Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: Slovenia Larang Pesawat Israel Mendarat di Bandaranya, Kenapa?

Published Juni 4, 2026 · Updated Juni 4, 2026 · By Elizabeth Jones

Slovenia Larang Penerbangan Israel, Alasan Politik?

Latest Program - Pemerintah Slovenia mengambil langkah kontroversial dengan melarang penerbangan komersial maskapai Israel, Israir, mendarat di bandara-bandara negara tersebut. Pengumuman ini dibuat pada Rabu, 3 Juni 2026, yang secara resmi diumumkan melalui pernyataan Kementerian Luar Negeri Slovenia. Pesawat Israir, yang dioperasikan oleh maskapai Kroasia Trade Air, kini harus mengalihkan rute penerbangan mereka ke Zagreb, mengurangi kapasitas transportasi ke negara-negara di Eropa Timur.

Latar Belakang Larangan Penerbangan Israel

Pembatasan ini terkait erat dengan posisi Slovenia sebagai negara Eropa yang secara politik mendukung kebijakan Palestina. Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan media lokal, CEO Israir, Uri Sirkis, mengklaim bahwa larangan ini memiliki niat politis, terutama sebagai respons terhadap keputusan Israel menembak jatuh pesawat Iran beberapa waktu lalu. "Latest Program ini menunjukkan bahwa Slovenia ingin menunjukkan sikap konsisten dalam mendukung keadilan bagi Palestina," katanya.

Perubahan Kebijakan dan Tindakan Tegas

Sejak bulan Februari 2026, Slovenia telah memberlakukan kebijakan yang membatasi akses maskapai Israel ke wilayahnya. Keputusan ini memicu reaksi keras dari Kementerian Luar Negeri Israel, yang menuding bahwa pemerintah Slovenia sedang mengambil langkah taktis untuk memperkuat hubungan diplomatik dengan negara-negara Arab. "Latest Program ini menunjukkan bentuk tekanan terhadap kebijakan Israel, yang dinilai bertentangan dengan kepentingan regional," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel.

Sebelumnya, Israir telah menjalankan tiga penerbangan terjadwal setiap minggu ke Slovenia, yang menjadi bagian dari strategi koneksi internasional mereka. Kini, kebijakan ini memaksa maskapai tersebut mengalihkan jadwal ke destinasi lain, mengganggu jalur penerbangan yang telah terbangun selama bertahun-tahun. Selain itu, keputusan ini juga memengaruhi ekonomi lokal, karena Slovenia menjadi bagian dari rute penting bagi pengangkutan barang dan penumpang.

Badan Penerbangan Sipil Slovenia menyatakan bahwa larangan ini berlaku untuk semua penerbangan komersial dari dan ke Israel. Meski tidak ada batasan waktu spesifik, sumber internal mengungkapkan bahwa kebijakan ini diterapkan secara permanen. "Latest Program ini merupakan bagian dari upaya Slovenia untuk memperkuat aliansi politik dengan negara-negara anggota Liga Arab," jelas seorang pejabat pemerintah.

Sementara itu, masyarakat Slovenia terpecah. Sebagian besar pendukung kebijakan Palestina menyambut baik keputusan ini sebagai bentuk perlawanan terhadap kekuasaan Israel. Namun, sejumlah pengusaha dan pelaku pariwisata menilai ini akan merugikan ekonomi. "Latest Program ini bisa menjadi langkah yang kurang bijaksana jika tidak diberi peringatan lebih dulu," tulis seorang aktivis di media sosial.