Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: Momen Pramono Kaget Ditanya soal OTT Sampah, Dikira Kasus Korupsi

Published Juli 21, 2026 · Updated Juli 21, 2026 · By Jessica Moore - nusantaranews1.com

Foto : Jessica Moore - nusantaranews1.com

Latest Program: Pramono Kaget Saat Ditanya soal OTT Sampah yang Dikira Kasus Korupsi

Pengenalan Program OTT Sampah di Jakarta Selatan

Nusantaranews1.com – Dalam rangka mendorong kebersihan lingkungan, Latest Program yang digagas Pemerintah Kota Jakarta Selatan memberikan sorotan khusus pada operasi tangkap tangan (OTT) sampah. Tidak seperti operasi penyelidikan korupsi yang biasanya terkait dengan penyalahgunaan dana, OTT Sampah ini bertujuan untuk menindak pembuangan sampah sembarangan yang kerap mengganggu kota. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan kekagetannya saat ditanya tentang OTT tersebut, awalnya ia berpikir ini adalah bagian dari kasus korupsi yang sedang ditangani pihak berwajib. "Kaget banget ada OTT sampah, kamu buat saya deg-degan aja," ujarnya dalam wawancara di Pela Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).

OTT Sampah yang dijalankan oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Selatan menjadi sorotan karena menggambarkan upaya pemerintah dalam mengubah perilaku masyarakat terhadap sampah. Program ini berjalan sesuai dengan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026, yang menekankan pentingnya pemilahan sampah dari sumber. Pramono menjelaskan bahwa kebijakan ini dilakukan untuk mengurangi beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, yang sering menjadi titik kumpul sampah dari berbagai wilayah.

Proses Operasi dan Penindakan di Lapangan

Operasi OTT Sampah di Jakarta Selatan dilakukan pada Jumat (12/6/2026) dari pukul 20.00 hingga 04.00 WIB. Petugas gabungan dari Sudin LH, kepolisian, dan kelurahan menemukan delapan pelaku pembuangan sampah sembarangan di Jalan Sultan Iskandar Muda, Kebayoran Lama. Para pelaku ini dikenai sanksi berdasarkan Peraturan Daerah DKI Jakarta No. 13 Tahun 2022 tentang pengelolaan sampah. "Mereka akan dikenai denda melalui notifikasi WhatsApp sebagai bukti bahwa sanksi telah masuk ke kas daerah," kata Pramono, yang menekankan keberhasilan program ini dalam mengurangi ketergantungan pada pengangkutan sampah massal.

Menurut Pramono, Latest Program ini telah menunjukkan dampak nyata. Jumlah truk pengangkut sampah ke TPST Bantargebang berkurang signifikan, meski angka pastinya belum diungkapkan secara rinci. "Dulu setiap hari truk yang masuk ke Bantargebang sekitar 1.200, sekarang sudah lebih sedikit, bahkan beberapa waktu lalu mendekati 900-an," jelasnya. Ia menambahkan bahwa kebijakan ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang tanggung jawab pengelolaan sampah secara individu.

Upaya Meningkatkan Partisipasi Masyarakat

Pemerintah DKI Jakarta berupaya memperkuat partisipasi masyarakat dalam Latest Program ini. Dalam beberapa bulan terakhir, Sudin LH telah melibatkan petugas satuan tugas khusus untuk mengawasi pengelolaan sampah di berbagai titik strategis. Pramono menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berupa penindakan, tetapi juga edukasi dan sosialisasi. "Kami memberikan penjelasan tentang cara memilah sampah dan memberi sanksi yang lebih ringan untuk pelaku pertama," terangnya. Ia menegaskan bahwa perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini.

Dalam pelaksanaannya, OTT Sampah juga mengundang reaksi positif dari warga sekitar. Banyak masyarakat mengapresiasi upaya pemerintah dalam memperbaiki kualitas lingkungan. "Kami merasa lebih tertib karena ada penindakan langsung," kata salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya. Pramono berharap dengan Latest Program ini, masyarakat bisa lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan secara terus-menerus. "Ini adalah langkah awal, kami akan terus evaluasi dan perbaiki kebijakan sesuai kebutuhan," tambahnya.

Tindak Lanjut dari Operasi OTT Sampah

Setelah operasi OTT Sampah di Jakarta Selatan, pemerintah berencana melakukan pengecekan rutin di berbagai wilayah untuk memastikan konsistensi penerapan kebijakan. Sudin LH juga berkolaborasi dengan dinas terkait dan organisasi lingkungan untuk memperluas cakupan program. "Kami berharap bisa menjangkau lebih banyak area, tidak hanya di Jakarta Selatan saja," kata salah satu petugas. Pemprov DKI juga sedang merancang inisiatif baru, seperti penggunaan teknologi pemilahan sampah di tingkat RT, untuk mempercepat proses ini.

Sejauh ini, program ini telah mengurangi volume sampah yang masuk ke TPST Bantargebang hingga 30% dalam beberapa bulan terakhir. Pramono menuturkan bahwa angka ini menunjukkan efektivitas Latest Program dalam mengubah pola pengelolaan sampah. Namun, ia juga mengakui bahwa masih ada tantangan, seperti keengganan masyarakat awal terhadap sanksi atau kesulitan dalam memilah sampah secara benar. "Kami sedang memperbaiki sistem sanksi dan memperluas edukasi ke berbagai kelurahan," tambahnya.

Dengan Latest Program ini, Pemprov DKI Jakarta mencoba menggabungkan penindakan langsung dan pendekatan persuasif untuk mencapai keberlanjutan program. Pramono menegaskan bahwa pengurangan volume sampah dan peningkatan kualitas lingkungan adalah tujuan utama. "Ini adalah bagian dari upaya menyeluruh dalam menangani masalah sampah," ujarnya. Kebijakan ini juga menjadi referensi bagi daerah lain yang ingin menerapkan metode serupa dalam mengatasi pembuangan sampah sembarangan.