Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Anggota DPR Malaysia Pidato Pakai Bahasa Jawa, Singgung Kiriman Kabut Asap dari Indonesia

Published Oktober 22, 2026 · Updated Oktober 22, 2026 · By Mary Jones - nusantaranews1.com

Foto : Mary Jones - nusantaranews1.com

Legislator Malaysia Sampaikan Seruan Berbahasa Jawa soal Kabut Asap

Nusantaranews1.com – KUALA LUMPUR — Isu asap lintas batas kembali menjadi perhatian di parlemen Malaysia ketika anggota Dewan Rakyat, Kalam Salan, menyampaikan pandangannya dalam pembahasan rancangan anggaran 2027 pada Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam pidatonya, politikus dari kawasan Sabak Bernam, Selangor, itu memakai bahasa Jawa untuk menyampaikan pesan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

Pesan tersebut berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan yang asapnya melintasi perbatasan hingga dirasakan masyarakat di Malaysia. Kalam memilih bahasa Jawa dengan alasan para pejabat Indonesia kemungkinan tidak memahami bahasa Melayu.

Kepada Bapak Prabowo yang terhormat, mohon segera bertindak untuk memadamkan kebakaran, menghentikan pembakaran, dan memastikan masalah ini tidak terulang setiap tahun.

Ia menekankan bahwa masyarakat di kedua negara membutuhkan lingkungan yang sehat, terutama ketika kualitas udara menurun akibat kabut asap. Permintaan agar kebakaran segera ditangani juga disertai harapan supaya persoalan serupa tidak terus berulang dalam siklus tahunan.

Kami ingin langit yang cerah, udara yang bersih, dan rakyat kedua negara dapat hidup sehat dan damai.

Kritik atas Pernyataan soal Oksigen

Dalam kesempatan yang sama, Kalam menanggapi pernyataan seorang pejabat Indonesia mengenai hutan di Indonesia yang memasok oksigen bagi Malaysia. Ia menilai pernyataan tersebut tidak tepat digunakan ketika warga menghadapi dampak kabut asap.

Jangan jadikan masalah ini lelucon dengan mengeklaim bahwa hutan-hutan Indonesia menyediakan oksigen untuk Malaysia. Apakah pohon-pohon di Malaysia terbuat dari plastik? Apakah pohon-pohon itu tidak bisa menghasilkan oksigen?

Pernyataan itu menggambarkan besarnya sensitivitas isu kualitas udara di Malaysia. Kabut asap bukan sekadar persoalan jarak pandang atau gangguan sementara, melainkan masalah yang dapat memengaruhi kesehatan, pendidikan, kegiatan ekonomi, serta aktivitas harian masyarakat.

Dorongan Diplomasi ASEAN

Kalam juga meminta pemerintahan Perdana Menteri Anwar Ibrahim memperkuat langkah diplomatik melalui ASEAN. Ia mendesak Malaysia menggunakan jalur regional untuk meminta Filipina, sebagai ketua ASEAN pada 2026, mengambil tindakan yang lebih tegas terhadap masalah asap lintas negara.

Ia mengajukan lima langkah untuk memperkuat penanganan bersama. Sejumlah gagasan yang disorot mencakup penegakan hukum lintas negara yang lebih kuat, sistem peringatan dini di tingkat kawasan, serta pembentukan tim tanggap darurat regional.

Sistem peringatan dini yang diajukan dapat memanfaatkan pemantauan satelit dan data titik api secara langsung. Dengan informasi yang cepat, kebakaran diharapkan bisa diketahui lebih awal sebelum asap meluas dan bergerak ke negara lain. Sementara itu, tim tanggap darurat regional dipandang penting agar respons terhadap kebakaran tidak terlambat ketika situasi mulai memburuk.

Usulan tersebut menempatkan kabut asap sebagai tantangan bersama di Asia Tenggara. Asap tidak mengikuti batas administratif, sehingga penanganannya membutuhkan koordinasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, otoritas lingkungan, dan pihak yang bekerja di wilayah terdampak.

Dampak bagi Kesehatan dan Perekonomian

Kalam menyoroti keluhan yang dapat muncul saat kabut asap menyelimuti wilayah Malaysia, mulai dari kesulitan bernapas, tenggorokan terasa gatal, batuk, hingga persoalan asma. Kondisi udara yang buruk dapat membuat kelompok rentan menghadapi risiko lebih besar, khususnya anak-anak dan warga yang sudah memiliki gangguan pernapasan.

Gangguan itu juga berdampak pada kegiatan publik. Sekolah dapat ditutup ketika kualitas udara memburuk, sementara sektor pariwisata dan perkebunan ikut terganggu. Bagi pekerja, terhentinya atau berkurangnya aktivitas di lapangan dapat berpengaruh langsung terhadap penghasilan sehari-hari.

Ia turut menyinggung pekerja Indonesia yang bekerja di sektor perkebunan Malaysia. Ketika operasional perkebunan terganggu oleh kabut asap, peluang kerja dan upah mereka dapat terdampak. Situasi itu berpotensi mempersulit pekerja mengirimkan uang kepada keluarga di Indonesia.

Karena itu, pembicaraan di Dewan Rakyat tidak hanya menyoroti hubungan diplomatik antara Malaysia dan Indonesia. Perdebatan tersebut juga memperlihatkan dampak nyata dari kebakaran hutan dan lahan terhadap kehidupan warga, termasuk pekerja lintas negara yang menggantungkan pendapatan pada kegiatan perkebunan.

Seruan Kalam Salan mempertegas tuntutan agar pencegahan kebakaran, penanganan titik api, dan kerja sama kawasan dilakukan secara lebih konsisten. Bagi masyarakat yang terdampak, udara bersih bukan sekadar harapan lingkungan, melainkan kebutuhan dasar untuk bekerja, belajar, bernapas, dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan aman.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Anggota DPR Malaysia Pidato Pakai Bahasa?

Anggota DPR Malaysia Pidato Pakai Bahasa is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Anggota DPR Malaysia Pidato Pakai Bahasa matter?

Anggota DPR Malaysia Pidato Pakai Bahasa matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.