Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Meeting Results: Pedagang Pasar Angke Masih Bandel Buang Sampah di Jalan, Sanksi Tegas Menanti

Published Mei 22, 2026 · Updated Mei 22, 2026 · By Elizabeth Jones

Pedagang Pasar Angke Masih Bandel Buang Sampah di Jalan, Sanksi Tegas Menanti

Meeting Results - Hasil pertemuan terbaru antara pihak kelurahan dan kecamatan menunjukkan bahwa beberapa pedagang Pasar Angke di Jakarta Barat masih melakukan pembuangan sampah sembarangan di trotoar. Meski edukasi telah dilakukan sebelumnya, kondisi ini belum sepenuhnya teratasi. Kementerian Pemprov DKI Jakarta mengungkapkan, kebersihan kawasan Pasar Angke menjadi topik utama dalam rapat evaluasi yang dihadiri Camat Tambora, Pangestu Aji, serta perwakilan dari lingkungan sekitar. Hasil rapat ini mengisyaratkan langkah tegas akan diambil untuk mengatasi masalah yang berulang.

Kondisi Sampah di Pasar Angke Masih Memperihatinkan

Dalam rapat tersebut, Camat Tambora menyoroti bahwa sampah berupa kulit buah dan limbah lainnya masih menumpuk di jalan raya, menghambat pergerakan warga dan pejalan kaki. Ia mengatakan, sampah yang menumpuk hingga menutupi separuh trotoar berpotensi menyebabkan kecelakaan atau kemacetan. "Hasil rapat menunjukkan bahwa keterlibatan pedagang sangat besar dalam permasalahan ini," ujar Pangestu dalam siaran pers. Ia menambahkan, meski ada peningkatan kesadaran, masih banyak pedagang yang merasa kurang mampu mengelola sampah secara baik.

Permasalahan ini terjadi di kawasan Pasar Angke, yang merupakan salah satu pasar tradisional paling ramai di Jakarta Barat. Meski telah ada upaya untuk membangun tempat sampah pilah, beberapa pedagang masih membuang sampah ke jalan karena mengeluhkan keterbatasan ruang. Hasil rapat menyebutkan bahwa kebersihan kawasan menjadi tanggung jawab bersama, termasuk pengawasan dari kecamatan dan kelurahan serta partisipasi aktif para pedagang.

Langkah Pemerintah untuk Memperbaiki Kebersihan

Sebagai solusi jangka pendek, Pemprov DKI Jakarta menyatakan bahwa pihak kelurahan akan berkoordinasi lebih intensif dengan petugas pengumpul sampah umum (PPSU) untuk memperkuat pengawasan di area Pasar Angke. Hasil rapat juga menunjukkan bahwa 80 pedagang akan diberikan fasilitas tempat sampah pilah yang dapat digunakan secara teratur. Selain itu, tim kebersihan akan melakukan pembersihan rutin di sekitar pasar, termasuk menyapu dan mengangkut sampah yang sudah dikumpulkan.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif segera terlihat. Camat Tambora mengingatkan bahwa pedagang yang masih mengabaikan aturan akan mendapatkan sanksi tegas, termasuk denda atau penutupan sementara lapak mereka. "Pembuangan sampah di jalan bukan hanya mengganggu kebersihan, tetapi juga mengurangi kenyamanan warga," tegasnya. Hasil rapat menyebutkan bahwa pemerintah akan memastikan kebersihan tetap terjaga melalui pengawasan berkala dan penegakan aturan yang konsisten.

Sementara itu, pihak kelurahan mengungkapkan bahwa mereka telah mengadakan diskusi dengan para pedagang untuk mencari solusi bersama. Beberapa pedagang menyatakan kesediaan untuk mematuhi aturan jika ada fasilitas yang memadai. Hasil rapat menyebutkan bahwa upaya ini perlu dilakukan secara terus-menerus agar kebersihan pasar bisa menjadi prioritas utama. "Meeting results menunjukkan bahwa perubahan harus dimulai dari kepedulian pedagang dan masyarakat sekitar," kata salah satu perwakilan dari kelurahan.

Sebagai langkah jangka panjang, Pemprov DKI Jakarta berencana mengadakan rapat bersama PT KAI untuk menata kawasan pasar secara lebih menyeluruh. Dalam hasil rapat, disebutkan bahwa rencana ini melibatkan pemasangan alat pengumpul sampah di beberapa titik strategis serta pengaturan kembali posisi lapak pedagang agar tidak mengganggu lalu lintas. "Meeting results menunjukkan bahwa perubahan perlu dipandu oleh kerja sama yang baik antar stakeholder," tambah Pangestu. Ia menegaskan bahwa kebersihan Pasar Angke akan menjadi fokus utama dalam beberapa bulan mendatang.