News
⚡ Anda membaca versi AMP yang dioptimalkan — Lihat versi lengkap →
News

New Policy: Pemkot Jaksel Upayakan Jalan Rasuna Said Layak buat CFD Mulai Juni, Pejalan Kaki Nyaman

David Jackson ⏱ 3 min read

New Policy Jakarta Selatan: Jalan Rasuna Said Siap Jadi Lokasi CFD Juni, Pejalan Kaki Nyaman

New Policy Pemerintah Kota Jakarta Selatan sedang dijalankan untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki di Jalan Rasuna Said. Pemkot Jaksel menargetkan jalur ini layak digunakan sebagai lokasi Car Free Day (CFD) sejak Juni 2026, setelah evaluasi menyeluruh terhadap kondisi jalan sebelumnya. Masalah seperti genangan air dan permukaan aspal yang tidak rata menjadi fokus utama perbaikan, yang diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi masyarakat.

Evaluasi Infrastruktur dan Target Perbaikan

Pelaksanaan New Policy ini merupakan langkah strategis untuk menyelaraskan kebutuhan masyarakat dan visi pembangunan kota yang berkelanjutan. Dalam evaluasi terakhir, tim dari Pemkot Jaksel menyimpulkan bahwa beberapa aspek infrastruktur perlu diperbaiki agar sesuai standar keamanan dan kenyamanan. Beberapa titik kritis, seperti jalur masuk ke area parkir dan titik-titik rawan banjir, telah menjadi prioritas. Selain itu, pencahayaan dan fasilitas umum seperti tempat duduk dan jalur jalan yang lebih lebar juga dipertimbangkan dalam rencana perbaikan.

“New Policy ini tidak hanya fokus pada perbaikan fisik, tetapi juga merancang kota yang lebih inklusif dan manusiawi,” ungkap Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan, Rifki Rismal, Rabu (20/5/2026).

Konsep Ruang Bersama untuk Komunitas

Dalam rencana New Policy, Jalan Rasuna Said akan diubah menjadi ruang bersama yang lebih terbuka. Konsep ini menekankan keterlibatan aktif warga dalam penggunaan area publik. Pemkot Jaksel menyiapkan rencana penataan sepanjang sisi timur jalan tersebut, yang diharapkan selesai menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Jakarta 22 Juni 2026. Tujuan utamanya adalah memastikan keberlanjutan program CFD dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan perkotaan.

Perbaikan infrastruktur juga mencakup pemasangan trotoar yang lebih lebar dan pengerasan permukaan jalan untuk mengurangi risiko kecelakaan. Selain itu, revitalisasi lingkungan sekitar dengan penambahan pohon dan area hijau akan menjadi bagian dari New Policy ini. Pemkot Jaksel menegaskan bahwa keberhasilan perbaikan bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, pengelola bangunan, dan warga sekitar.

Persiapan untuk Aktivitas Sosial dan Ekonomi

Pelaksanaan New Policy di Jalan Rasuna Said dirancang untuk mendukung kegiatan sosial dan ekonomi kota. Area tersebut menjadi lokasi penting bagi bisnis dan aksesibilitas transportasi umum, sehingga penataannya harus optimal. Selain CFD, Pemkot Jaksel juga merencanakan acara budaya dan pameran kecil di sepanjang jalur tersebut, sebagai bagian dari inisiatif revitalisasi kota. Hal ini diharapkan meningkatkan keterlibatan warga dan menarik perhatian pengunjung dari luar daerah.

“New Policy ini bertujuan menciptakan ruang yang lebih nyaman bagi pejalan kaki sekaligus mendukung kota Jakarta Selatan menjadi lebih hijau dan ramah lingkungan,” tambah Rifki Rismal.

Respons Masyarakat dan Perkembangan Berikutnya

Sebelum pelaksanaan New Policy, Pemkot Jaksel telah mengumpulkan masukan dari warga sekitar melalui survei dan diskusi terbuka. Hasilnya menunjukkan kebutuhan akan akses yang lebih baik dan peningkatan kualitas ruang publik. Dengan adanya program perbaikan ini, diharapkan masyarakat lebih antusias mengikuti CFD dan aktivitas kota lainnya. Pemkot Jaksel juga berencana mengadakan uji coba sebelum resmi diluncurkan, untuk memastikan tidak ada hambatan dalam penerapan New Policy.

Kebijakan New Policy ini menjadi contoh nyata komitmen Pemkot Jaksel dalam memperbaiki infrastruktur kota. Dengan kesiapan yang lebih matang, Jalan Rasuna Said akan menjadi lokasi yang lebih baik untuk kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya. Selain itu, pelaksanaan New Policy di sini bisa menjadi model untuk jalur-jalan lain di Jakarta Selatan, terutama dalam menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan visi pembangunan berkelanjutan.

Bagikan artikel ini