News
⚡ Anda membaca versi AMP yang dioptimalkan — Lihat versi lengkap →
News

New Policy: Kemnaker Pastikan Kuota Program Magang Nasional Naik Jadi 150.000 Tahun Ini, Gaji UMP

Mary Jones ⏱ 3 min read

Kemnaker Umumkan Program Magang Nasional Dibuka untuk 150.000 Peserta Tahun Ini

New Policy – Sebagai bagian dari New Policy yang diumumkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), pemerintah Indonesia menetapkan peningkatan kuota magang nasional hingga 150.000 peserta pada tahun 2026. Pembaruan ini bertujuan untuk memberikan lebih banyak peluang kepada lulusan baru agar dapat segera berkontribusi dalam sektor ekonomi dan memperkuat keterampilan mereka sebelum memasuki dunia kerja. Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, menjelaskan bahwa program magang ini tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga memastikan peserta menerima penghasilan yang sepadan selama masa magang. Ini merupakan langkah strategis untuk mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kualitas tenaga kerja di Indonesia.

Penambahan Kuota Magang Nasional untuk Meningkatkan Akses Pekerjaan

Program magang nasional yang dibuka tahun ini memiliki kuota hingga 150.000 peserta, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Keputusan ini diambil dalam rangka mengakselerasi perekrutan tenaga kerja yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan industri. Pemerintah menargetkan magang akan ditempatkan di berbagai sektor, termasuk manufaktur, layanan, dan pertanian, serta melibatkan perusahaan swasta dan instansi pemerintah. Dengan peningkatan kuota ini, Kemnaker berharap dapat menciptakan jaringan magang yang lebih luas, memudahkan lulusan untuk memperoleh pengalaman langsung di lapangan, dan memperkuat kemitraan dengan dunia usaha.

Kuota Magang Nasional Ditingkatkan untuk Membantu Pemuda dan Lulusan Baru

Penambahan kuota magang nasional mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendukung generasi muda yang baru lulus dari pendidikan. Afriansyah Noor menyatakan bahwa program ini akan terbuka untuk semua lulusan SMA/SMK, D3, dan S1, serta memprioritaskan pemuda yang tinggal di daerah terpencil. “Peningkatan kuota ini bertujuan untuk menyelaraskan kebutuhan pasar kerja dengan keahlian yang dimiliki oleh peserta, sehingga mereka dapat langsung berkontribusi setelah lulus,” kata Afriansyah dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu (17/5/2026). Selain itu, program ini juga dirancang untuk memperluas akses magang ke daerah-daerah yang sebelumnya kurang mendapatkan perhatian.

“Para peserta yang bertugas di Jakarta akan menerima penghasilan sebesar 5,8 juta per bulan,” tambah Afriansyah, Minggu (17/5/2026).

Penghasilan sebesar 5,8 juta per bulan menjadi salah satu poin penting dalam New Policy ini. Angka tersebut dirasa cukup untuk menutupi kebutuhan dasar peserta magang, sekaligus memberikan motivasi bagi mereka untuk mengikuti program. Selain gaji, peserta juga akan mendapatkan sertifikasi kompetensi gratis yang merupakan bentuk pengakuan formal dari kemampuan mereka. Sertifikasi ini diharapkan dapat menjadi bekal tambahan saat mereka mencari pekerjaan di masa depan. Kemnaker menekankan bahwa program ini berjalan dalam sistem yang terstruktur, dengan mentor berpengalaman yang akan mengawasi proses pelatihan selama enam bulan.

Sertifikasi Gratis sebagai Penguatan Kualitas Pekerjaan

Sertifikasi kompetensi yang diberikan secara gratis menjadi salah satu keunikan dari Program Magang Nasional tahun ini. Yassierli, salah satu pengelola program, menjelaskan bahwa sertifikasi ini tidak hanya memudahkan peserta dalam memasuki dunia kerja, tetapi juga meningkatkan kredibilitas mereka di pasar tenaga kerja. “Sertifikasi ini diakui oleh berbagai lembaga, sehingga peserta bisa langsung berkompetisi di tingkat nasional,” ujarnya. Selain itu, sertifikasi akan mencakup berbagai bidang seperti manajemen, teknik, dan pelayanan, sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.

Kemnaker juga menyiapkan mekanisme penilaian yang ketat untuk memastikan peserta memenuhi standar kompetensi. Proses seleksi akan melibatkan evaluasi kelayakan dari lulusan, termasuk pengalaman dan minat mereka dalam bidang magang. Dengan adanya sertifikasi dan pelatihan yang terukur, program ini diharapkan bisa menjadi jembatan antara pendidikan formal dan pengalaman kerja praktis. New Policy ini juga menyasar peningkatan kesejahteraan peserta, dengan memastikan mereka tidak hanya belajar, tetapi juga mendapatkan pendapatan selama masa magang.

Bagikan artikel ini