Pakai Rompi Oranye – Bupati Sukoharjo Etik Suryani Ditahan KPK
Etik Suryani Ditahan KPK Setelah Terjebak OTT
Penahanan Terkait Dugaan Pemerasan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo
Nusantaranews1.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penahanan terhadap Bupati Sukoharjo Etik Suryani karena kasus dugaan pemerasan yang melibatkan pihak-pihak di lingkungan pemerintahan daerah tersebut. Penahanan dilakukan setelah proses operasi tangkap tangan (OTT) serta pemeriksaan yang berlangsung intensif. Pada hari Sabtu, 11 Juli 2026, Suryani dilihat mengenakan rompi oranye sebagai tanda tahanan KPK saat keluar dari Gedung Merah Putih KPK. Namun, ia tidak memberikan pernyataan apapun terkait penyelidikan yang sedang dijalani.
Dalam operasi yang sama, KPK juga menahan dua orang lainnya. Mereka adalah Richard Tri Handoko, kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Sukoharjo, serta Tri Mulyo, kepala Sub Bagian Rumah Tangga dan Perlengkapan pada Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) setempat. Setelah meninggalkan Gedung KPK, kedua tersangka langsung masuk ke kendaraan tahanan untuk dibawa ke Rumah Tahanan KPK.
Suryani tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Jumat, 10 Juli 2026, setelah terlibat dalam operasi tangkap tangan. Ia datang dengan iring-iringan enam kendaraan yang membawa para pelaku dalam penyelidikan tersebut. Saat turun dari mobil, Etik Suryani mengenakan masker hitam dan kemeja putih, dipadukan dengan jaket hitam. Ia tampak lelah dan menghindari respons terhadap pertanyaan media.
Etik Suryani juga terlihat berjalan goyah saat mendekati ruang pemeriksaan. Hingga saat ini, KPK belum merinci detail lengkap kasus yang ditangani, tetapi menyebut bahwa dugaan pemerasan menjadi inti penyelidikan. "Perkara ini berkaitan dengan dugaan pemerasan yang dilakukan oleh bupati terhadap perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.
"Perkara ini berkaitan dengan dugaan pemerasan yang dilakukan oleh bupati terhadap perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo," ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.