Bareskrim Tangkap Oknum Polisi yang Terlibat Peredaran Narkoba di B Fashion Jakbar
Bareskrim Tangkap Oknum Polisi di B Fashion Jakbar
Bareskrim Tangkap Oknum Polisi yang Terlibat - Bareskrim Polri berhasil menangkap oknum polisi yang terlibat dalam peredaran narkoba di Hotel B Fashion, Jakarta Barat. Seorang anggota polisi dengan inisial AFH menjadi salah satu tersangka dalam kasus ini, yang menunjukkan keberhasilan tim penyidik dalam mengungkap jaringan penyuplai narkotika yang melibatkan petugas kepolisian sendiri. Operasi penangkapan dilakukan setelah adanya laporan yang menyebutkan adanya aktivitas pengadaan dan distribusi ekstasi serta vape etomidate di lokasi tersebut.
"Iya, ada oknum Polri yang terlibat dalam peredaran narkoba," ujar Brigjen Eko Hadi Santoso, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, saat memberikan pernyataan resmi kepada awak media pada Senin (25/5/2026).
Menurut informasi yang dihimpun, operasi undercover buy dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari penyidik Bareskrim dan anggota intelijen. Koordinator ladies DEP, yang dikenal sebagai Mami Dania atau Tania, menjadi target utama dalam penindakan tersebut. Dalam pengungkapan, petugas menyita barang bukti berupa 5 butir ekstasi dan 6 vape yang mengandung etomidate. Proses operasi ini membutuhkan koordinasi ketat antara penyidik dan informan yang terpercaya.
Delapan Tersangka dalam Perkara Ini
Kasus narkoba yang terjadi di B Fashion Jakbar menyeret delapan orang sebagai tersangka, termasuk oknum polisi yang terlibat langsung. Berdasarkan hasil penyelidikan, Mami Dania berperan sebagai penyedia narkoba sekaligus penghubung antara pengedar dan tamu hotel. Sementara AFH, RB, DM, WL, dan ET merupakan pengunjung yang terlibat dalam transaksi. Dalam jaringan ini, TRD alias Dervin bertindak sebagai pengedar, sementara Siti Dahlia, Canggi Dani Riyanto, dan Esgianto mengemban peran kurir.
Irwan alias Jeje berperan sebagai penyedia narkoba yang menghubungkan AFH dengan Faisal. Faisal kemudian menjadi perantara antara Irwansyah dan Yudith Eric. Dalam peran tertinggi, Yudith Eric, bersama SAM, bertugas sebagai penyedia narkoba dan penyalur ke lapisan atas. Penyidik menyatakan bahwa seluruh tersangka terlibat secara aktif dalam rantai distribusi, termasuk oknum polisi yang memanfaatkan posisinya untuk mengakses sumber barang.
Tiga DPO Masih Buron
Kasus ini juga menghasilkan tiga orang DPO yang masih dalam pencarian. Mereka adalah Yance, kurir narkoba yang terlibat dalam jaringan distribusi; Rais, penyedia narkoba di Kampung Bahari; serta SAM, yang menjadi penyalur di tingkat tinggi. Ketiganya diduga terlibat dalam operasi yang terjadi di B Fashion Jakbar, meskipun belum berhasil ditangkap.
Penyidik menegaskan bahwa oknum polisi yang terlibat dalam kasus ini memiliki akses yang mudah untuk mengambil alih posisi penyalur. Penangkapan AFH serta rekan-rekannya menggambarkan kerja sama antara penyidik Bareskrim dengan informan yang terlibat di lingkungan hotel. Proses penyelidikan ini menunjukkan bahwa narkoba bisa masuk ke berbagai lingkaran sosial, termasuk petugas kepolisian.
Kasus Bareskrim Tangkap Oknum Polisi di B Fashion Jakarta Barat tidak hanya menjadi sorotan dalam ranah penindakan narkoba, tetapi juga memicu perdebatan tentang transparansi dalam kepolisian. Penyidik mengungkap bahwa ada penggunaan sistem tersembunyi untuk mengatur distribusi barang ilegal. Dengan menangkap oknum polisi, Bareskrim menunjukkan komitmen dalam memberantas narkoba dari dalam institusi yang seharusnya menjadi penegak hukum.