Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Main Agenda: Prabowo Panggil Rosan ke Kertanegara Malam-Malam, Bahas Apa?

Published Juni 22, 2026 · Updated Juli 21, 2026 · By Elizabeth Jones - nusantaranews1.com

Foto : Elizabeth Jones - nusantaranews1.com

Main Agenda: Prabowo Panggil Rosan ke Kertanegara Malam-Malam, Bahas Apa?

Nusantaranews1.com – Sebagai bagian dari main agenda pembangunan nasional, Presiden Prabowo Subianto mengundang Rosan Roeslani, CEO Danantara yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi, ke kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta, pada hari Minggu (21/6/2026). Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta dalam mengembangkan ekonomi Indonesia. Main agenda yang diangkat dalam rapat tersebut menekankan pentingnya peran BUMN dan strategi pengembangan sektor-sektor unggulan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Proses Transformasi BUMN dan Langkah Penguatan Pariwisata

Pertemuan tersebut diunggah oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet, yang memperlihatkan kedatangan Rosan ke lokasi rapat. Hadir pula Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, yang turut memastikan keberlangsungan diskusi. Teddy menjelaskan bahwa main agenda yang dibahas melibatkan transformasi BUMN sebagai bagian dari upaya efisiensi dan meningkatkan tata kelola sektor strategis. "Mengelola aset bangsa dengan lebih baik untuk menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi rakyat," tulis Teddy dikutip dari @sekretariat.kabinet. Ia menekankan bahwa kebijakan ini bertujuan mempercepat modernisasi BUMN serta menarik investasi langsung di dalam negeri.

Dalam konteks main agenda, konsolidasi BUMN menjadi prioritas utama. Sampai saat ini, dari total 1.077 entitas BUMN, sebanyak 258 telah selesai dikonsolidasikan, dan rencananya akan terus ditingkatkan dengan target 300 entitas dalam waktu dekat. Transformasi ini diharapkan bisa meningkatkan efisiensi, memperkuat keberlanjutan kebijakan ekonomi, serta mengurangi beban biaya yang selama ini ditanggung negara. Rosan Roeslani, yang juga dikenal sebagai eksekutif papan atas di sektor perhotelan dan pariwisata, diperkirakan turut memberikan masukan terkait strategi penguatan sektor-sektor yang menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi. Beberapa topik yang dibahas termasuk peluang pengembangan pariwisata melalui acara olahraga, konser musik, serta industri kreatif yang dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan daerah.

Persiapan dan Harapan dari Masyarakat

Dalam main agenda tersebut, pemerintah juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara lembaga negara dan sektor swasta untuk mendorong hilirisasi produk dalam negeri. Rosan, yang pernah menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekoturisme, diduga akan menyampaikan rencana strategis untuk menarik investasi ke industri pariwisata. Pertemuan ini juga menyoroti peran kementerian dalam mengkoordinasikan kebijakan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Pihak penyelenggara menyatakan bahwa rapat yang berlangsung sejak malam hari tersebut bertujuan untuk menyusun strategi jangka panjang dalam pembangunan ekonomi Indonesia. "Kita perlu melihat main agenda ini sebagai titik awal dari transformasi besar yang akan menjangkau hingga sektor-sektor kecil," kata salah satu peserta diskusi yang tidak ingin disebutkan namanya.

Sebagai eksekutif yang dikenal aktif dalam sektor ekonomi, Rosan Roeslani berperan penting dalam membahas isu-isu yang relevan dengan kebijakan pemerintah. Ia dianggap memiliki wawasan luas terkait investasi langsung dan pengembangan ekonomi berbasis keunggulan lokal. Selain pariwisata, main agenda juga melibatkan diskusi mengenai peluang ekspor, peningkatan produktivitas industri, serta pengelolaan sumber daya alam yang lebih efektif. Kebijakan-kobijakan ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem bisnis yang lebih sehat dan menarik minat investor dari dalam dan luar negeri.

Dalam upaya mengimplementasikan main agenda, pemerintah menekankan kebutuhan adanya keterbukaan data dan transparansi kebijakan. Teddy Indra Wijaya menuturkan bahwa diskusi dengan Rosan akan menjadi referensi dalam menyusun kebijakan investasi yang lebih strategis. "Kita perlu memastikan bahwa main agenda ini selaras dengan kebutuhan masyarakat dan mampu memperkuat posisi Indonesia di tingkat global," tambahnya. Pertemuan ini juga menyoroti pentingnya peran BUMN dalam menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. Sebagai contoh, transformasi BUMN diharapkan bisa mengurangi risiko korupsi serta meningkatkan akuntabilitas dalam pengelolaan dana publik.

Langkah-langkah yang diusulkan dalam main agenda ini menuntut komitmen kuat dari seluruh pihak terkait. Rosan Roeslani, sebagai sosok yang terkenal dinamis, diharapkan bisa menjadi katalis dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi. Pertemuan tersebut juga dianggap sebagai penjembatan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan industri. Dengan main agenda yang jelas, pemerintah menginginkan adanya kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah pusat, daerah, serta sektor swasta. Harapan besar pun diarahkan kepada kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan setelah pertemuan ini, termasuk rencana penguatan kawasan ekonomi khusus dan peningkatan kapasitas SDM di sektor strategis.

Kehadiran Rosan ke Kertanegara pada malam hari menunjukkan komitmen tinggi dalam mengikuti main agenda yang dianggap sangat penting. Pertemuan ini bisa menjadi penanda awal dari banyak diskusi yang akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. Dengan menggabungkan wawasan Rosan sebagai seorang CEO dengan pengalaman pemerintahan Prabowo, langkah ini diharapkan mampu menciptakan solusi yang lebih komprehensif. "Mengubah cara kerja BUMN menjadi lebih efektif adalah bagian dari main agenda yang kita sepakati bersama," kata Teddy dalam pesan Instagramnya. Selain itu, pertemuan ini juga membuka peluang untuk mendorong kebijakan-kebijakan yang lebih terarah dalam pembangunan ekonomi nasional.