News
⚡ Anda membaca versi AMP yang dioptimalkan — Lihat versi lengkap →
News

Badai di Teluk Benggala Bisa Berdampak ke Pesisir Aceh – Nelayan Diminta Tak Melaut

Mary Jones ⏱ 2 min read

Badai di Teluk Benggala Ancam Pesisir Aceh, Nelayan Diminta Tidak Melaut

Badai di Teluk Benggala Bisa Berdampak – Pemerintah Indonesia bersama empat negara tetangga, yakni Thailand, India, Myanmar, dan Malaysia, tengah memantau potensi badai Monsun yang berkembang di kawasan Teluk Benggala. BMKG menyatakan bahwa fenomena ini memiliki dampak signifikan terhadap kondisi cuaca di sejumlah daerah, termasuk wilayah barat dan utara Aceh. Fenomena badai ini tidak hanya memengaruhi iklim lokal, tetapi juga bisa menyebabkan gelombang tinggi hingga 4 meter, yang berpotensi mengganggu aktivitas nelayan.

Perkembangan Badai Monsun di Teluk Benggala

“BMKG sedang memantau dinamika Monsun di Asia, termasuk sistem tekanan rendah di Teluk Benggala, yang berpotensi memicu perubahan cuaca di wilayah Aceh dan sekitarnya,” jelas Guswanto, Sekretaris Utama BMKG, dalam wawancara dengan iNews.id, Senin (18/5/2026).

Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan peringatan dini terhadap masyarakat, terutama para nelayan yang berada di daerah pesisir. Sistem tekanan rendah yang terbentuk di Teluk Benggala menjadi perhatian utama karena bisa memengaruhi pola angin dan hujan, sehingga memicu risiko cuaca ekstrem di wilayah Aceh.

Wilayah yang Terdampak

Badai di Teluk Benggala Bisa Berdampak tidak hanya terbatas pada Aceh Barat dan Aceh Utara, tetapi juga mencakup sejumlah wilayah di bagian barat Indonesia. Wilayah yang paling rentan adalah pesisir barat Aceh, yang merupakan titik pertama masuknya dampak badai dari Teluk Benggala. Selain itu, Kepulauan Andaman dan Nicobar, bagian selatan Myanmar, serta wilayah tenggara Thailand juga berisiko mengalami perubahan cuaca yang signifikan.

Sementara itu, sebagian besar wilayah Indonesia saat ini didominasi oleh Monsun Australia yang memperkuat, membawa udara kering dan memicu transisi musim kemarau di sejumlah daerah. Namun, fenomena tropis seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, dan Rossby masih aktif, sehingga bisa menimbulkan hujan lokal di wilayah-wilayah tertentu. Perkembangan ini menunjukkan bahwa badai di Teluk Benggala Bisa Berdampak tidak hanya pada musim hujan, tetapi juga bisa berdampak ke musim kemarau.

Pemantauan dan Persiapan

Pemerintah Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan badai Monsun di Teluk Benggala. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan cuaca ekstrem yang bisa terjadi di wilayah pesisir Aceh. BMKG juga memberikan saran kepada masyarakat, termasuk para nelayan, agar siap menghadapi situasi cuaca yang tidak menentu.

Badai di Teluk Benggala Bisa Berdampak ke pesisir Aceh memerlukan persiapan ekstra dari para pelaku industri perikanan. Nelayan dianjurkan untuk tidak melaut dalam beberapa hari ke depan, karena gelombang tinggi yang bisa mencapai ketinggian 4 meter akan membahayakan keselamatan mereka. Pemerint

Bagikan artikel ini