Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan – Buyback Anjlok jadi Rp2,3 Juta per Gram

Published Juni 25, 2026 · Updated Juli 21, 2026 · By David Jackson - nusantaranews1.com

Foto : David Jackson - nusantaranews1.com

Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan, Buyback Anjlok ke Rp2,3 Juta per Gram

Nusantaranews1.com – Harga emas Antam pada Kamis (25/6/2026) tetap stabil, dengan nilai sebesar Rp2.655.000 per gram. Meski harga jual tetap konsisten, harga buyback yang diterima pembeli saat ingin menukar emas batangan mengalami penurunan signifikan menjadi Rp2.320.000 per gram. Perubahan ini berlaku untuk pengambilan emas di Butik Emas Logam Mulia (BELM) Setiabudi One Jakarta, dan memengaruhi keputusan investasi serta transaksi ritel dalam pasar emas lokal.

Perubahan Harga Buyback dan Faktor Penyebabnya

Penurunan harga buyback emas Antam menunjukkan pergeseran dinamika pasar, di mana nilai emas tergantung pada berbagai faktor ekonomi dan politik global. Dalam beberapa hari terakhir, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing serta tekanan inflasi menjadi penentu utama. Meski harga emas Antam untuk pembelian tetap terjaga, pembelian kembali (buyback) mengalami penurunan karena PT ANTAM Tbk menyesuaikan strategi harga untuk menarik lebih banyak pembeli dalam tengah kondisi pasar yang dinamis.

Kebijakan buyback ini menjadi salah satu alat untuk meningkatkan daya tarik produk emas kepada masyarakat. Namun, penurunan sebesar Rp335.000 per gram dari harga sebelumnya menimbulkan pertanyaan terkait keuntungan atau kerugian bagi investor. Dalam konteks ini, Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan mencerminkan keseimbangan antara permintaan dan penawaran, sekaligus menggambarkan peran lembaga negara dalam mengelola harga pasar emas.

Ketersediaan Emas Antam dan Ketentuan Pajak

Di laman resmi BELM, sejumlah jenis emas masih belum tersedia untuk dibeli, terutama untuk ukuran yang lebih besar. Hal ini berdampak pada ketersediaan pasaran, sehingga pembeli harus lebih selektif dalam memenuhi kebutuhan. Dalam transaksi saat ini, Pajak Penjualan Pertambahan Nilai (PPN) tidak diperhitungkan, sesuai dengan ketentuan PP No.49 Tahun 2022. Nilai total yang tercantum dalam harga emas Antam Hari Ini Stagnan tidak termasuk PPN, yang dikenakan sebesar 0,25 persen sesuai PMK Nomor 48 Tahun 2023.

“Tarif PPN sebesar 0,25 persen berlaku sesuai PMK Nomor 48 tahun 2023,” terang PT ANTAM Tbk sebagai penjual. Bukti potong PPh 22 akan dikeluarkan bagi transaksi yang memenuhi syarat, sebagai bentuk pengelolaan keuangan yang lebih transparan.

Harga emas Antam Hari Ini Stagnan juga mencerminkan kebijakan pemerintah dalam menstabilkan inflasi. Dengan menetapkan harga jual dan buyback yang lebih terjangkau, PT ANTAM Tbk berupaya memastikan emas tetap menjadi aset yang menarik bagi masyarakat. Selain itu, harga jual emas Antam untuk berbagai ukuran sebagai berikut: - Emas 0,5 gram: Rp1.377.500 - Emas 1 gram: Rp2.655.000 - Emas 2 gram: Rp5.260.000 - Emas 3 gram: Rp7.872.000 - Emas 5 gram: Rp13.090.000 - Emas 10 gram: Rp26.100.000 - Emas 25 gram: Rp65.085.000 - Emas 50 gram: Rp130.005.000 - Emas 100 gram: Rp259.860.000 - Emas 250 gram: Rp649.340.000 - Emas 500 gram: Rp1.298.400.000 - Emas 1.000 gram: Rp2.595.600.000.

Transaksi emas Antam tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang mencari investasi aman. Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan memberikan kepastian bagi pembeli yang ingin menyimpan nilai tukar emas, sementara harga buyback yang lebih rendah memberikan insentif untuk menyimpan atau menjual emas dengan lebih efisien. Selain itu, pembelian emas batangan juga bisa menjadi solusi bagi kebutuhan keuangan jangka pendek, terutama dalam situasi krisis ekonomi.

Kebijakan harga emas Antam Hari Ini Stagnan ini mendapat sambutan positif dari sejumlah investor, karena mengurangi risiko volatilitas pasar. Namun, penurunan buyback juga memicu pertimbangan bagi pembeli yang ingin memanfaatkan perbedaan nilai jual dan beli untuk mendapatkan keuntungan. Dalam jangka panjang, Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan diperkirakan akan terus berfluktuasi sesuai dengan kondisi ekonomi global dan kebijakan domestik, yang memengaruhi minat masyarakat terhadap emas sebagai investasi.