Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Bahasa Inggris Jadi Pelajaran Wajib Kelas 3 MI, Kemenag Latih 6.000 Guru

Published Oktober 14, 2026 · Updated Oktober 14, 2026 · By Sarah Smith - nusantaranews1.com

Foto : Sarah Smith - nusantaranews1.com

Kemenag Siapkan Pengajaran Bahasa Inggris Wajib di Madrasah Ibtidaiyah

Nusantaranews1.com – Kementerian Agama mulai memperkuat kesiapan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) menjelang penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib bagi siswa kelas 3 SD dan sederajat pada 2027. Persiapan itu diarahkan agar perubahan pembelajaran tidak hanya berhenti pada penyesuaian kurikulum, melainkan benar-benar didukung tenaga pendidik yang siap mengajar di ruang kelas.

Melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Kemenag bekerja sama dengan British Council dalam program Penguatan Pengajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar melalui Komunitas Praktek atau Strengthening Primary English Teaching through Communities of Practice (STEPS-CoP). Program ini ditujukan untuk membangun pengembangan profesional guru secara berkelanjutan.

Pelatihan Dimulai dari Para Fasilitator

Tahap awal STEPS-CoP berupa Training of Trainers (ToT) bagi 68 pemimpin Komunitas Praktik atau Community of Practice Leaders. Mereka akan menjadi fasilitator yang membantu memperluas pelatihan kepada sekitar 6.000 guru Bahasa Inggris serta guru kelas MI.

Skema tersebut menempatkan komunitas belajar guru sebagai bagian penting dari persiapan. Guru tidak hanya memperoleh materi pelatihan, tetapi juga diharapkan dapat saling bertukar pengalaman pengajaran, membahas kebutuhan siswa usia sekolah dasar, dan menerapkan pembelajaran Bahasa Inggris secara lebih konsisten dalam kegiatan belajar sehari-hari.

Langkah ini relevan karena pengajaran pada jenjang dasar membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan perkembangan anak. Kesiapan pendidik menjadi unsur utama agar Bahasa Inggris dapat diperkenalkan secara bertahap, mudah dipahami, dan tetap selaras dengan tujuan pendidikan madrasah.

Bahasa Inggris sebagai Bekal Akses Pengetahuan

Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar menekankan bahwa kebijakan tersebut memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar menambah daftar mata pelajaran. Bahasa Inggris dipandang sebagai salah satu bekal bagi murid madrasah untuk mengenal sumber pengetahuan yang lebih luas dan berinteraksi dalam dunia yang semakin terbuka.

“Penerapan Bahasa Inggris di Madrasah Ibtidaiyah bukan semata-mata penambahan mata pelajaran, tetapi bagian dari ikhtiar mempersiapkan generasi madrasah agar memiliki kemampuan untuk mengakses ilmu pengetahuan dan berinteraksi dengan dunia yang semakin terbuka, tanpa kehilangan akar nilai dan karakter mereka,” ujar Nasaruddin Umar di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026).

Pernyataan tersebut memperlihatkan arah kebijakan Kemenag: kemampuan berbahasa internasional diharapkan berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan nilai yang selama ini menjadi bagian dari pendidikan madrasah. Dengan demikian, pembelajaran Bahasa Inggris tidak ditempatkan sebagai tujuan tunggal, melainkan sebagai sarana memperluas kesempatan belajar siswa.

Nasaruddin juga menilai pengenalan Bahasa Inggris sejak pendidikan dasar dapat menjadi modal penting untuk masa depan peserta didik. Kemampuan itu dinilai dapat mendukung kesiapan lulusan madrasah ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk dalam menghadapi lingkungan akademik yang semakin terhubung secara global.

"Mendidik anak-anak kita di madrasah untuk belajar bahasa Inggris supaya nanti modal untuk bisa ke perguruan tinggi lebih baik, lebih tinggi," tuturnya.

Kemitraan untuk Menjangkau Ribuan Guru

Country Director Indonesia dan Director Southeast Asia British Council, Summer Xia, menyampaikan apresiasi terhadap kemitraan dengan Kemenag. Ia melihat penguatan kompetensi guru sebagai fondasi penting sebelum kebijakan Bahasa Inggris wajib diterapkan lebih luas di madrasah.

“Mempersiapkan penerapan wajib Bahasa Inggris di madrasah bukan sekadar mengubah kurikulum. Lebih dari itu, ini adalah upaya membekali para guru agar dapat membuka lebih banyak peluang bagi jutaan anak di seluruh Indonesia,” kata Summer Xia.

Dalam STEPS-CoP, pengalaman pendidik lokal dipadukan dengan keahlian global British Council. Pendekatan ini dirancang untuk menghasilkan model pembinaan guru yang dapat terus digunakan, bukan terbatas pada pelatihan satu kali. Para guru yang terlibat diharapkan memiliki ruang untuk memperdalam praktik mengajar dan menyesuaikannya dengan kondisi pembelajaran di madrasah masing-masing.

Penguasaan Bahasa Inggris kini dipandang melampaui kebutuhan akademik semata. Kemampuan tersebut berkaitan dengan akses terhadap teknologi, ilmu pengetahuan, bahan belajar, dan jaringan internasional. Namun, manfaat itu akan lebih terasa apabila guru memiliki dukungan yang memadai dalam menyusun kegiatan belajar yang sesuai bagi murid sekolah dasar.

“STEPS-CoP dirancang agar pembelajaran profesional menjadi bagian dari praktik mengajar sehari-hari, sehingga dampaknya bisa menjangkau lebih dari 6.000 guru yang terlibat secara langsung,” katanya.

Dengan pelatihan bagi ribuan guru dan penguatan komunitas praktik, Kemenag menyiapkan landasan untuk penerapan Bahasa Inggris wajib di kelas 3 MI pada 2027. Fokus kebijakan ini berada pada kesiapan manusia di balik kurikulum: guru yang mampu membimbing siswa mengenal bahasa internasional sambil tetap menjaga nilai dan karakter pendidikan madrasah.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Bahasa Inggris Jadi Pelajaran Wajib Kelas 3?

Bahasa Inggris Jadi Pelajaran Wajib Kelas 3 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Bahasa Inggris Jadi Pelajaran Wajib Kelas 3 matter?

Bahasa Inggris Jadi Pelajaran Wajib Kelas 3 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.