Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Diancam Penjara oleh Trump, Anggota DPR Muslimah AS Ilhan Omar: Ada Motif Politik

Published Oktober 21, 2026 · Updated Oktober 21, 2026 · By Sandra Thomas - nusantaranews1.com

Foto : Sandra Thomas - nusantaranews1.com

Diancam Penjara oleh Trump, Anggota DPR Muslimah Ilhan Omar Sebut Ada Motif Politik

Nusantaranews1.com – Diancam Penjara oleh Trump Anggota DPR Muslimah AS Ilhan Omar menilai ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump tersebut memiliki motif politik. Trump menyatakan Ilhan Omar bukan hanya dapat dideportasi, tetapi juga berpotensi dipenjara terkait dugaan pelanggaran imigrasi yang sedang diselidiki aparat federal.

Ilhan Omar adalah anggota DPR AS dari Partai Demokrat yang berasal dari Minnesota. Politisi keturunan Somalia itu membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya dan menyebut penyelidikan tersebut sebagai bentuk intimidasi terhadap lawan politik Trump.

Trump menyampaikan komentarnya ketika isu penyelidikan federal terhadap Omar mencuat. Penyelidikan itu berkaitan dengan dugaan pemberian keterangan palsu dalam dokumen pemerintah serta kemungkinan adanya konspirasi terkait proses imigrasi dan kewarganegaraan.

“Iya, dia bisa saja dideportasi. Dia juga bisa dipenjara,” kata Trump, seperti dikutip dari Anadolu, Rabu (21/10/2026).

Trump kemudian menegaskan bahwa deportasi bukan satu-satunya kemungkinan dalam kasus tersebut. Menurut dia, Ilhan Omar dapat menghadapi proses hukum yang lebih berat apabila tuduhan pelanggaran imigrasi terbukti.

Penyelidikan Federal dan Bantahan Ilhan Omar

Kasus Diancam Penjara oleh Trump Anggota DPR Muslimah ini berawal dari penyelidikan federal atas dokumen kewarganegaraan Omar. Petugas mendalami dugaan bahwa Omar atau almarhum ayahnya memberikan informasi yang tidak benar mengenai usia saat proses memperoleh status kewarganegaraan AS.

Pada awal Oktober, agen federal menggeledah rumah Omar dan menyita sejumlah barang. Barang yang dibawa dari lokasi antara lain telepon seluler, laptop, buku catatan, serta paspor. Penggeledahan tersebut menjadi bagian dari penyelidikan yang masih berlangsung.

Omar membantah keras tuduhan mengenai data usia dan proses kewarganegaraannya. Dia menyatakan tiba di Amerika Serikat pada 1995 ketika berusia 12 tahun. Menurut keterangannya, dia kemudian memperoleh kewarganegaraan AS pada usia 17 tahun.

Belum ada putusan pengadilan yang menyatakan Omar bersalah atas dugaan pelanggaran imigrasi tersebut. Karena itu, tuduhan yang sedang ditelusuri aparat federal masih berada pada tahap penyelidikan dan belum dapat dipastikan hasil akhirnya.

Omar Tuduh Pemerintahan Trump Melakukan Intimidasi

Melalui unggahan di media sosial X, Omar menuding pemerintahan Trump menggunakan lembaga penegak hukum federal untuk menargetkan tokoh politik yang berseberangan. Dia menilai tindakan itu merupakan eskalasi tekanan politik terhadap dirinya.

“Jangan salah, ini adalah upaya untuk menargetkan musuh politik dan mempersenjatai penegak hukum federal. Ini hanyalah eskalasi terbaru dalam kampanye intimidasi politiknya,” tulis Omar.

Pernyataan tersebut memperlihatkan perselisihan politik yang terus berlanjut antara Trump dan Omar. Keduanya selama ini dikenal memiliki pandangan yang kerap berlawanan dalam sejumlah isu politik, termasuk imigrasi dan kebijakan pemerintahan federal.

The Wall Street Journal melaporkan pemerintahan Trump berupaya mencabut kewarganegaraan Omar sebelum mendeportasinya. Langkah tersebut, apabila benar ditempuh, akan bergantung pada perkembangan penyelidikan serta proses hukum yang berlaku di AS.

Profil Ilhan Omar di DPR Amerika Serikat

Ilhan Omar mencatat sejarah sebagai perempuan keturunan Somalia pertama yang terpilih menjadi anggota DPR AS pada 2018. Dia mulai menjalankan tugas sebagai anggota parlemen pada 2019 dan mewakili Partai Demokrat.

Posisinya sebagai anggota DPR Muslimah membuat kasus Diancam Penjara oleh Trump Anggota DPR Muslimah ini mendapat perhatian luas. Bagi Omar, tuduhan dan ancaman tersebut bukan semata persoalan hukum, melainkan juga berkaitan dengan dinamika politik di Washington.

Sementara proses penyelidikan berjalan, publik masih menunggu bukti dan penjelasan resmi dari pihak berwenang. Omar tetap membantah dugaan yang dialamatkan kepadanya, sedangkan Trump mempertahankan pandangannya bahwa deportasi atau hukuman penjara dapat terjadi.

FAQ

Apa yang dimaksud ancaman Trump terhadap Ilhan Omar?

Trump mengatakan Ilhan Omar dapat dideportasi dan bahkan dipenjara terkait dugaan pelanggaran imigrasi. Pernyataan itu muncul ketika penyelidikan federal terhadap Omar berlangsung.

Apakah Ilhan Omar sudah dinyatakan bersalah?

Belum. Tuduhan terhadap Ilhan Omar masih dalam proses penyelidikan. Belum ada putusan pengadilan yang menyatakan anggota DPR AS tersebut bersalah.

Mengapa Ilhan Omar menyebut ada motif politik?

Omar menilai pemerintahan Trump menggunakan aparat federal untuk menekan lawan politik. Dia menyebut penyelidikan dan penggeledahan sebagai bagian dari kampanye intimidasi politik.

Siapa Ilhan Omar?

Ilhan Omar merupakan anggota DPR AS dari Partai Demokrat. Dia adalah perempuan keturunan Somalia pertama yang terpilih ke DPR AS pada 2018 dan mulai menjabat pada 2019.

Related Reading