Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

New Policy: Respons Mendag soal Penutupan Puluhan Gerai Alfamart-Indomaret di Lombok Tengah

Published Mei 26, 2026 · Updated Mei 26, 2026 · By Jessica Moore

New Policy: Mendag Jelaskan Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret di Lombok Tengah

New Policy - Menyusul isu penutupan puluhan gerai ritel modern Alfamart dan Indomaret di Lombok Tengah, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan bahwa kebijakan ini bukan hasil tindakan ekonomi, melainkan implementasi New Policy yang berfokus pada penyesuaian perizinan dan tata ruang. Dalam wawancara terbaru, Budi menjelaskan bahwa Kemendag sedang berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menemukan solusi yang seimbang, terutama bagi para pekerja yang terdampak. New Policy ini diperkenalkan sebagai upaya memperkuat pengelolaan tata kota dan melindungi pertumbuhan usaha kecil.

Penyebab Penutupan Gerai Berdasarkan Regulasi Lokal

Menurut Mendag, kebijakan penutupan gerai ritel modern di Lombok Tengah dipicu oleh masalah perizinan yang belum memenuhi standar tata ruang wilayah. Ia menjelaskan bahwa otoritas penataan ulang ini diberikan sepenuhnya kepada pemerintah daerah, yang memiliki kebijakan lokal untuk mengoptimalkan penggunaan lahan. "New Policy ini tidak bertujuan mengganggu bisnis ritel, tetapi justru mendorong penyesuaian berdasarkan kondisi daerah masing-masing," ucap Budi.

"Kita sudah melihat berbagai masukan dari pihak pengusaha, tapi New Policy ini perlu disesuaikan dengan rencana tata ruang yang sudah ditetapkan. Jadi, tidak semua gerai harus ditutup, tapi hanya yang tidak sesuai dengan peraturan daerah," terangnya.

Langkah Kemendag untuk Mencegah PHK Massal

Kemendag menegaskan bahwa mereka tidak ingin menyebabkan PHK massal di Lombok Tengah. Budi menyampaikan bahwa pihaknya sedang meninjau berbagai alternatif, seperti pengalihan lokasi usaha atau penyesuaian prosedur bisnis agar tetap bisa beroperasi. "New Policy ini adalah upaya konservatif, tapi kita tetap membuka ruang dialog dengan para pengusaha dan pekerja," jelas Budi.

"Kalau ada penutupan gerai, kita pastikan ada solusi untuk para pekerja. Jadi, New Policy ini tidak hanya mengatur kebijakan, tapi juga memastikan kesejahteraan masyarakat yang terdampak," tambahnya.

Dalam konteks New Policy, Kemendag berharap bisa menciptakan keseimbangan antara pengembangan bisnis ritel dan keberlanjutan usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal. Dengan memperketat perizinan, pemerintah ingin mencegah penyebaran gerai-gerai besar yang mengambil ruang perdagangan dari usaha kecil. Namun, kebijakan ini juga menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak ekonomi terhadap ratusan karyawan yang terkena PHK.

Respons Publik dan Kritik terhadap New Policy

Isu penutupan gerai Alfamart dan Indomaret di Lombok Tengah memicu perdebatan di kalangan masyarakat. Banyak pihak mengkritik New Policy karena dinilai terlalu membatasi fleksibilitas bisnis ritel. Sementara itu, sejumlah kelompok masyarakat mendukung kebijakan tersebut, dengan alasan bahwa pengusaha besar perlu beradaptasi dengan peraturan tata ruang yang lebih ketat. "New Policy ini bisa jadi solusi jangka panjang, tapi perlu proses yang transparan," kata seorang aktivis.

"Mungkin ada kebijakan yang terlalu keras, tapi itu demi kepentingan rakyat. Jadi, New Policy ini seharusnya bisa diapresiasi, selama ada komunikasi yang baik dengan pengusaha," tambahnya.

Kasus penutupan gerai di Lombok Tengah juga menunjukkan bahwa New Policy sedang diujicobakan di berbagai daerah. Kemendag menyatakan bahwa kebijakan ini akan diterapkan secara bertahap, dengan pertimbangan khusus terhadap kebutuhan masyarakat dan kondisi ekonomi lokal. Dalam beberapa bulan terakhir, beberapa wilayah lain juga melalui proses penyesuaian perizinan sesuai dengan New Policy.

Pengembangan Regulasi untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi

Sebagai bagian dari New Policy, Kemendag juga menggencarkan program pengembangan UMKM di daerah-daerah yang mengalami perubahan tata ruang. Ia menekankan bahwa kebijakan ini tidak sekadar menutup gerai, tetapi juga memberikan peluang untuk mengembangkan usaha kecil yang lebih berkelanjutan. "Kita ingin menjamin bahwa UMKM bisa tetap berkembang, meskipun ada perubahan dari kebijakan nasional," ujar Budi.

"Dengan New Policy, kita bisa membangun ekosistem perdagangan yang lebih seimbang, di mana bisnis besar dan kecil bisa saling melengkapi," tambahnya.

Menurut data terkini, penutupan puluhan gerai di Lombok Tengah tidak hanya memengaruhi sektor retail, tetapi juga berdampak pada perekonomian daerah. Kemendag menyatakan bahwa mereka akan terus memantau dampak New Policy, termasuk keterlibatan pekerja, pengusaha, dan masyarakat secara keseluruhan. "New Policy ini adalah bagian dari kebijakan nasional untuk mendorong keadilan ekonomi dan stabilitas tata kota," tutup Budi.