News
⚡ Anda membaca versi AMP yang dioptimalkan — Lihat versi lengkap →
News

New Policy: Pertama di Jaksel, Taman Puring bakal Disulap jadi Ruang Ramah Disabilitas

Mary Jones ⏱ 3 min read

New Policy: Pertama di Jaksel, Taman Puring Bakal Disulap Jadi Ruang Ramah Disabilitas

Latar Belakang dan Tujuan Kebijakan Baru

New Policy – Dalam rangka mendorong inklusivitas sosial dan meningkatkan kualitas layanan publik, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan kebijakan baru yang mengubah Taman Puring di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menjadi ruang ramah disabilitas. Kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan publik yang lebih mudah diakses oleh penyandang disabilitas, baik fisik maupun non-fisik. Taman Puring, yang merupakan salah satu tempat rekreasi favorit warga setempat, akan diberi fasilitas khusus seperti jalan rata, tangga beroda, serta area penyandang disabilitas. Langkah ini menunjukkan komitmen Pemprov DKI dalam memberdayakan masyarakat penyandang disabilitas melalui aksesibilitas yang lebih baik.

Kebijakan baru ini berawal dari usulan Wali Kota Jakarta Selatan, M Anwar, yang secara langsung menyampaikan kebutuhan akan perubahan fungsional taman tersebut. Pramono Anung mengatakan, ia menerima proposal tersebut dan menyetujui untuk segera diimplementasikan. “Ini adalah bagian dari New Policy yang ingin kami perkenalkan,” ungkapnya saat peresmian kantor kecamatan Kebayoran Baru, Selasa (19/5/2026). Tujuan utama kebijakan ini adalah memastikan bahwa semua warga, terlepas dari jenis disabilitasnya, dapat menikmati fasilitas umum secara merata dan nyaman.

Proses Implementasi dan Rencana Kerja

Sebagai bagian dari New Policy, Pemprov DKI Jakarta berencana melibatkan tim khusus untuk mengembangkan desain taman yang lebih ramah disabilitas. Proses revitalisasi akan mencakup penggalian desain, pemasangan infrastruktur pendukung, serta konsultasi dengan para penyandang disabilitas untuk memastikan kebutuhan mereka terpenuhi. Pemimpin daerah Jakarta Selatan, M Anwar, mengatakan bahwa proposal ini akan diprioritaskan untuk dibahas sebelum tanggal 1 Juni 2026. “New Policy ini tidak hanya tentang fisik, tapi juga tentang perubahan mental dan budaya masyarakat agar lebih inklusif,” tambahnya.

Salah satu langkah utama dalam New Policy adalah membangun jalan rata di sekitar taman tersebut. Ini akan memudahkan akses bagi pengguna kursi roda atau orang yang menggunakan alat bantu berjalan. Selain itu, Pemprov DKI juga akan menambahkan area khusus untuk penyandang disabilitas yang meliputi spot bermain, tempat duduk, dan fasilitas toilet yang ramah. Selama upacara peresmian, Pramono Anung menekankan bahwa Taman Puring akan menjadi contoh sukses dalam mewujudkan New Policy yang fokus pada kemanfaatan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Manfaat untuk Penyandang Disabilitas

Dengan New Policy ini, Taman Puring diharapkan menjadi ruang yang lebih nyaman dan aman bagi penyandang disabilitas. Fasilitas yang dibangun akan membantu mengurangi hambatan fisik yang selama ini membuat mereka kesulitan mengakses tempat umum. “Ini bukan sekadar perubahan fisik, tapi juga perubahan mindset masyarakat,” jelas M Anwar. Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan mendorong partisipasi penyandang disabilitas dalam kegiatan sosial dan budaya, yang sebelumnya terbatas karena keterbatasan aksesibilitas.

Proyek ini juga melibatkan kolaborasi antara Pemprov DKI, pemkab Jakarta Selatan, dan organisasi penyandang disabilitas. Tim penasihat dari organisasi khusus akan terlibat dalam mengevaluasi desain taman agar sesuai dengan kebutuhan pengguna. “New Policy ini akan menjadi standar baru untuk ruang publik di Jakarta Selatan, dan kita ingin menjadi contoh untuk daerah lain,” tutur Pramono Anung. Dengan adanya taman yang ramah disabilitas, diharapkan terjadi peningkatan kualitas hidup masyarakat penyandang disabilitas, sekaligus mendorong pengakuan lebih luas terhadap isu inklusivitas.

“Kita sudah mencoba beberapa kali untuk merevitalisasi taman ini, tapi selalu tertunda karena kurangnya prioritas. Kini, New Policy membawa perubahan yang lebih besar,” ujarnya.

“Selain fasilitas fisik, kita juga ingin memperkenalkan kebijakan yang mendukung ekonomi dan pendidikan bagi penyandang disabilitas. Taman Puring akan menjadi titik awal dari inisiatif tersebut,” tambahnya.

Dengan New Policy yang sedang dijalankan, Pemprov DKI Jakarta menargetkan pengembangan lima taman ramah disabilitas di seluruh wilayah DKI. Taman Puring diharapkan menjadi yang pertama selesai pada akhir tahun 2026. Selain itu, kebijakan ini juga akan menstimulasi keterlibatan warga dan investor dalam proyek-proyek inklusif. “Ini bukan hanya kebijakan pemerintah, tapi juga kebijakan yang mendorong partisipasi aktif masyarakat,” tutur M Anwar. Revitalisasi Taman Puring akan menjadi simbol keberhasilan New Policy dalam menghadirkan ruang publik yang lebih adil dan layak bagi semua kalangan.

Bagikan artikel ini