Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Discussion: Kisah Mbah Marsiyah Jemaah Umur 105 Tahun, Pergi Haji Berkat Tabungan di Kaleng Bekas

Published Mei 22, 2026 · Updated Mei 22, 2026 · By Sarah Hernandez

Kisah Mbah Marsiyah, Jemaah Haji Berusia 105 Tahun

Key Discussion - Kloter SUB 112 tiba di Makkah pada Jumat (22/5/2026), membawa cerita unik tentang jemaah haji tertua dari Kabupaten Kediri. Mbah Marsiyah, seorang lansia berusia 105 tahun, selamat tiba di pemondokan tepat pukul 05.30 waktu Arab Saudi. Petugas dengan sigap membantu menurunkan beliau dari bus dan mengangkatnya ke kursi roda untuk menghindari kelelahan setelah perjalanan jauh.

Ibu Marsiyah mengumpulkan uang hajinya secara bertahap, dengan berdagang bubur dan jenang di pekarangan rumah. Setiap hari, uang hasil penjualan dimasukkan ke dalam kaleng bekas sebagai tabungan untuk ibadah haji. "Uangnya disimpan di kaleng, di lemari, hasil jualan bubur. Ada pohon sawo di depan rumah," tutur Mbah Marsiyah dengan suara bergetar haru.

"Dulu pernah jatuh saat di kamar mandi, lalu dibelikan tongkat oleh anak. Sekarang sudah tidak apa-apa,"

Sebelumnya, Mbah Marsiyah sempat mengalami insiden terjatuh di kamar mandi, hingga memerlukan alat bantu. Anak perempuannya terus memantau gerak-gerik beliau di Tanah Suci untuk mencegah risiko serupa. Kegiatan fisiknya dibatasi agar daya tahan tubuh tetap terjaga sebelum menjalani ibadah wukuf di Arafah.

Pengawasan Keluarga

Keluarga memberikan perhatian khusus terhadap mobilitas Mbah Marsiyah. Anak perempuannya mendampingi secara intens agar tidak ada hal yang mengganggu. Petugas kloter langsung mengantarkan beliau ke kamar yang sudah disiapkan setelah berbincang hangat. Saat ini, ia difokuskan untuk beristirahat sebelum memulai rangkaian ibadah wajib di Masjidil Haram.

Kisah Mbah Marsiyah menjadi contoh nyata tentang dedikasi yang terus mengalir meski usia menginjak senja. Tabungan dari kegiatan sederhana di rumahnya mampu mewujudkan impian berhaji yang selama ini diidamkannya. Kini, ia menikmati perjalanan spiritual pertamanya dengan langkah penuh rasa syukur.