Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: Teddy Ungkap Alasan Prabowo Kerap ke Luar Negeri: Dunia Sedang Krisis, Pemimpin Harus Bangun Hubungan

Published Juni 2, 2026 · Updated Juni 2, 2026 · By Patricia Rodriguez

Teddy Ungkap Alasan Prabowo Sering Melakukan Perjalanan Luar Negeri

Latest Program - Dalam Latest Program terbaru, Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet, menjelaskan latar belakang kunjungan luar negeri yang rutin dilakukan Presiden Prabowo Subianto selama 1,5 tahun terakhir. Menurut Teddy, tindakan ini didasari oleh situasi krisis global yang memerlukan intervensi langsung dari pemimpin negara. “Dunia saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan, dan sebagai pemimpin, Prabowo harus membangun hubungan yang kuat dengan para kepala negara,” kata Teddy dalam video Instagram @sekretariat.kabinet, Senin (1/6/2026).

Krisis Global dan Tugas Pemimpin

Teddy menegaskan bahwa kunjungan Prabowo ke berbagai negara bukan sekadar simbol kekuasaan, melainkan strategi untuk menghadapi krisis yang mengancam stabilitas internasional. Dalam era ketidakpastian, pemerintah perlu membangun jaringan diplomatik yang solid. “Krisis protokoler seperti perang di Ukraina, Venezuela, dan Timur Tengah memaksa pemimpin negara untuk terlibat secara aktif,” jelasnya. Ia menyoroti bahwa Prabowo memulai masa jabatannya tepat di tengah gelombang perubahan politik dan ekonomi global.

“Dengan menghadiri berbagai acara internasional, Prabowo bisa mengamankan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemimpin dunia yang juga sedang menghadapi tantangan serupa,” tambah Teddy. Ia menekankan bahwa Indonesia tidak bisa mengandalkan bantuan dari negara lain saat krisis terjadi, karena hubungan yang baik harus dibangun sejak awal.

Capaian Nyata dari Diplomasi Internasional

Teddy memaparkan beberapa pencapaian nyata dalam diplomasi yang dilakukan Prabowo selama masa kepemimpinannya. Pertama, keikutsertaan Indonesia dalam kelompok BRICS, yang menjadi strategi untuk memperkuat posisi ekonomi dan keamanan negara. “Ini membawa manfaat seperti stabilitas pasokan BBM, subsidi yang terjaga, dan kepastian pasokan energi,” ujarnya. Kedua, perjanjian tarif 0 persen dengan Uni Eropa, yang sebelumnya sulit tercapai selama puluhan tahun.

Dalam Latest Program, Teddy juga menyebutkan bahwa investasi masif yang berhasil didapat mencapai Rp2.430 triliun. Ini mencakup kerja sama bisnis dengan Jepang dan Korea Selatan, serta beberapa negara Eropa lain. “Dukungan dari negara-negara tersebut menunjukkan kepercayaan dunia terhadap Indonesia sebagai mitra strategis,” lanjutnya. Selain itu, penguatan alutsista melalui kerja sama dengan Prancis, Amerika, Rusia, dan Tiongkok juga dianggap sebagai bentuk keberhasilan diplomasi.

“Kunjungan luar negeri Prabowo juga berdampak pada program ibadah haji, dengan berhasil menyelenggarakan haji tahun 2025 dan 2026. Indonesia menjadi satu-satunya negara yang memiliki kampung haji di Arab Saudi, dan ini menjadi bukti keberhasilan kemitraan dengan pemerintah Saudi,” pungkas Teddy. Ia menambahkan bahwa dukungan untuk Palestina melalui pengiriman bantuan logistik udara dan operasi kapal rumah sakit adalah bagian dari kebijakan luar negeri yang konsisten.

Strategi Pemimpin dalam Menghadapi Tantangan Global

Dalam Latest Program yang disiarkan, Teddy mengungkap bahwa Prabowo sering kali mengambil langkah proaktif untuk mengamankan kesejahteraan nasional. Kehadiran di berbagai forum internasional menjadi sarana untuk menegaskan kebijakan luar negeri dan mendorong kerja sama multilateral. “Dunia sedang berubah cepat, dan pemimpin harus selalu terjaga untuk menangkap peluang dan mengatasi ancaman,” katanya. Ia menyoroti bahwa setiap kunjungan luar negeri memiliki tujuan spesifik yang terukur.

Kunjungan ke Timur Tengah, khususnya ke negara-negara seperti Saudi, Qatar, Bahrain, dan UAE, dilakukan untuk memperkuat hubungan strategis dalam menghadapi krisis energi dan geopolitik. “Pemimpin harus selalu menantikan momen-momen kritis untuk membangun jaringan yang saling menguntungkan,” jelas Teddy. Ia juga menyinggung peran Prabowo dalam memulangkan warga negara Indonesia yang terjebak di laut lepas akibat konflik dengan Israel.

“Dalam Latest Program, Teddy menekankan bahwa konsistensi dalam diplomasi adalah kunci untuk membangun kepercayaan internasional. Tidak ada kebijakan yang bisa dijalankan tanpa komunikasi dan koneksi yang kuat,” pungkasnya. Ia menambahkan bahwa kinerja Prabowo dalam menyelenggarakan haji dan memperkuat alutsista menjadi bukti bahwa kunjungan luar negeri memiliki dampak langsung pada kehidupan rakyat Indonesia.