News
⚡ Anda membaca versi AMP yang dioptimalkan — Lihat versi lengkap →
News

Key Discussion: Pramono Buka Opsi LRT Jakarta Tembus Bandara Soekarno-Hatta Lewat PIK 2

Elizabeth Jones ⏱ 3 min read

Pramono Buka Opsi LRT Jakarta Tembus Bandara Soekarno-Hatta via PIK 2

Pemprov DKI Jakarta Dorong Perluasan Jaringan Mass Rapid Transit

Key Discussion – Pada hari Minggu (17 Mei 2026), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan visi untuk mengembangkan jaringan LRT (Light Rail Transit) Jakarta hingga mencakup kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK). Usulan ini diungkapkan setelah ia meresmikan Kelenteng Tian Fu Gong di Riverwalk Island, PIK, Jakarta Utara. Pramono menegaskan bahwa proyek perpanjangan jalur LRT dari Ancol ke PIK 2 menjadi fokus utama dalam upaya mendorong integrasi transportasi yang lebih efektif.

Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat ke berbagai pusat aktivitas, termasuk Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). “Permohonan pertama untuk jalur LRT ini sudah mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat hingga Ancol,” kata Pramono dalam wawancara dengan wartawan. Ia menambahkan bahwa perpanjangan ke PIK 2 akan menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan kebutuhan transportasi dan keberlanjutan kota Jakarta.

“Permohonan pertama untuk jalur LRT ini sudah mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat hingga Ancol,”

Kebijakan ini didukung oleh berbagai pihak, termasuk anggota dewan dan masyarakat lokal. Pemprov DKI Jakarta berharap proyek ini bisa berdampak signifikan pada pengurangan kemacetan di kawasan utara Jakarta. Selain itu, Pramono menyebutkan bahwa ekspansi jalur LRT juga merupakan bagian dari Key Discussion dalam rencana pembangunan infrastruktur transportasi nasional.

Dalam Key Discussion, Pramono menyoroti pentingnya menghubungkan PIK 2 dengan Bandara Soetta. “Dari Ancol, jalur yang perlu dilanjutkan adalah hingga PIK 2, kemudian menghubungkan dengan bandara,” jelasnya. Niat ini mengingatkan kembali kesepakatan yang telah dibuat antara pemerintah daerah dan pusat beberapa tahun lalu. Di samping itu, ia juga mengingatkan bahwa proyek ini memerlukan koordinasi terus-menerus untuk memastikan keberhasilannya.

Progres Pekerjaan dan Strategi Pengembangan

Saat ini, jalur LRT Jakarta yang telah tersambung adalah dari Velodrome hingga Manggarai, yang segera diresmikan di bulan Agustus. Panjang jalur tersebut mencapai 12,2 km, melibatkan 11 titik, serta investasinya mencapai 11,5 triliun rupiah. Key Discussion menyebutkan bahwa proyek ini menjadi batu loncatan untuk pembangunan lebih lanjut, termasuk integrasi dengan Bandara Soetta.

“Saat ini, jalur yang sudah tersambung adalah dari Velodrome hingga Manggarai, yang segera diresmikan di bulan Agustus. Panjang jalur tersebut mencapai 12,2 km, melibatkan 11 titik, serta investasinya mencapai 11,5 triliun,”

Pramono juga memaparkan bahwa pihaknya sedang mengevaluasi kemungkinan perluasan jalur ke daerah lain, termasuk kawasan Dukuh Atas. Proyek tersebut masih dalam proses pembahasan persetujuan bersama pemerintah pusat. Key Discussion menggarisbawahi bahwa ekspansi LRT akan membuka aksesibilitas yang lebih baik bagi penduduk Jakarta, terutama di sepanjang jalur utara.

Adapun untuk kawasan PIK 2, Pramono menargetkan pengembangan infrastruktur transportasi yang menunjang kebutuhan ekonomi dan wisata. Sebagai pusat keuangan dan perhotelan, PIK 2 diperkirakan akan menjadi titik kumpul besar bagi wisatawan dan pekerja. Key Discussion menjelaskan bahwa penyelesaian proyek ini bisa mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dan mempercepat perpindahan antar kawasan.

Analisis Peluang dan Tantangan

Proyek perluasan LRT Jakarta ke Bandara Soetta menghadirkan peluang besar untuk menekan kemacetan di jalan utama seperti Jalan Layang dan Jalan Tol Jakarta-Merak. Dengan menghubungkan PIK 2 ke bandara, masyarakat bisa mengurangi waktu tempuh dan biaya transportasi. Key Discussion memperkirakan bahwa proyek ini akan meningkatkan kenyamanan penggunaan transportasi umum.

Tantangan utama yang dihadapi adalah koordinasi antara Pemprov DKI Jakarta dengan pemerintah pusat, terutama dalam hal izin dan dana. Meski ada persetujuan awal, Proyek LRT Ancol-PIK 2 masih memerlukan pengajuan tambahan untuk mempercepat pembangunan. Key Discussion menyebutkan bahwa keberhasilan proyek ini bergantung pada konsistensi kebijakan dan komitmen pihak terkait.

Kebijakan ini juga mendapat dukungan dari masyarakat. Banyak warga Jakarta berharap pengembangan LRT bisa memberikan solusi untuk masalah transportasi yang selama ini menghambat pertumbuhan kota. Dengan Key Discussion yang terus ditekankan, Pemprov DKI berharap proyek ini menjadi prioritas nasional dalam waktu dekat.

Bagikan artikel ini