Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Emas Perhiasan Deflasi 3 Bulan Berturut-turut – BPS: Meredam Inflasi

Published Juni 2, 2026 · Updated Juni 2, 2026 · By Sarah Hernandez

Emas Perhiasan Deflasi 3 Bulan Berturut-turut, BPS: Meredam Inflasi

Emas Perhiasan Deflasi 3 Bulan Berturut - Dalam upaya mengendalikan inflasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa emas perhiasan telah menjadi salah satu komoditas yang berkontribusi signifikan dalam mendorong deflasi selama tiga bulan berturut-turut. Penurunan harga emas perhiasan pada Mei 2026 mencatatkan angka deflasi sebesar 0,05 persen, yang memperkuat tren penurunan inflasi yang terjadi sebelumnya di bulan Maret dan April. Ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat tekanan inflasi di sektor-sektor tertentu, keberhasilan deflasi pada emas perhiasan membantu menstabilkan Indeks Harga Konsumen (IHK) secara keseluruhan.

Deflasi Emas Perhiasan dan Dampak Ekonomi

Emas perhiasan deflasi 3 bulan berturut-turut menjadi indikator penting dalam dinamika ekonomi Indonesia. Dalam laporan BPS, komoditas ini berada di bawah kategori pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya, yang membuktikan bahwa harga emas perhiasan turun seiring penyesuaian permintaan dan penawaran di pasar. Tren deflasi ini tidak hanya terjadi di bulan Mei, tetapi juga melanjutkan efek deflasi yang tercatat pada Maret sebesar 1,17 persen dan April sebesar 3,76 persen, yang menunjukkan stabilitas harga di sektor emas perhiasan.

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa deflasi emas perhiasan di bulan Mei berdampak positif terhadap inflasi nasional. Meskipun ada kenaikan harga di sektor makanan, minuman, dan tembakau, yang mencatatkan inflasi 0,39 persen, deflasi pada emas perhiasan memperkecil tekanan inflasi secara keseluruhan. Pudji Ismartini, Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, menegaskan bahwa deflasi pada emas perhiasan menjadi faktor penekan inflasi yang konsisten dalam tiga bulan terakhir.

Perbandingan dengan Sektor Lain

Di sisi lain, sejumlah kelompok pengeluaran lain masih mengalami kenaikan harga yang tidak terelakkan. Misalnya, kelompok transportasi memberikan kontribusi inflasi sebesar 0,61 persen, sementara jasa keuangan dan informasi, komunikasi, serta jasa lainnya mengalami kenaikan 0,4 persen. Meski demikian, deflasi emas perhiasan 3 bulan berturut-turut tetap menjadi faktor kunci dalam mengurangi laju inflasi secara keseluruhan.

BPS menekankan bahwa deflasi emas perhiasan tidak hanya berdampak pada harga jual, tetapi juga mencerminkan perubahan pola konsumsi masyarakat. Dengan permintaan yang cenderung stabil atau menurun, harga emas perhiasan terus mengalami penyesuaian. Pudji Ismartini mengungkapkan bahwa hal ini membantu mengurangi inflasi yang diakibatkan oleh kenaikan harga bahan bakar dan kebutuhan pokok, yang menjadi perhatian utama pemerintah dalam menciptakan stabilitas ekonomi.

Secara kumulatif, inflasi umum di bulan Mei 2026 mencapai 0,28 persen (month-to-month), dengan deflasi emas perhiasan 3 bulan berturut-turut menjadi salah satu penekan utama. Dalam periode tahun kalender Januari–Mei 2026, inflasi berada di angka 1,35 persen, sementara inflasi tahun ke tahun (year-on-year) mencapai 3,08 persen. Meski angka ini masih di bawah target inflasi yang ditetapkan, BPS memperkirakan bahwa deflasi emas perhiasan akan terus menjadi alat penting dalam memperkuat kebijakan pengendalian inflasi.

Perluasan deflasi emas perhiasan 3 bulan berturut-turut juga menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam mengatur pasar. Dengan mengantisipasi perubahan harga bahan baku, BPS memastikan bahwa keberadaan emas perhiasan tetap menjadi pendorong deflasi. Namun, BPS tetap memantau secara berkala, karena faktor eksternal seperti volatilitas mata uang asing atau perubahan kebijakan moneter dapat memengaruhi tren ini. Deflasi emas perhiasan 3 bulan berturut-turut, oleh karena itu, tidak cukup untuk mengabaikan dinamika inflasi di sektor lain.

Dalam konteks deflasi emas perhiasan 3 bulan berturut-turut, BPS menyoroti pentingnya keterlibatan sektor kecil dalam menjaga stabilitas harga. Emas perhiasan, sebagai salah satu komoditas yang sering dibeli oleh masyarakat, berperan besar dalam menstabilkan angka inflasi. Kombinasi antara deflasi emas perhiasan 3 bulan berturut-turut dan kontrol inflasi di sektor lain memberikan gambaran bahwa Indonesia sedang menjalani periode inflasi yang terkendali, dengan kemungkinan deflasi emas perhiasan menjadi faktor utama dalam upaya tersebut.