Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan buat Jokowi jika Sidang Tak Disetop

Published Juli 23, 2026 · Updated Juli 23, 2026 · By William Garcia - nusantaranews1.com

Foto : William Garcia - nusantaranews1.com

Tifa Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi

Nusantaranews1.com – Jakarta — Dokter Tifa Sudah Siapkan 2 000 pertanyaan yang akan diajukan kepada Presiden Joko Widodo jika proses persidangan kasus dugaan fitnah terkait ijazah palsu tidak dihentikan. Tifauzia Tyassuma, yang dikenal luas sebagai Dokter Tifa, mengungkapkan bahwa persiapan ini merupakan langkah strategis untuk menghadapi sang saksi pelapor di pengadilan.

Persiapan tersebut dilakukan setelah hakim mengabulkan eksepsi yang diajukan oleh pihak Tifa. Eksepsi ini berhasil menunda jalannya persidangan yang sebelumnya dijadwalkan. Menurut keterangan dari Tifa, ribuan pertanyaan tersebut dirumuskan berdasarkan 709 dokumen yang telah dikumpulkan selama penyelidikan perkara ijazah Jokowi.

Kami tanyai 709 dokumen yang sudah kami data, itu menghasilkan 2.000 lebih pertanyaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Tifa dalam program Interupsi bertajuk "Tifa Batal Diadili, Ijazah Jokowi Tidak Terungkap?" yang tayang di iNews pada Kamis (23/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan bahwa setiap pertanyaan dirancang untuk menguji konsistensi dan kredibilitas Jokowi sebagai saksi pelapor.

Jokowi yang Akan Menghadapi Konsekuensi

Dokter Tifa menilai bahwa jika perkara ini terus berlanjut ke persidangan, justru Jokowi-lah yang akan menanggung konsekuensinya. Hal ini karena Jokowi berstatus sebagai saksi pelapor sehingga wajib hadir dalam setiap agenda persidangan. Kehadiran Jokowi yang berulang-ulang diyakini akan menjadi perhatian publik.

Justru saya selalu bilang, ini kalau sampai sidang kasihan Pak Jokowi, kasihan negara ini. Beliau akan bolak-balik, bolak-balik untuk hadir selalu pada persidangan karena beliau saksi pelapor, beliau wajib untuk hadir.

Kehadiran Jokowi yang terus-menerus di pengadilan dinilai oleh Tifa sebagai bentuk beban tambahan bagi sang presiden. Ia menambahkan bahwa hal ini bukan hanya soal kehadiran fisik, tetapi juga dampak psikologis dan reputasi yang mungkin timbul dari proses persidangan yang panjang.

Keputusan Hakim Sebagai Kehendak Tuhan

Sementara itu, Tifa menyebut keputusan hakim mengabulkan eksepsinya merupakan kehendak dari Yang Maha Kuasa. Ia menjelaskan bahwa bersama advokat, pihaknya sebenarnya sudah lebih dari siap untuk sidang, namun Allah menghendaki bahwa pada hari itu ada keputusan terbaik yang didatangkan langsung dari-Nya dalam bentuk eksepsi yang diterima.

Kami bersama advokat itu sebenarnya sudah lebih dari siap untuk sidang, tetapi ya Allah menghendaki bahwa pada hari ini ada keputusan yang terbaik yang didatangkan langsung dari Allah dalam bentuk eksepsi kami diterima.

Dengan demikian, persiapan 2.000 pertanyaan yang telah dilakukan oleh Tifa kini menunggu kepastian apakah proses persidangan akan dilanjutkan atau tetap ditunda. Semua pihak kini menantikan perkembangan selanjutnya dalam kasus yang menjadi sorotan publik ini.