Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kebakaran di TPA Cipayung Depok Berhasil Dipadamkan – Penyebab Masih Diselidiki

Published Juli 17, 2026 · Updated Juli 21, 2026 · By Michael Jones - nusantaranews1.com

Foto : Michael Jones - nusantaranews1.com

Kebakaran TPA Cipayung Depok Dipadamkan, Penyebab Masih Dicari

Peristiwa Kebakaran di Kota Depok

Nusantaranews1.com – Kebakaran di TPA Cipayung Depok berlangsung pada Kamis (16/7/2026) malam dan berhasil ditangani oleh tim pemadam kebakaran serta penyelamatan Kota Depok. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan mengerahkan tujuh unit mobil pemadam serta 20 personel untuk memadamkan api. Kepala Dinas Damkar Kota Depok, Rahman Pujiarto, mengatakan proses pemadaman berjalan lancar dan situasi di lokasi kini stabil. “Kondisi di lokasi terpantau aman, dan kita berharap insiden serupa tidak terjadi lagi,” ungkapnya, Jumat (17/7/2026).

Deteksi dan Tanggung Jawab Pihak Terkait

Api yang memicu kebakaran di TPA Cipayung Depok pertama kali terdeteksi sekitar pukul 19.30 WIB. Menurut Komandan Regu Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Cipayung, Syuhada, api berasal dari satu titik sebelum menyebar ke area lain. “Pemadaman berjalan cepat, dan api berhasil dikontrol dalam waktu kurang dari dua jam,” jelas Syuhada. Kebakaran ini menghanguskan dua unit truk sampah dan sejumlah material di area penimbunan, meski tidak menimbulkan korban jiwa.

“Kita masih menyelidiki penyebab kebakaran, mungkin dari sumber api internal atau eksternal,” tambah Syuhada. Petugas juga menemukan indikasi bahwa api bisa menyebabkan risiko kebakaran susulan jika tumpukan sampah tidak segera didinginkan.

Upaya Pemadaman dan Pendinginan Sampah

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas Damkar tetap berjaga hingga pagi hari untuk memastikan tidak ada penyebaran kembali. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, menjelaskan bahwa kebakaran terjadi akibat sumber yang belum diketahui secara pasti. “Kita sedang investigasi penyebabnya, mungkin dari sistem pembakaran sampah atau kecelakaan teknis,” kata Reni. Menurutnya, kondisi TPA Cipayung masih aman meski volume sampah mencapai 2,9 juta ton.

“Dengan kapasitas TPA yang sudah hampir penuh, kita perlu meningkatkan frekuensi penyiraman air untuk mencegah risiko kebakaran susulan,” lanjut Reni. Petugas DLHK juga sedang mengevaluasi kebijakan pengelolaan sampah di lingkungan sekitar TPA.

Kondisi Lingkungan dan Penggunaan Air

TPA Cipayung Depok berada di kawasan timur Kota Depok dan menjadi tempat penimbunan sampah yang penting bagi daerah sekitar. Sejumlah warga yang tinggal di dekat lokasi kebakaran mengeluhkan bau asap yang menyengat. “Sampai pagi hari bau asap masih tercium, tapi sudah mulai membaik,” kata salah satu warga, yang meminta tidak disebutkan namanya. Reni menegaskan bahwa penyiraman air akan dilakukan dua kali sehari selama cuaca panas untuk mencegah pembakaran spontan.

“Kami juga berkoordinasi dengan tim dari Dinas Perhubungan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memastikan keamanan warga sekitar,” jelas Reni. Kebakaran ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap tumpukan sampah yang mengandung material mudah terbakar.

Analisis dan Rekomendasi

Pengelolaan sampah di TPA Cipayung Depok kini menjadi sorotan setelah kebakaran terjadi. Penyebab kebakaran di TPA Cipayung Depok masih dalam penyelidikan, dengan kemungkinan dari sumber api internal, seperti kabel listrik atau tempat sampah yang terlalu banyak menumpuk. “Kita perlu memperketat pengawasan di area penimbunan, terutama saat cuaca ekstrem,” kata Reni. Dinas DLHK juga mengusulkan penggunaan alat pemadam kebakaran tambahan di lokasi TPA.

“Dengan peningkatan frekuensi penyiraman air dan pemeriksaan rutin, risiko kebakaran bisa ditekan,” ujar Reni. Selain itu, warga sekitar diminta untuk melaporkan tanda-tanda kebakaran dini, seperti asap atau bau khas yang tidak biasa.

Impak dan Langkah Pemulihan

Kebakaran di TPA Cipayung Depok menyebabkan gangguan sementara pada operasional pengelolaan sampah. Sementara itu, petugas masih melakukan pendinginan di lokasi untuk memastikan tidak ada titik panas yang tersisa. “Kita perlu waktu beberapa hari untuk men