Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pramono Kaji Usulan Tarif Transjakarta Naik Jadi Rp5.000, Transjabodetabek Rp10.000

Published Juli 7, 2026 · Updated Juli 21, 2026 · By Michael Jones - nusantaranews1.com

Foto : Michael Jones - nusantaranews1.com

Key Discussion: Pramono Evaluasi Usulan Kenaikan Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek

Nusantaranews1.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sedang membahas usulan peningkatan tarif Transjakarta dan Transjabodetabek yang diberikan oleh Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ). DTKJ mengusulkan kenaikan harga tiket Transjakarta menjadi Rp5.000 per perjalanan, sedangkan Transjabodetabek ditawarkan sebesar Rp10.000. "Usulan ini akan dipelajari lebih lanjut oleh Pemerintah DKI Jakarta," jelas Pramono dalam wawancara di Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2026). "Kami sedang mempertimbangkan berbagai aspek sebelum mengambil keputusan."

Analisis Kebutuhan Subsidi dalam Rangka Key Discussion

Dalam Key Discussion terkini, Pemprov DKI Jakarta menegaskan bahwa kenaikan tarif merupakan langkah untuk menyesuaikan beban subsidi yang terus meningkat. Rute Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta, yang telah beroperasi sejak 12 Maret 2026 dengan tarif Rp3.500, dinilai kurang mampu mencukupi biaya operasional. "Dengan tarif Rp3.500, subsidi yang dikeluarkan pemerintah terus meningkat, sehingga kami harus melakukan penyesuaian," ujar Pramono. Ia menambahkan bahwa kebijakan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi sistem transportasi umum di Ibu Kota.

Kenaikan tarif Transjakarta menjadi Rp5.000 per perjalanan adalah bagian dari Key Discussion yang dijalankan DTKJ. Sugihardjo, ketua dewan transportasi tersebut, menjelaskan bahwa skema ini dirancang untuk meningkatkan keseimbangan pendapatan operator dan subsidi pemerintah. "Kami juga menyarankan skema tarif langganan bulanan, dimana pengguna bisa membayar Rp200.000 per bulan untuk mendapatkan diskon 20 persen dibandingkan pembayaran harian," kata Sugihardjo kepada wartawan, Jumat (3/7/2026).

Dalam Key Discussion, DTKJ juga mengusulkan tarif mingguan dan dua mingguan untuk pengguna Transjakarta. Meski nominal tarif tersebut masih dalam pembahasan, pihaknya menyatakan akan memberikan potongan harga yang lebih kecil dibandingkan langganan bulanan. "Ini adalah upaya untuk menjangkau lebih banyak pengguna, terutama yang membutuhkan transportasi harian," tambah Sugihardjo. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan keberlanjutan layanan bus kota tersebut.

Penyesuaian tarif juga memicu perdebatan di kalangan masyarakat. Banyak warga Jakarta menilai kenaikan harga tiket berdampak pada penggunaan transportasi umum, terutama bagi kalangan menengah ke bawah. Namun, DTKJ menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi ekonomi dan kebutuhan operator. "Key Discussion ini merupakan respons terhadap tekanan subsidi yang tidak bisa terus dibiarkan begitu saja," tambah Sugihardjo. Ia juga menekankan bahwa tarif langganan bulanan diusung untuk mengurangi beban pengeluaran pengguna yang sering melakukan perjalanan sehari-hari.

Key Discussion mengenai tarif Transjakarta dan Transjabodetabek telah mendapat respon positif dari pihak terkait. Dalam beberapa pertemuan, Pemprov DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta terus berdiskusi untuk menentukan skema tarif yang paling optimal. "Kami berharap keputusan ini dapat segera diumumkan, karena masyarakat sangat menantikan perubahan tersebut," kata Pramono. Ia menegaskan bahwa kenaikan tarif akan dilakukan secara bertahap agar tidak terlalu berdampak pada pengguna.

Langkah-Langkah Penerapan dalam Key Discussion

Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan beberapa langkah untuk memastikan keberhasilan penerapan kenaikan tarif dalam Key Discussion. Salah satunya adalah pengujian skema langganan bulanan di beberapa rute terlebih dahulu sebelum diterapkan secara menyeluruh. "Kami akan memantau respons masyarakat dan efektivitas skema ini sebelum memutuskan implementasi di semua jalur," ujar Pramono. Ia menambahkan bahwa ada kemungkinan penerapan tarif langganan akan dilakukan bertahap, agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna.

Key Discussion ini juga memperhatikan aspek kesejahteraan pengemudi dan karyawan transportasi. Dengan tarif yang lebih tinggi, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan operator dan mengurangi ketergantungan pada subsidi pemerintah. "Kenaikan tarif ini juga untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga, baik dalam hal kebersihan maupun kenyamanan," jelas Sugihardjo. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya memperbaiki sistem transportasi umum yang lebih terstruktur dan efisien.