Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Horor! Kerbau Kurban Ngamuk – Seruduk Warga hingga Tewas

Published Mei 29, 2026 · Updated Mei 29, 2026 · By Sarah Hernandez

Horor! Kerbau Kurban Ngamuk, Seruduk Warga hingga Tewas

Horor Kerbau Kurban Ngamuk menjadi perhatian publik di Malaysia setelah dua warga terluka parah akibat serangan tiba-tiba dari hewan kurban yang dipersiapkan di Ulu Tiram, Johor Baru, pada Rabu (27/5/2026). Insiden ini menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat karena seorang korban meninggal dunia sementara yang lain mengalami cedera serius. Pemerintah setempat sedang mengeksplorasi penyebab munculnya kekacauan tersebut, termasuk kemungkinan faktor lingkungan atau cara pengurangan hewan kurban yang tidak tepat.

Menurut laporan dari

surat kabar The Star

, kejadian ini terjadi di tempat pemotongan hewan kurban yang biasa digunakan oleh masyarakat Muslim untuk merayakan hari raya Idul Adha. Penyebab kekacauan yang memicu kerbau melompati batas dan menyerang warga masih dalam investigasi. Polisi setempat, Mohd Sohaimi Ishak, menjelaskan bahwa hewan kurban tersebut tampak normal sebelum insiden terjadi.

Detil Kematian Korban Pertama

Insiden pertama melibatkan seorang pria yang tewas akibat serangan kerbau kurban. Menurut Mohd Sohaimi Ishak, korban dibawa ke RS Sultanah Aminah untuk perawatan darurat, tetapi nyawanya tidak tertolong. Kematian korban terjadi pada pukul 23.00, sehingga menimbulkan dugaan bahwa kondisi kecelakaan terjadi dalam waktu singkat. Polisi mengklasifikasikan kasus ini sebagai kecelakaan tanpa tindakan pidana, meskipun masih menyelidiki apakah ada kelalaian dalam pengurangan hewan.

“Kerbau yang digunakan untuk kurban menyerang korban tanpa tanda-tanda kekacauan sebelumnya. Korban mengalami luka pada pembuluh darah kaki kiri yang mengakibatkan kematian,” kata Sohaimi, dilansir The Star pada Jumat (29/5/2026).

Insiden ini memicu reaksi cepat dari tim medis dan petugas keamanan. Sejumlah warga setempat melaporkan bahwa kerbau tersebut bergerak liar setelah pemotongan, sehingga memperparah situasi. Polisi juga menegaskan bahwa kejadian serupa sebelumnya tidak tercatat di lokasi tersebut, menambah misteri terhadap kemunculan Horor Kerbau Kurban Ngamuk.

Korban Kedua dan Dampak Insiden

Pada hari yang sama, seorang pria berusia 45 tahun terluka parah setelah diseruduk oleh kerbau kurban yang juga tiba-tiba agresif. Luka pada rusuk korban membuatnya harus menjalani perawatan di RS Sultan Ismail. Meski tidak meninggal, insiden ini menjadi peringatan bagi masyarakat mengenai bahaya yang bisa terjadi saat mengurangi hewan kurban.

“Kerbau tersebut menyerang tanpa ada tanda-tanda kemarahan atau perubahan perilaku sebelumnya. Warga menegaskan bahwa semua proses pengurangan berjalan normal,” ujar Sohaimi.

Horor Kerbau Kurban Ngamuk ini menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan warga selama proses pengurangan hewan. Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama ketika menghadapi hewan yang dipersiapkan untuk ibadah kurban. Mereka juga meminta laporan dari warga setempat untuk mengetahui lebih lanjut penyebab serangan tersebut.

Kerbau yang digunakan untuk kurban biasanya dipelihara dalam kondisi yang baik, tetapi ada kemungkinan stres atau rasa takut akibat lingkungan baru yang memicu reaksi agresif. Situasi ini juga menjadi bahan pembicaraan di media sosial, di mana banyak warga membagikan pengalaman pribadi mengenai kejadian serupa selama tahun-tahun sebelumnya.

Dalam upaya mengurangi risiko Horor Kerbau Kurban Ngamuk, pihak berwenang memberikan panduan lebih ketat terkait pengurangan hewan. Penyebab pasti insiden ini masih diteliti, tetapi kemungkinan kecelakaan ini menunjukkan bahwa kehati-hatian ekstra diperlukan saat mempersiapkan hewan kurban. Masyarakat juga diingatkan untuk mengawasi perilaku hewan selama proses tersebut.