Bonatua Tanya Nama Gibran ke Satpam di Singapura, Andi Azwan Ngakak: Ya Mana Kenal
Bonatua Tanya Nama Gibran ke Satpam di Singapura
Nusantaranews1.com – JAKARTA – Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi kembali menjelaskan penelusurannya mengenai riwayat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dalam pembahasan tersebut, Bonatua Tanya Nama Gibran ke Satpam di Singapura ketika mendatangi sekolah yang dikaitkan dengan pendidikan Gibran.
Bonatua menyampaikan bahwa penelitiannya menggunakan pendekatan metodologi kebijakan publik. Ia menelusuri informasi di Singapura, negara yang disebut menjadi lokasi Gibran menempuh pendidikan setara sekolah menengah hingga pendidikan tinggi.
Salah satu lokasi yang didatangi Bonatua adalah Orchid Park Secondary School. Menurut penjelasannya, jenjang pendidikan di sekolah tersebut ia pahami sebagai pendidikan yang kurang lebih setara dengan tingkat SMP hingga awal SMA di Indonesia.
Penjelasan Bonatua soal jenjang pendidikan
Dalam program Rakyat Bersuara bertajuk Ada Pasal Selundupan di Kasus Ijazah? di iNews, Selasa (27/10/2026), Bonatua mengungkapkan pertanyaan yang ia ajukan mengenai kelanjutan pendidikan dari sekolah tersebut. Ia ingin mengetahui apakah lulusan sekolah itu dapat langsung melanjutkan ke perguruan tinggi.
“Saya tanya, boleh nggak dari sini langsung kuliah? Boleh tapi ke politeknik, nggak boleh ke university,” kata Bonatua.
Berdasarkan jawaban yang diterimanya, Bonatua kemudian menyampaikan pandangannya mengenai posisi jenjang pendidikan tersebut. Ia menilai sekolah itu dapat dibayangkan setara dengan kelas 10 SMA dalam konteks pendidikan Indonesia. Dari pemahaman itu, ia mempertanyakan tahapan yang ditempuh sebelum melanjutkan ke universitas.
“Nah, artinya kalau dia di situ saya bayangkan dia itu adalah kelas 10. Begitu kelas 10 dia langsung ke UTS, ke university teknologi sini. Artinya ada dilompatin yang namanya kelas 11 dan 12,” ujar Bonatua.
Pernyataan tersebut merupakan penjelasan Bonatua atas hasil penelusurannya. Ia menempatkan temuannya dalam pembahasan tentang alur pendidikan dan perbedaan jenjang sekolah antara Singapura dengan Indonesia. Dalam konteks ini, penilaian mengenai kesetaraan pendidikan perlu dilihat melalui ketentuan serta sistem yang berlaku di masing-masing negara.
Momen Bonatua bertanya kepada satpam sekolah
Selain menanyakan soal jalur pendidikan, Bonatua juga menceritakan percakapannya dengan petugas keamanan di sekolah tersebut. Momen Bonatua Tanya Nama Gibran ke Satpam kemudian menjadi bagian yang menarik perhatian dalam diskusi di studio.
Bonatua mengatakan ia bertanya apakah petugas itu mengenal nama Gibran. Menurut ceritanya, jawaban awal yang diterima adalah tidak mengenal. Petugas tersebut disebut sempat bertanya siapa sosok yang dimaksud Bonatua.
“Saya tanya, pernah kenal nama Gibran nggak? ‘Nggak’. Mereka bingung malahan, ‘siapa itu, Pak?’ Kalau anaknya Presiden Jokowi? Masih bingung juga. Tapi saya pancing-pancing, kalau yang Wapres Indonesia sekarang? ‘Ya pernah dengar sih’,” kata Bonatua.
Bonatua menilai respons tersebut tidak terdengar meyakinkan. Cerita itu lantas memancing reaksi dari Andi Azwan, relawan Gibran sekaligus Ketua Umum Militan Gibran 08 Nusantara, yang hadir dalam program tersebut.
Andi Azwan tertawa mendengar penuturan itu. Ia menanggapi bahwa petugas keamanan sekolah tidak serta-merta mengenal nama seseorang, termasuk figur publik dari negara lain. “Ha ha ha ha,” kata Andi, sebelum menambahkan, “Tanya satpam, ya mana kenal Gibran.”
Perbincangan yang menyoroti penelusuran pendidikan
Kisah Bonatua Tanya Nama Gibran ke Satpam tidak hanya memunculkan tawa dalam diskusi, tetapi juga menggambarkan cara Bonatua mengumpulkan informasi selama berada di Singapura. Ia menyebut melakukan penelusuran langsung untuk memahami lingkungan sekolah dan jalur pendidikan yang dikaitkan dengan Gibran.
Namun, percakapan singkat dengan petugas keamanan pada dasarnya berbeda dengan dokumen atau keterangan resmi mengenai riwayat pendidikan. Keterangan dari orang yang ditemui di lokasi dapat menjadi bagian dari penelusuran lapangan, sementara pembahasan mengenai pendidikan tetap memerlukan pembacaan yang cermat terhadap sistem, tahapan, dan informasi yang tersedia.
Dalam tayangan tersebut, fokus pembicaraan Bonatua berada pada pemahamannya atas kemungkinan perpindahan dari sekolah menengah menuju pendidikan tinggi. Adapun tanggapan Andi Azwan menekankan bahwa tidak semua orang di lingkungan sekolah akan mengetahui identitas mantan atau calon siswa yang berasal dari negara lain.
FAQ
Siapa yang bertanya nama Gibran kepada satpam di Singapura?
Bonatua Silalahi yang menceritakan bahwa ia bertanya kepada petugas keamanan di sekolah yang didatanginya di Singapura.
Di sekolah mana Bonatua melakukan penelusuran?
Bonatua menyebut mendatangi Orchid Park Secondary School dalam penelusurannya terkait pendidikan Gibran Rakabuming Raka.
Apa tanggapan Andi Azwan?
Andi Azwan tertawa dan menyatakan bahwa wajar apabila seorang satpam tidak mengenal Gibran secara langsung.
Apa pokok pembahasan Bonatua dalam program tersebut?
Bonatua menjelaskan penelusuran dan pemahamannya mengenai jenjang pendidikan di Singapura, termasuk kemungkinan melanjutkan pendidikan dari sekolah tersebut ke politeknik atau universitas.