Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Ahmad Alimuddin Nilai Prabowo Fokus Mengabdi untuk Rakyat: Sudah Nggak Ada Kepentingan

Published Oktober 21, 2026 · Updated Oktober 21, 2026 · By David Jackson - nusantaranews1.com

Foto : David Jackson - nusantaranews1.com

Alimuddin Soroti Arah Pengabdian Prabowo kepada Masyarakat

Nusantaranews1.com – Presiden Prabowo Subianto dinilai sedang menempatkan kepentingan masyarakat sebagai pusat dalam penyelenggaraan pemerintahan. Pandangan itu disampaikan pendiri Mari Kita Bisa, Ahmad Alimuddin, saat membahas perjalanan pemerintahan dalam program Rakyat Bersuara bertema “730 Hari Pemerintahan, Suara dan Harapan”, Selasa (20/10/2026).

Alimuddin memandang arah kepemimpinan Prabowo tidak berhenti pada pengelolaan pemerintahan sehari-hari. Ia melihat adanya penekanan pada cara negara hadir bagi warga, terutama melalui kebijakan yang dapat dirasakan secara langsung dalam kehidupan masyarakat.

“Pak Prabowo itu sedang merubah konsep dan cara bernegara kita, bahwa kita harus memperhatikan rakyat dan Prabowo itu siap mengabdi untuk rakyat, karena sudah nggak ada kepentingan lainnya,” ucap Alimuddin.

Penilaian tentang Fokus Kepemimpinan

Dalam penjelasannya, Alimuddin menyatakan Prabowo tidak lagi bergerak dengan dorongan untuk memenuhi kepentingan pribadi. Ia mengaitkan penilaian tersebut dengan kondisi kehidupan Presiden yang dianggap telah mapan, sehingga perhatian dapat lebih diarahkan kepada kebutuhan publik.

Bagi Alimuddin, ruang untuk mengutamakan kepentingan masyarakat menjadi penting dalam posisi seorang kepala negara. Pemerintahan, dalam pandangan ini, perlu memastikan kebijakan tidak hanya berhenti di tingkat perencanaan, melainkan memiliki dampak nyata bagi kelompok-kelompok penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia.

“Kalau saya boleh bilang Prabowo bagian dari orang kaya atau mungkin kasarnya oligarki, iyak dia udah selesai dengan kebutuhannya. Dia cuma punya Didit anak biologisnya, nggak ada kepentingan lain,” tuturnya.

Pernyataan tersebut merupakan penilaian Alimuddin mengenai latar belakang dan orientasi Prabowo dalam menjalankan tugas sebagai Presiden. Ia menekankan bahwa perhatian terhadap rakyat menjadi unsur utama yang ia lihat dalam arah kebijakan pemerintah saat ini.

Program yang Menjangkau Penerima Manfaat

Salah satu program yang menjadi sorotan Alimuddin adalah Makan Bergizi Gratis atau MBG. Program ini disebut sebagai contoh kebijakan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat karena penyalurannya ditujukan kepada penerima manfaat dalam skala luas.

Alimuddin menyebut jumlah penerima MBG kini mencapai sekitar 56 juta orang di seluruh Indonesia. Pelaksanaan program tersebut ditopang oleh lebih dari 27.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG, yang juga dikenal sebagai dapur MBG.

Keberadaan SPPG menjadi bagian penting dari pelaksanaan program karena menjadi titik penyediaan dan penyaluran layanan gizi. Skala jaringan dapur yang disebutkan Alimuddin menunjukkan bahwa pelaksanaan MBG melibatkan cakupan yang luas, dengan kebutuhan koordinasi distribusi di banyak daerah.

“Kepentingannya Prabowo hari ini adalah rakyat. Makanya program-programnya juga, misalnya program terbaik Presiden Prabowo, itu semua bersentuhan dengan rakyat, kita sebut misalnya MBG, menyentuh hampir sekarang itu sekitar 56 juta penerima MBG di seluruh Indonesia, dengan total disalurkan melalui 27 ribu sekian SPPG atau dapur,” kata dia.

Makna Kebijakan yang Dekat dengan Warga

Program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat sering menjadi ukuran yang mudah dipahami publik dalam menilai arah pemerintahan. Dalam pembahasan Alimuddin, MBG diposisikan bukan hanya sebagai agenda programatik, tetapi juga sebagai gambaran mengenai prioritas yang ingin ditonjolkan oleh Presiden.

Angka sekitar 56 juta penerima memperlihatkan besarnya kelompok yang menjadi sasaran program. Sementara itu, keberadaan lebih dari 27.000 SPPG atau dapur MBG menggambarkan perlunya pelaksanaan yang menjangkau banyak lokasi. Bagi masyarakat, perhatian terhadap pelaksanaan di lapangan menjadi relevan karena manfaat program ditentukan oleh kemampuan layanan menjangkau penerima secara berkelanjutan.

Alimuddin menempatkan kebijakan seperti MBG dalam kerangka pengabdian kepada rakyat. Ia melihat program tersebut selaras dengan pandangannya bahwa pemerintahan Prabowo diarahkan untuk memberi perhatian pada kebutuhan masyarakat, bukan semata-mata kepentingan pribadi pemimpinnya.

Pembahasan mengenai 730 hari pemerintahan juga memperlihatkan pentingnya ruang evaluasi publik terhadap kebijakan yang berjalan. Program yang memiliki penerima manfaat besar akan terus menjadi perhatian karena pelaksanaannya berkaitan dengan kehidupan masyarakat di berbagai daerah.

Dalam pandangan Alimuddin, fokus Prabowo saat ini terletak pada rakyat. Penilaian itu ia hubungkan dengan pilihan program pemerintah yang dinilai memiliki hubungan langsung dengan kebutuhan warga, termasuk pelaksanaan Makan Bergizi Gratis melalui jaringan SPPG di seluruh Indonesia.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Ahmad Alimuddin Nilai Prabowo Fokus Mengabdi?

Ahmad Alimuddin Nilai Prabowo Fokus Mengabdi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Ahmad Alimuddin Nilai Prabowo Fokus Mengabdi matter?

Ahmad Alimuddin Nilai Prabowo Fokus Mengabdi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.