News
⚡ Anda membaca versi AMP yang dioptimalkan — Lihat versi lengkap →
News

Mencekam! Suara Tembakan Guncang Gedung Parlemen Filipina – Polisi Buru Senator Buronan ICC

Elizabeth Jones ⏱ 2 min read

Suara Tembakan Guncang Gedung Parlemen Filipina, Polisi Buru Senator Buronan ICC

Mencekam Suara Tembakan Guncang Gedung Parlemen – Kejadian mencekam terjadi di Gedung Senat Filipina pada Rabu (13/5/2026), ketika suara tembakan menggema dan menciptakan suasana tegang. Peristiwa ini memicu kekacauan di lingkungan kantor senator, menyebabkan staf dan jurnalis berlarian kecil. Kepolisian Filipina, dalam upaya menangkap senator yang menjadi buronan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), memaksa masuk ke ruangan yang diduga menjadi tempat bersembunyi Dela Rosa. Suara tembakan guncang gedung parlemen ini menjadi fokus utama media lokal dan internasional.

Operasi Kepolisian di Gedung Senat

Dalam operasi yang berlangsung cepat, polisi mengumpulkan informasi dari sumber terpercaya untuk menemukan Dela Rosa. Senator ini telah berada di dalam gedung Senat sejak Senin (11/5/2026), berusaha menghindari kejar-kejaran yang terus berlangsung. Kepolisian Filipina mengklaim bahwa tindakan tersebut dilakukan karena Dela Rosa dianggap terlibat dalam berbagai kasus kekerasan selama masa pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte. Suara tembakan guncang gedung parlemen ini menegaskan ketegangan yang menghiasi situasi politik negara tersebut.

Kasus Buronan ICC dan Peran Dela Rosa

Sekretaris Senat Mark Llandro Mendoza mengungkapkan bahwa penyelidikan sedang berlangsung untuk memastikan tidak ada korban jiwa dalam operasi ini. Dela Rosa, mantan kepala kepolisian Filipina, menjadi target ICC karena dikaitkan dengan kebijakan keras dalam perang narkoba yang menciptakan kematian massal. Suara tembakan guncang gedung parlemen ini menjadi bagian dari upaya pihak berwenang untuk menangkap figur yang dianggap bertanggung jawab atas tindakan brutal selama masa pemerintahan Duterte.

“Kita sedang diserang,” kata Ketua Senat Alan Peter Cayetano, yang merupakan sekutu dekat Dela Rosa. Pria yang dikenal dengan julukan ‘Bato’ tersebut sebelumnya mendorong militer dan mantan rekan di Akademi Militer Filipina untuk menentang upaya penangkapan. Suara tembakan guncang gedung parlemen ini menggambarkan persaingan politik yang memanas antara pihak kepolisian dan senator yang dianggap kritis.

Perang narkoba yang dijalankan Duterte telah mengakibatkan ribuan korban, dengan banyak dari mereka menjadi korban pembunuhan terhadap pengguna dan pengedar narkoba. Dela Rosa, sebagai salah satu tokoh utama dalam kebijakan ini, berusaha mempertahankan reputasinya sebagai pelaku utama. Namun, suara tembakan guncang gedung parlemen ini menggambarkan tekanan dari organisasi internasional yang menuntut keadilan atas tindakan kekerasan yang terjadi.

Dalam upaya menangkap Dela Rosa, polisi juga melibatkan tim khusus yang mengawasi seluruh area Gedung Senat. Situasi ini memperlihatkan kerja sama antara lembaga lokal dan internasional dalam mengungkap pelaku kejahatan. Selain itu, operasi ini memicu perdebatan tentang apakah kebijakan Duterte masih berdampak signifikan dalam lingkup keadilan nasional.

Presiden Rodrigo Duterte sendiri telah ditangkap pada Maret 2025 setelah kembali dari Hong Kong. Ia langsung dibawa ke Belanda, memicu perdebatan internasional tentang kebijakannya dalam menangani peredaran narkoba. Suara tembakan guncang gedung parlemen ini menjadi salah satu simbol dari kontroversi yang terus memanas terkait dengan kebijakan kekerasan yang dilakukan selama pemerintahan Duterte.

Bagikan artikel ini