukkan kepolisian terus berupaya menindaklanjuti laporan masyarakat. "Setiap informasi dari warga langsung ditindaklanjuti, dan hasilnya sangat menggembirakan," kata Henik. Selain itu, polisi juga menegaskan komitmen mereka untuk menurunkan angka kejahatan di wilayah Jakarta Selatan.

Dalam proses penangkapan, polisi menggambarkan para pelaku sebagai individu yang muda dan berpengalaman dalam pencurian. Mereka diduga memiliki relasi dengan pengguna narkoba, yang mungkin menjadi salah satu faktor motivasi aksinya. Dengan menangkap tiga pelaku curanmor, polisi telah mengurangi potensi aksi serupa di masa mendatang. "Kami berharap kasus ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar lebih waspada dan melaporkan kejadian serupa," sambung Henik.