Buron Bandar Narkoba Jaringan The Doctor Diduga Operasi Plastik
Buron Bandar Narkoba Jaringan The Doctor Diduga Lakukan Operasi Plastik
Buron Bandar Narkoba Jaringan The Doctor – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Tipid Narkoba) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri tengah intensif memburu bandar narkoba dari jaringan The Doctor. Seorang tersangka yang diduga sebagai pelaku utama, Lukmanul Hakim, memiliki kemungkinan besar melakukan operasi plastik untuk mengubah wajahnya dan menghindari identifikasi oleh petugas. Menurut informasi terkini, upaya ini merupakan strategi baru dalam mencari jejak jaringan narkoba yang terus mengelabui penyidik. Tersangka ini dikenal dengan nama-nama Pakcik Hendra dan Pak Haji, yang menjadi bagian dari skema distribusi narkoba internasional yang terorganisir.
Identifikasi Tersangka dan Proses Operasi Plastik
Dalam penyelidikan yang sedang berlangsung, petugas menemukan bahwa Lukmanul Hakim merupakan pengendali utama barang haram yang dioperasikan melalui jaringan The Doctor. Sumber internal Direktorat Tipid Narkoba mengungkapkan bahwa operasi plastik dilakukan sebagai bagian dari upaya mengganti identitas fisiknya. Tindakan ini diperkirakan dilakukan setelah tersangka terlibat dalam pengiriman narkoba yang terbongkar oleh penyidik. Bareskrim Polri pun mengambil langkah tegas dengan mengajukan red notice terhadap Lukmanul Hakim, yang menunjukkan tingkat kekhawatiran atas peran aktifnya dalam jaringan narkoba tersebut.
“Lukmanul Hakim diperkirakan melakukan prosedur bedah plastik sehingga wajahnya berbeda dari foto yang dimiliki penyidik,” ujar Brigjen Eko Hadi Santoso, kepala Direktorat Tipid Narkoba Bareskrim Polri.
Menurut keterangan Andre Fernando, salah satu anggota jaringan The Doctor, proses perubahan wajah Lukmanul Hakim merupakan bagian dari rencana jangka panjang untuk menghindari kejaran petugas. Informasi ini didukung oleh hasil investigasi forensik yang menunjukkan perbedaan signifikan antara wajah tersangka sebelum dan sesudah operasi. Bareskrim Polri juga bekerja sama dengan Pusden (Pusat Deteksi Dini) untuk menciptakan gambaran wajah terbaru dari tersangka, yang dilakukan pada Senin (18/5/2026). Proses ini memakan waktu beberapa minggu untuk memastikan akurasi data yang digunakan dalam pencarian.
Buruan Internasional dan Strategi Penyelundupan
Buron Bandar Narkoba Jaringan The Doctor ini dianggap sebagai pelaku utama dalam operasi penyelundupan narkoba yang melibatkan rute pemasok dari luar negeri. Dalam penelusuran, petugas menemukan bahwa Lukmanul Hakim bertugas sebagai penerima dan distributor sabu serta etomidate, dua jenis narkoba yang diduga diedarkan secara besar-besaran. Kasus ini terbongkar setelah petugas menangkap Erwin Iskandar, alias Koh Erwin, yang mengakui menerima sabu seberat lima kilogram dari tersangka tersebut. Operasi plastik yang diduga dilakukan Lukmanul Hakim menunjukkan tingkat kecanggihan jaringan narkoba ini dalam menghindari penangkapan.
Di sisi lain, jaringan The Doctor terus bergerak dalam mengelabui petugas. Tersangka lain seperti Koordinator Jaringan, yang belum terungkap identitasnya, diduga juga terlibat dalam rencana perubahan penampilan. Direktorat Tipid Narkoba menegaskan bahwa upaya ini tidak hanya mengubah wajah, tetapi juga mencakup perubahan pola distribusi dan penggunaan perisai kecil yang menghubungkan diri mereka dengan pelaku utama. Dengan teknik ini, jaringan narkoba memperkuat kemampuan mereka untuk terus beroperasi meski dikejar oleh lembaga kepolisian.
Bareskrim Polri tengah menyusun strategi baru untuk menghadapi buronan ini. Dengan menggabungkan teknologi pengenalan wajah dan informasi intelijen, petugas berharap dapat mempercepat proses identifikasi. Meski operasi plastik bisa menjadi hambatan, tim penyidik berkomitmen untuk menemukan jejak tersangka melalui pengambilan bukti lain, seperti transaksi keuangan dan komunikasi dalam jaringan. Keseluruhan upaya ini menjadi bagian dari kampanye penegakan hukum terhadap narkoba yang terus berlanjut di Indonesia.