Kemenag Bangun Kembali MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut akibat Banjir – Anggarkan Rp12 Miliar
Kemenag Bangun Kembali MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut akibat Banjir
Kemenag Bangun Kembali MIN 5 Pidie - Kementerian Agama (Kemenag) sedang menyiapkan rekonstruksi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Pidie Jaya, Aceh, yang rusak parah setelah terkena banjir besar akhir November 2025 lalu. Proyek pembangunan ini menyalurkan dana sebesar Rp12 miliar untuk memulihkan fasilitas sekolah dan membangun gedung baru di lokasi yang lebih aman. Kepala Kantor Wilayah Kemenag Aceh, Azhari, mengungkapkan bahwa pemulihan dilakukan di lahan seluas 6.200 meter persegi, berjarak 300 meter dari tempat asal madrasah. Tujuan utamanya adalah memastikan anak-anak tetap bisa belajar secara terus menerus meski menghadapi bencana alam.
Banjir yang melanda daerah tersebut menyebabkan keterlambatan signifikan dalam operasional sekolah. Menurut Azhari, area lama madrasah kini tergenang air dan digunakan sebagai aliran sungai. Meski demikian, pihak Kemenag berkomitmen untuk mempercepat pembangunan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Progres konstruksi saat ini mencapai 70 persen, dengan tahap penimbunan tanah yang sedang berlangsung. "Kemenag Bangun Kembali MIN 5 Pidie Jaya melalui kerja sama yang solid dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat sekitar," imbuhnya.
Peran Masyarakat dalam Proses Rekonstruksi
Kehadiran masyarakat lokal menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan rekonstruksi. Banyak warga Aceh menghibahkan tanahnya untuk membangun MIN 5 Pidie Jaya yang baru. Salah satu contohnya adalah Nur Azizah, istri mantan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Aceh periode 2014–2020. Kontribusi warga ini sangat berarti, terutama dalam mencari solusi di tengah kesulitan lahan. Selain itu, Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh turut membantu merancang tata letak gedung baru, menyesuaikan kebutuhan pendidikan Islam.
Kerja sama antara Pemerintah Aceh melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), Satgas PRR Sumatera, serta Kanwil Kemenag Aceh memastikan progres konstruksi berjalan lancar. Dalam proses penggalian, tim teknis dan masyarakat sekitar bekerja sama untuk memastikan lahan siap digunakan. "Kemenag Bangun Kembali MIN 5 Pidie Jaya ini tidak hanya menjadi pengganti gedung lama, tetapi juga sebagai simbol kekuatan komunitas menghadapi krisis," kata Azhari dalam pernyataan resmi yang diakses pada 14 Juni 2026.
Progres Konstruksi dan Kesiapan Sementara
Pembelajaran di MIN 5 Pidie Jaya tetap berlangsung di gedung sementara yang disiapkan, sementara bangunan permanen masih dalam proses pembangunan. Azhari menjelaskan bahwa gedung sementara ini dirancang agar siswa tidak terganggu selama pengerjaan. "Kemenag Bangun Kembali MIN 5 Pidie Jaya melalui perencanaan yang matang, termasuk fasilitas pendukung untuk kebutuhan belajar-mengajar," tambahnya. Gedung sementara ini menjadi sementara tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar hingga pembangunan selesai.
Tahapan pembangunan juga melibatkan pihak-pihak terkait, seperti perusahaan kontraktor dan tim inspeksi dari Kemenag. Meski menghadapi tantangan lingkungan, seperti kondisi tanah yang tergenang, progres pembangunan tetap bisa dijaga. "Kemenag Bangun Kembali MIN 5 Pidie Jaya ini tidak hanya fokus pada struktur fisik, tetapi juga pada kualitas pendidikan yang tetap terjaga," ujarnya. Proyek ini diharapkan dapat selesai tepat waktu agar proses pendidikan tidak terganggu.
Secara keseluruhan, proyek rekonstruksi MIN 5 Pidie Jaya menjadi contoh komitmen Kemenag dalam menghadapi bencana alam. Dana sebesar Rp12 miliar didistribusikan untuk memastikan sekolah dapat beroperasi normal kembali. Azhari juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan institusi pendidikan. "Kemenag Bangun Kembali MIN 5 Pidie Jaya adalah upaya memperkuat infrastruktur pendidikan Islam di Aceh," pungkasnya.
Kehadiran MIN 5 Pidie Jaya yang baru dibangun diharapkan mampu menjadi pusat pendidikan yang lebih modern dan aman. Fasilitas seperti aula, kelas, serta tempat parkir akan diperbaiki agar dapat memenuhi standar pendidikan tingkat dasar. Proyek ini juga memberikan dampak sosial yang signifikan, karena kembali memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pembangunan pendidikan. Dengan Kemenag Bangun Kembali MIN 5 Pidie Jaya, anak-anak Aceh akan memiliki akses pendidikan yang lebih baik, meskipun menghadapi tantangan alam.